Simak! Begini Langkah DKPP Sumenep Hadapi Prediksi El-nino

Selasa, 5 September 2023 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com — Pemerintah Kabupaten Sumenep Melalui Dinas Ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) kabupaten Sumenep memastikan stok cadangan beras pemerintah (CBP) lebih dari cukup hingga masa tanam padi berikutnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kabupaten Sumenep Arif Firmanto menyebutkan, pemenuhan kebutuhan beras mencukupi hingga masa tanam padi berikutnya.

“Jadi untuk kebutuhan beras dapat mencukupi hingga masa tanam padi berikutnya,” kata Arif Firmanto, Selasa, 5 September 2023.

Baca Juga :  Pendapatan Pajak Kota Manado Berkurang, Ketua Investigasi JARI Evaluasi Kinerja Kepala Bapenda

Berdasarkan Data Kostratani per-akhir Agustus 2023 DKPP Kabupaten Sumenep, dari sisi produksi beras total dari Januari-Agustus 115.221,9 ton dan masih terdapat sisa stok produksi 45.533,3 ton beras.

Sedangkan berdasarkan Susenas 2021, kebutuhan konsumsi perkapita seminggu Kabupaten Sumenep sekitar 1.878,87 ton beras. Sehingga, diprediksi ketersediaan beras di Sumenep hingga tingkat desa tercukupi.

Jika mengacu pada prakiraan cuaca yang dirilis oleh BMKG, tahun ini diprediksi akan terjadi El Nino. Namun, DKPP sudah melakukan beberapa langkah agar ketersediaan beras tetap dapat tercukupi.

“Langkah yang kami lakukan menghadapi El Nino ini, yakni mendorong petani untuk tetap menanam padi di lokasi-lokasi yang memungkinkan ketersediaan sumber air, melakukan sosialisasi mitigasi dampak El Nino dan perubahan iklim kepada petani/kelompok tani melalui kegiatan penyuluhan, melakukan teknologi peningkatan produktivitas dan rekayasa sistem tanam (tumpang sari Jagung + Padi Gogo Sistem Tanam Rapat),” jelasnya.

Baca Juga :  Bangga! Atlet Sumenep Raih Juara 1 Piala Kemenpora

Sedangkan untuk di wilayah 3 (tiga) kecamatan seperti Kecamatan Gapura, Kecamatan Lenteng, dan Saronggi yang telah melaksanakan padi IP 400 (tanam 4 kali) diupayakan akan ditingkatkan lagi luasan tanamnya, serta dilakukan upaya cek ketersediaan beras di penggilingan dan cek harga beras di pasar tradisional.

“Mayoritas petani yang ada di sumenep memiliki kebiasaan atau budaya menyimpan hasil panen padi untuk menjaga ketahanan pangan di tingkat keluarganya dan hanya sesekali menjual beras ke penggilingan jika ada kebutuhan keuangan,” tandasnya

Loading

Berita Terkait

Generasi Digital Harus Melek Hukum, Kejari Sumenep Ingatkan Risiko Jejak Digital
Koteka Masuk Disertasi, IBS PKMKK Tunjukkan Keberanian Intelektual
Kolaborasi Desa dan Migas, Melon The Blues Tumbuh Subur di Alas Malang
Dugaan Hoaks Proyek Pertanian 1M, DKPP Sumenep Terancam Jerat Hukum
Dari Sumenep, APJII Jatim Dorong Pemerataan Akses Internet di Madura
Aktivitas DLH Sumenep Ganggu Lalu Lintas, Pengendara Terjebak Tanpa Arahan
Tak Ditindak, Parkir Sembarangan di Pusat Kota Sumenep Ganggu Fungsi Jalan
Dekatkan Polisi dengan Rakyat, Curhat Kamtibmas Kapolres Sumenep Disambut Hangat Warga

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 20:23 WIB

Generasi Digital Harus Melek Hukum, Kejari Sumenep Ingatkan Risiko Jejak Digital

Rabu, 29 April 2026 - 14:33 WIB

Koteka Masuk Disertasi, IBS PKMKK Tunjukkan Keberanian Intelektual

Rabu, 29 April 2026 - 14:28 WIB

Kolaborasi Desa dan Migas, Melon The Blues Tumbuh Subur di Alas Malang

Selasa, 28 April 2026 - 16:53 WIB

Dugaan Hoaks Proyek Pertanian 1M, DKPP Sumenep Terancam Jerat Hukum

Selasa, 28 April 2026 - 14:39 WIB

Dari Sumenep, APJII Jatim Dorong Pemerataan Akses Internet di Madura

Senin, 27 April 2026 - 13:34 WIB

Tak Ditindak, Parkir Sembarangan di Pusat Kota Sumenep Ganggu Fungsi Jalan

Senin, 27 April 2026 - 12:52 WIB

Dekatkan Polisi dengan Rakyat, Curhat Kamtibmas Kapolres Sumenep Disambut Hangat Warga

Senin, 27 April 2026 - 06:36 WIB

Duka di Balik Urusan Dana BOSP, Dua Ibu Diduga Jadi Korban Sistem Administrasi Rumit

Berita Terbaru