PAMEKASAN, nusainsider.com — Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) 02 Pamekasan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di MA Darul Hijrah, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan rutin tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat tata kelola kelembagaan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program pembelajaran di lingkungan madrasah aliyah.
Rakor diikuti para kepala madrasah dan pengelola lembaga yang tergabung dalam KKMA 02 Pamekasan. Fokus utama pembahasan diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan melalui tata kelola yang profesional, akuntabel, serta berorientasi pada penguatan karakter peserta didik.
Ketua KKMA 02 Pamekasan, Dr. Mohammad Holis, yang hadir sebagai narasumber memaparkan tiga agenda prioritas yang akan menjadi arah pengembangan madrasah ke depan.
Poin pertama menitikberatkan pada penguatan Zona Integritas (ZI) di lingkungan madrasah. Menurutnya, madrasah memiliki tanggung jawab besar tidak hanya sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai institusi yang menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, dan integritas dalam setiap aspek penyelenggaraan pendidikan.
“Madrasah harus berdiri di garda terdepan dalam penegakan integritas. Nilai kejujuran ini wajib tercermin, baik dalam tata kelola administrasi maupun kultur belajar-mengajar sehari-hari,” tegas Dr. Mohammad Holis di hadapan peserta rakor.
Agenda kedua membahas penguatan dan tindak lanjut Rapor Pendidikan sebagai instrumen evaluasi mutu lembaga.
Menurutnya, optimalisasi Rapor Pendidikan menjadi bentuk akuntabilitas sekaligus tanggung jawab moral madrasah kepada masyarakat dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan terukur.
Selanjutnya, pembahasan ketiga difokuskan pada review implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Evaluasi dilakukan melalui supervisi menyeluruh guna memastikan pendekatan pembelajaran yang mengedepankan kasih sayang, empati, dan pembentukan karakter benar-benar diterapkan secara efektif dalam proses belajar mengajar.
Dr. Mohammad Holis menegaskan bahwa keberhasilan penerapan KBC tidak hanya diukur dari capaian akademik peserta didik, tetapi juga dari terbentuknya lingkungan belajar yang humanis, inklusif, dan mampu membangun karakter generasi muda.
Melalui rapat koordinasi ini, KKMA 02 Pamekasan berharap seluruh pengelola madrasah aliyah di wilayah Tlanakan dan sekitarnya dapat menyatukan langkah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Sinergi tersebut diharapkan mampu mewujudkan madrasah yang semakin transparan, akuntabel, berintegritas, serta memberikan pelayanan pendidikan yang humanis kepada masyarakat.
Dengan komitmen bersama tersebut, KKMA 02 Pamekasan optimistis madrasah aliyah akan semakin mampu menjawab tantangan pendidikan di era modern tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan karakter yang menjadi ciri khas pendidikan madrasah.
![]()
Penulis : Wafa
















