Diluar Nalar, Kegiatan FAHAM Membawa Berkah Bagi UMKM Lokal

Sabtu, 16 November 2024 - 21:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Kegiatan yang menghadirkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep nomor urut 2, kembali menjadi momentum keberkahan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kali ini, momen tersebut tercipta dalam acara Faham Bersholawat bersama Majelis Sholawat At-Taufiq di Kompleks GOR A Yani, Sumenep, Jawa Timur, Sabtu malam (16/11/2024).

Ribuan masyarakat dari berbagai wilayah memadati lokasi, untuk mengikuti kegiatan yang sarat akan nuansa religi tersebut. Antusiasme warga terlihat dari penuh sesaknya area sekitar panggung, hingga ke lapak-lapak UMKM yang berjajar rapi di sepanjang area acara.

Para pelaku UMKM memanfaatkan momentum ini untuk menjajakan berbagai produk seperti makanan, minuman, hingga kerajinan khas lokal.

Yatmo, seorang pedagang makanan dan minuman di lokasi, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan yang ia dapatkan dari acara ini.

Menurutnya, setiap kali ada kegiatan serupa, omzet penjualan meningkat drastis.

Baca Juga :  Ribuan Masyarakat Dapil Kota Kompak Bershalawat Bersama Menuju Kemenangan Pasangan FAHAM

“Keramaian seperti ini memang sangat membantu kami. Ribuan orang datang, dan alhamdulillah lapak kami manis,” ujarnya penuh semangat.

Selain menjadi ruang bagi masyarakat untuk bershalawat bersama, kegiatan ini juga memberikan dampak positif pada perekonomian kecil.

Acara yang berlangsung hingga larut malam itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membawa manfaat langsung kepada masyarakat kecil yang menggantungkan pendapatannya pada kegiatan keramaian seperti ini.

Sementara itu, sejumlah pelaku UMKM lainnya turut berbagi pengalaman serupa.

“Kami selalu menantikan acara-acara besar seperti ini, terutama yang menghadirkan tokoh publik yang menarik perhatian massa. Penjualan kami pasti meningkat pesat,” ujar seorang pedagang lainnya.

Acara Faham Bershalawat malam itu tidak hanya menyajikan lantunan shalawat yang menyejukkan hati, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa kegiatan semacam ini dapat menjadi katalisator ekonomi mikro.

Baca Juga :  Jumat Berkah, Kapolres Sumenep Bersama Anggota Satlantas Bagikan Nasi Kotak

Kehadiran ribuan orang memberikan multiplier effect yang signifikan bagi roda perekonomian lokal.

Dengan semakin seringnya acara serupa digelar, pelaku UMKM berharap ini dapat menjadi awal kebangkitan ekonomi rakyat kecil di Sumenep.

Momentum seperti ini membuktikan bahwa penggabungan kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi dapat memberikan manfaat yang menyeluruh.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Madura Tidak Boleh Tertinggal, KEK Adalah Harapan Baru
Fakta Mengejutkan KPK: Mayoritas Koruptor Biayai Selingkuhan dari Uang Haram
Warga Berburu Lebih Awal, Harga Kambing Sudah Melambung
Roundtable GEN Malang Raya: Derby Jatim Picu Pro-Kontra
Diskominfo Sumenep Pastikan Aduan Warga Tak Lagi Diabaikan
Dari Pantun ke Kritik, Lia Istifhama Angkat Masalah BPSK di Forum Nasional
Ning Lia Gaungkan Kejayaan Majapahit di Senayan, Dorong Budaya Jadi Mesin Ekonomi
Achmad Fauzi Wongsojudo: Antara Pencitraan dan Fakta Ketimpangan Kepulauan

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 00:58 WIB

Madura Tidak Boleh Tertinggal, KEK Adalah Harapan Baru

Senin, 20 April 2026 - 06:15 WIB

Fakta Mengejutkan KPK: Mayoritas Koruptor Biayai Selingkuhan dari Uang Haram

Minggu, 19 April 2026 - 07:36 WIB

Warga Berburu Lebih Awal, Harga Kambing Sudah Melambung

Rabu, 15 April 2026 - 21:52 WIB

Roundtable GEN Malang Raya: Derby Jatim Picu Pro-Kontra

Selasa, 14 April 2026 - 14:09 WIB

Diskominfo Sumenep Pastikan Aduan Warga Tak Lagi Diabaikan

Selasa, 7 April 2026 - 16:25 WIB

Dari Pantun ke Kritik, Lia Istifhama Angkat Masalah BPSK di Forum Nasional

Selasa, 7 April 2026 - 02:52 WIB

Ning Lia Gaungkan Kejayaan Majapahit di Senayan, Dorong Budaya Jadi Mesin Ekonomi

Jumat, 3 April 2026 - 19:12 WIB

Achmad Fauzi Wongsojudo: Antara Pencitraan dan Fakta Ketimpangan Kepulauan

Berita Terbaru