Lesbumi PCNU Sumenep akan Selenggarakan Festival Sapparan Budaya, Berikut Jadwalnya

Jumat, 26 Juli 2024 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto.Rapat persiapan Festival Sapparan Budaya #3 (Ist/Rifky Raya)

Foto.Rapat persiapan Festival Sapparan Budaya #3 (Ist/Rifky Raya)

SUMENEP, nusainsider.com Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PCNU Sumenep akan kembali menyelenggarakan Festival Sapparan Budaya dengan tema Spiritualitas Abantal Omba’ Asapo’ Angin.

Festival Sapparan Budaya ke-3 kali ini melibatkan MWC NU Pasongsongan, Sumenep. Kegiatan tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada Jumat-Sabtu, 9-10 Agustus 2024.

Ada tiga titik lokasi acara festival, yaitu Gedung KH Wahab Hasbullan MWC NU Pasongsongan, Asta Agung Ali Akbar, dan Lapangan Tatenggun Padangdangan.

Baca Juga :  Event Sumenep kembali Mendapat Kritikan dari Aktivis PMII Sumenep, Disbudporapar Respon Begini

Divisi Pertunjukan Lesbumi PCNU Sumenep, Mahendra Cipta mengatakan, bulan Shafar adalah bulan kedua dalam kalender Hijriah yang memiliki makna puitis mendalam.

Bagi warga NU, kata dia, Shafar atau Sappar dalam istilah Madura, adalah simbol perjalanan panjang kehidupan.

“Sebagaimana seni adalah jalan panjang proses pencarian jati diri dalam frame kreativitas, bulan Sappar istimewa sebagai tanda dan upaya bersama menyatakan eksistensi hidup di tengah kepungan banyak tantangan jaman belakangan ini,” kata Mahendra dalam rilis, Kamis, 25 Juli 2024.

Dia menjelaskan, tema yang diusung dalam Festival Sapparan Budaya ke-3 ini sebagai upaya memeriksa kembali kesadaran bersama, bahwa akar sejarah warga Sumenep adalah pelaut andal dengan sepenuh tekad hidup berdampingan, dan menjalankan peradaban hingga hari ini.

“Sudut pandang spiritualitas menjadi kunci dalam melihat arah kegiatan ini. Sebab, spiritualitas adalah ruang pengolahan jiwa dan dunia tak terhingga bagi sebuah pejalan (manusia),” urainya.

Mahendra menegaskan, kegiatan ini tidak diniatkan untuk terkesan sebagai event profesional layaknya event-event di kota besar.

Baca Juga :  KSOP Tanjung Perak Sukses Pertemukan Humas dan Pers dalam Satu Agenda

“Justru kemurnian kesederhanaanlah yang kami inginkan dalam kegiatan ini. Lesbumi hanya menginisiasi Sapparan Budaya ini, tetapi ia didekasikan sepenuhnya untuk masyarakat NU Sumenep, Madura,” tegasnya.

Sementara, Ketua Panitia, Lathif Atmaja mengatakan, Festival Sapparan Budaya ke-3 ini bakal menyuguhkan berbagai kegiatan dan pertunjukan seni.

Yaitu, Rokat Bumi Pasongsongan, Orasi Budaya, Diskusi tema “Spiritualitas Abantal Omba’ Asapo’ Angin”, Pameran Kaligrafi, dan Eksibisi Seni Kampung Pesisir (Sintong, Ba’ Garbis, Mamaca dan Topeng, Pencak Silat, Teater dan Puisi).

“Ada juga Diskusi buku karya Alm. Abdul Hadi WM ‘Anak Laut Anak Angin’,” kata Lathif Atmaja yang juga Divisi Kajian dan Kegiatan Lesbumi PCNU Sumenep.

Lathif berharap kegiatan ini mampu membuka ruang perbincangan yang lebih fresh dan fleksibel tentang arti kebersamaan dan kerukunan.

“Serta menjaga keberlangsungan hidup dengan cara-cara luhur warisan nenek-moyang. Mengerahkan segenap jiwa dalam mengembangkan ide-ide lama ke dalam pembaruan-pembaruan yang lebih baik,” tandasnya. (*)

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain
Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi
Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK
Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF
Baru Buka, SkY Coffee Grounds Diserbu Pengunjung, Nongkrong Naik Level!
Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah
Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor
KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 11:19 WIB

Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain

Sabtu, 18 April 2026 - 08:32 WIB

Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi

Sabtu, 18 April 2026 - 07:45 WIB

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 April 2026 - 03:15 WIB

Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF

Jumat, 17 April 2026 - 18:17 WIB

Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah

Jumat, 17 April 2026 - 15:51 WIB

Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor

Jumat, 17 April 2026 - 09:03 WIB

KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik

Jumat, 17 April 2026 - 06:34 WIB

Tabir Skandal Cukai Mulai Terbuka, KPK Bidik Perusahaan Rokok di Madura

Berita Terbaru

Foto. Pintu Masuk dan Keluar Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur

Berita

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:45 WIB