Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Manado Diduga Usir Murid Dari Dalam Kelas

Minggu, 6 Agustus 2023 - 18:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto.Ketua LSM LPK RI Manado Maykel Pusung (Kanan), Kepala Sekolah SMAN 1 Manado (Kiri)

Foto.Ketua LSM LPK RI Manado Maykel Pusung (Kanan), Kepala Sekolah SMAN 1 Manado (Kiri)

MANADO, nusainsider.com Kasus Pengusiran Siswa oleh Kepsek SMA N 1 Manado Menuai Kecaman dari berbagai Aktivis LSM, salahsatunya dari Ketua LPK RI Manado Maykel Pusung, Minggu 6 Agustus 2023.

Diduga Perilaku Kepsek tersebut menyimpang dari Visi-Misi OD dalam Dunia Pendidikan, terlebih baru-baru ini Sulut mendapatkan Penghargaan Provinsi Layak Anak dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak.

Undang – undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah dan atas, “kata Maykel Pusung, Ketua LPK RI Manado kepada media nusainsider.com

Baca Juga :  Festival Cipta Lagu Musik Tong-tong 2023 Akan Segera Berakhir, Begini Kata Ketua FKPPI Sumenep

Guru tidak hanya hadir untuk menyampaikan materi pelajaran, tetapi guru juga dituntut untuk bisa menjadi teman yang bisa diajak sharing dengan berbagai permasalahan siswa di dalam proses kegiatan belajar mengajar (PKBM).

Pihaknya sangat menyayangkan perilaku Kepsek yang melakukan pengusiran siswa di saat jam belajar, hal ini tidak sesuai dengan Konsep Guru dalam UU No 14 tahun 2005, “imbuhnya.

Maykel sapaan akrabnya menyebut Kepsek SMA Negeri 1 Manado terindikasi mempermalukan Gubernur Sulut dengan melakukan hal yang tidak sejalan dengan penghargaan yang di dapat Gubernur Sulut “Sulut Layak Anak”, salah satu kriteria penilaian adalah Hak Pendidikan 12 Tahun.

Kepsek SMAN 1 Manado gagal memimpin sekolah oleh karena tidak mampu mendidik anak didiknya, apa gunanya pendidikan sekolah kalau anak melakukan kesalahan atau nakal lalu langsung di keluarkan, “jelasnya.

Terlebih ini dikeluarkan di saat jam belajar, semestinya kepsek harus memikirkan psikologi anak yang di lihat langsung teman-teman saat di keluarkan saat jam belajar/mengajar.

Baca Juga :  Bu Ketua RW dikabupaten Bogor di Tangkap Akibat Konsumsi Sabu

Kalau semua sekolah berperilaku seperti Kepsek ini pastinya ini bisa kacau dalam dunia pendidikan, anak “nakal” dikeluarkan padahal umur begitu adalah tugas dari guru untuk mengarahkan terlebih pada saat ini guru-guru telah di bekali pengetahuan psikologi anak.

Terlebih SMA Negeri 1 Manado merupakan sekolah teladan dan prestasi yang mempunyai tenaga didik berkemampuan, semestinya memberhentikan siswa dengan alasan apapun itu merupakan kegagalan sekolah tersebut.

Jangan pernah mengesampingkan UUD- RI Pasal 31 ayat (1), “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan”, Paparnya.

Baca Juga :  Tiap Akhir Pekan, DKPP Sumenep Dirikan Stand Jual Bawang Merah Murah, Cek Harganya!

Ditambahkan, Pasal 4 ayat (1), “Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa.” ucap Pusung

Pusung yang Juga merupakan Ketua JARI (Jurnalis dan Aktivis Rakyat Investigasi) meminta Gubernur Sulut melalui dinas Pendidikan Provinsi maupun Kota Manado meminta melakukan Evaluasi atas kinerja Kepsek SMA Negeri 1 Manado”tutupnya Aktivis Pemerhati Dunia Pendidikan Sulut Ketua LPK RI Manado Maykel Pusung.

Loading

Berita Terkait

Mahasiswa UNISMA Dorong Literasi Digital dan Jiwa Kepemimpinan Siswa Lewat Sosialisasi Digital Leadership
Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru
Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02
Kolaborasi UNESA dan Disdik Sumenep Perkuat Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi
Retaknya Komando Birokrasi? Publik Pertanyakan Kepemimpinan Sekda Sumenep
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
Gerakan Green School UINSA Dorong Siswa SD di Bondowoso Jadi Pelopor Peduli Lingkungan
MPLS Hari Kelima Lughatul Islamiyah Berlangsung Meriah, Disdik Sumenep Apresiasi Pendekatan Ramah Anak

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:26 WIB

Mahasiswa UNISMA Dorong Literasi Digital dan Jiwa Kepemimpinan Siswa Lewat Sosialisasi Digital Leadership

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:59 WIB

Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:24 WIB

Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:34 WIB

Kolaborasi UNESA dan Disdik Sumenep Perkuat Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi

Senin, 20 Juli 2026 - 12:57 WIB

Retaknya Komando Birokrasi? Publik Pertanyakan Kepemimpinan Sekda Sumenep

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:49 WIB

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:50 WIB

Gerakan Green School UINSA Dorong Siswa SD di Bondowoso Jadi Pelopor Peduli Lingkungan

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:53 WIB

MPLS Hari Kelima Lughatul Islamiyah Berlangsung Meriah, Disdik Sumenep Apresiasi Pendekatan Ramah Anak

Berita Terbaru