Miris, Pelayanan Puskesmas Legung Kembali Memburuk Akibat Persoalan Ini

Rabu, 8 Januari 2025 - 08:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Pelayanan Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Legung kecamatan Batang-batang kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur Akhir-akhir ini di Sorot Isu tidak Sedap dari Masyarakat setempat.

Pasalnya, pelayanan Puskesmas Legung mulai menurun sejak 5 (Lima) bulan Terakhir tepatnya sejak Akhir Juli 2024 Hingga Awal Tahun 2025 yang Diduga disebabkan akibat Pelayanan Buruk perawat dan petugas lainnya di Puskesmas setempat.

Salahsatu Masyarakat setempat menyampaikan bahwa tetangganya beberapa Bulan lalu disengat tabuhan yang jumlahnya tidak sedikit. Sebut saja Mawar, berjenis kelamin perempuan.

Usai disengat Tabuhan (red. Tabuwen – kata Orang Madura) Bunga Merasa lemas hingga akhirnya keluarganya membawanya ke Puskesmas Legung guna mendapat pertolongan Medis.

Baca Juga :  Hafizh, Mahasiswa Universitas Islam Malang, Raih Juara 1 Lomba Infografis Creatiffest 2025

Setibanya di PKM Legung, perawat yang menangani menyampaikan kepada suami Mawar bahwa pasien hanya disengat Tabuhan. Dibawa Pulang saja, nanti pasti akan sembuh sendiri, “Kata perawat yang menangani Mawar diruang Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Legung beberapa Bulan Lalu.

Akhirnya, Pasien dibawa pulang dari PKM Legung kemudian keluarga membawanya ke PKM Batang-batang Guna mendapat pertolongan. Setibanya di PKM Batang-batang, Pasien di Infus hingga sengatan Tabuhan tersebut hilang dan Pasien (red. Mawar) Sembuh.

Berselang Setengah Bulanan kepulangan mawar dari PKM Batang-batang, anak dari Mawar kejang-kejang ditengah Malam dan ketepatan Hujan deras, akhirnya orang Tuanya (red. Mawar) membawanya ke PKM Legung guna mendapatkan pertolongan pertama pada anaknya agar diberi Infus.

Namun, nasib yang sama juga menimpa Mawar untuk kedua kalinya dengan permohonan maaf bahwa PKM Legung sedang penuh dan tidak bisa merawat anak dari Mawar bahkan menolak memeriksa kondisinya, “Pungkasnya.

Kemudian, Nenek dari Anak yang kejang-kejang tersebut memohon agar cucunya di Infus atau bahkan diperiksa terlebih dahulu karena kondisinya yang betul-betul membutuhkan pertolongan. Namun hal itu tidak membuahkan hasil bahkan tetap dilakukan penolakan oleh petugas PKM Legung.

Akhirnya, keluarga membawa Anak dari Mawar dalam kondisi Hujan ke PKM Batang-batang dan di Infus sampai sembuh.

Berselang 4 (empat) hari Pulang dari PKM Batang-batang, anak tersebut kembali kejang-kejang dan keluar busa dari Mulutnya hingga keluarga kembali membawanya ke PKM Legung namun Perawat menusukkan Jarum suntik sebanyak sekitar 6 (enam) kali guna di Infus namun tidak kelihatan Uratnya bahkan disuruh rujuk ke Sumenep agar di Laser.

Anak tersebut akhirnya mengalami Koma akibat terlambat mendapatkan pertolongan. Akhirnya keluarga membawanya ke PKM Batang-batang. Dan setibanya disana (red. PKM Batang-batang) Anak dari Mawar sekali Suntik langsung kelihatan Urat nadinya lalu dilakukanlah Infus hingga akhirnya ter-sadar hingga sembuh, “Pungkasnya.

Lebihlanjut, salahsatu masyarakat tersebut yang enggan disebutkan Namanya juga menyampaikan, Ter-anyar ada Orang hamil besar yang Anaknya dalam kondisi meninggal di Perut Ibunya selama kurang lebih 4 (Empat) hari terjadi akibat kelalaian Puskesmas legung dalam menangani Pasien.

Diceritakan, menjelang 10 Hari kelahiran anak pertama dari Pasangan Suami DZ dan Istrinya RF (Inisial). RF melakukan pemeriksaan ke Dokter spesialis kandungan di kabupaten Sumenep 10 (sepuluh) hari menjelang kelahiran Anak pertamanya dan Alhamdulillah Hasilnya membahagian dengan disampaikan bahwa kondisi kandungannya Bagus.

Singkat cerita 5 (Lima) hari usai periksa kandungan ke Dokter Spesialis, RI merasakan Anaknya tidak bergerak sebagaimana mestinya dan perutnya sakit sehingga DZ dan RF membawanya ke PKM Legung. Lalu perawat memeriksanya kemudian menemukan Detak jantung Bayi yang tidak Stabil hingga memberikan Nasi beserta Teh Hangat kepada RF untuk di Makan dan Diminum.

Setelah itu, perawat PKM Legung memperbolehkan AF Pulang ke Rumahnya karena kondisinya yang sudah Stabil.

Baca Juga :  Cetak Talenta Muda untuk Industri Semikonduktor di Indonesia, POLYTRON dan ICDEC Sukses Gelar Pelatihan Desain Chip

Tepat pada kurang lebih setengah bulan Lalu, RF melahirkan anaknya dalam kondisi anak meninggal dunia dalam kandungan. Sementara RF di rawat di Ruang Intensive Care Unit (ICU) dalam keadaan tidak sadarkan diri. Setengah Bulan berlalu, akhirnya RF Menghembuskan nafas Terakhirnya di Ruang ICU RSUD Moh Anwar Sumenep.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Legung hingga berita ini dinaikkan Masih akan melakukan Audit bersama jajaran Pegawai puskesmas setempat.

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Generasi Digital Harus Melek Hukum, Kejari Sumenep Ingatkan Risiko Jejak Digital
Koteka Masuk Disertasi, IBS PKMKK Tunjukkan Keberanian Intelektual
Kolaborasi Desa dan Migas, Melon The Blues Tumbuh Subur di Alas Malang
Dugaan Hoaks Proyek Pertanian 1M, DKPP Sumenep Terancam Jerat Hukum
Dari Sumenep, APJII Jatim Dorong Pemerataan Akses Internet di Madura
Aktivitas DLH Sumenep Ganggu Lalu Lintas, Pengendara Terjebak Tanpa Arahan
Tak Ditindak, Parkir Sembarangan di Pusat Kota Sumenep Ganggu Fungsi Jalan
Dekatkan Polisi dengan Rakyat, Curhat Kamtibmas Kapolres Sumenep Disambut Hangat Warga

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 20:23 WIB

Generasi Digital Harus Melek Hukum, Kejari Sumenep Ingatkan Risiko Jejak Digital

Rabu, 29 April 2026 - 14:33 WIB

Koteka Masuk Disertasi, IBS PKMKK Tunjukkan Keberanian Intelektual

Rabu, 29 April 2026 - 14:28 WIB

Kolaborasi Desa dan Migas, Melon The Blues Tumbuh Subur di Alas Malang

Selasa, 28 April 2026 - 16:53 WIB

Dugaan Hoaks Proyek Pertanian 1M, DKPP Sumenep Terancam Jerat Hukum

Selasa, 28 April 2026 - 14:39 WIB

Dari Sumenep, APJII Jatim Dorong Pemerataan Akses Internet di Madura

Senin, 27 April 2026 - 13:34 WIB

Tak Ditindak, Parkir Sembarangan di Pusat Kota Sumenep Ganggu Fungsi Jalan

Senin, 27 April 2026 - 12:52 WIB

Dekatkan Polisi dengan Rakyat, Curhat Kamtibmas Kapolres Sumenep Disambut Hangat Warga

Senin, 27 April 2026 - 06:36 WIB

Duka di Balik Urusan Dana BOSP, Dua Ibu Diduga Jadi Korban Sistem Administrasi Rumit

Berita Terbaru