Air Laut Pasang, Dua Anak di Sumenep Tewas Saat Bermain di Pantai

Minggu, 5 Oktober 2025 - 06:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Polsek kepulauan Arjasa Sumenep saat menunjukkan lokasi kejadian tenggelamnya dia anak di Pantai kepulauan setempat.

Foto. Polsek kepulauan Arjasa Sumenep saat menunjukkan lokasi kejadian tenggelamnya dia anak di Pantai kepulauan setempat.

SUMENEP, nusainsider.com Duka mendalam menyelimuti warga Desa Kalisangka, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Sabtu (4/10/2025) pagi. Dua anak kecil dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di perairan Pantai Dusun Mamburit.

Kejadian memilukan itu sontak menggemparkan masyarakat setempat yang tengah beraktivitas di sekitar pantai. Dalam waktu singkat, suasana berubah haru setelah kabar dua bocah ditemukan tak bernyawa mengapung di air laut.

Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, membenarkan insiden tersebut. Berdasarkan laporan kepolisian, kedua korban masing-masing berinisial M.B.N. (2) dan A.A. (4), warga Dusun Mamburit, Desa Kalisangka, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep.

“Benar, kedua korban merupakan warga setempat. Mereka masih anak-anak dan meninggal dunia akibat tenggelam di pantai Mamburit,” ujar AKP Widiarti saat dikonfirmasi, Sabtu siang.

Menurut keterangan sejumlah saksi, sekitar pukul 07.00 WIB, kedua bocah tersebut pamit bermain di sekitar rumahnya. Saat itu, kondisi cuaca cerah, dan pantai terlihat tenang tanpa tanda bahaya.

Namun, setelah lebih dari satu jam, keduanya tak kunjung kembali ke rumah. Orang tua korban yang mulai cemas kemudian meminta bantuan warga untuk mencari keberadaan anak-anak mereka.

Baca Juga :  Spektakuler! Yuk Hadir, Nanti Malam ada Launching Logo Hari jadi ke - 757 di Sumenep

Pencarian pun dilakukan secara gotong royong oleh warga di sepanjang garis pantai. Beberapa warga menyisir bibir pantai, sementara lainnya memeriksa perahu nelayan yang sedang bersandar.

“Sekitar pukul 09.00 WIB, kedua korban akhirnya ditemukan dalam kondisi mengapung di pinggir pantai dan sudah tidak bernyawa,” jelas AKP Widiarti.

Mengetahui hal itu, warga segera mengevakuasi kedua korban ke rumah masing-masing. Suasana haru pun tak terhindarkan. Tangis keluarga pecah saat tubuh mungil anak-anak itu dibaringkan di rumah duka.

Petugas dari Polsek Kangean yang mendapat laporan segera menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mereka juga mencatat keterangan saksi dan berkoordinasi dengan pihak keluarga.

Kapolsek Kangean, AKP Datun Subagyo, mengungkapkan bahwa pihak keluarga korban menolak dilakukan visum maupun proses hukum lanjutan. Keluarga menerima kejadian itu sebagai musibah dan bentuk takdir dari Allah SWT.

“Dari hasil pemeriksaan di lapangan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ataupun unsur kesengajaan. Pihak keluarga menyatakan ikhlas dan menolak dilakukan visum,” ujar Kapolsek Datun Subagyo.

Dalam proses penyelidikan awal, dua anggota Polsek Kangean yakni Aiptu R. Hendra Kusuma, S.H. dan Bripda Aroni Hadiarsono turun langsung ke lokasi kejadian. Mereka memastikan tidak ada indikasi lain di balik peristiwa nahas tersebut.

“Petugas kami telah melakukan pengecekan di lokasi, mendata kronologi kejadian, serta memastikan kondisi sekitar pantai aman bagi warga,” tambah Datun Subagyo.

Peristiwa tragis itu menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih waspada saat anak-anak bermain di sekitar pantai. Apalagi, wilayah pesisir Arjasa dikenal memiliki arus laut yang cukup kuat saat air pasang.

Baca Juga :  Kolaborasi Strategis IWO dan UPI: Bangun Ekosistem Informasi Profesional di Kampus

Warga setempat menuturkan, pantai Mamburit memang sering dijadikan tempat bermain anak-anak setiap pagi, terutama saat cuaca cerah. Namun, sebagian besar dari mereka belum memahami bahaya arus laut yang bisa berubah secara tiba-tiba.

“Kami sering melihat anak-anak bermain di pinggir air tanpa pengawasan orang dewasa. Kadang mereka terlalu asik hingga tak sadar air naik,” kata salah seorang warga, H. Ramli, yang turut membantu proses pencarian.

Menurutnya, perlu ada kesadaran bersama untuk mengawasi aktivitas anak-anak di tepi pantai. Selain itu, ia berharap pemerintah desa bisa memasang tanda peringatan bahaya di beberapa titik rawan.

“Saya berharap ke depan ada rambu peringatan agar masyarakat tahu kapan air laut sedang pasang. Anak-anak juga sebaiknya tidak dibiarkan bermain sendirian,” tambahnya.

Setelah proses evakuasi dan pemeriksaan selesai, jenazah kedua bocah malang itu langsung dimakamkan di pemakaman desa setempat. Ratusan warga turut hadir mengantarkan kepergian mereka ke peristirahatan terakhir.

Baca Juga :  Akibat Tidak Ada Pembeli, Nelayan Masalembu Buang Hasil Tangkap Ratusan Ikan di Pesisir Pantai

Tangis keluarga kembali pecah saat prosesi pemakaman berlangsung. Sejumlah warga tampak berusaha menenangkan orang tua korban yang masih larut dalam kesedihan mendalam.

Hingga malam hari, situasi di lokasi kejadian sudah dinyatakan kondusif. Aparat kepolisian tetap berjaga dan memantau aktivitas warga untuk memastikan tidak ada gangguan susulan di sekitar pantai.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi orang tua yang memiliki anak kecil. Pengawasan ekstra diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Keselamatan anak adalah tanggung jawab bersama. Kami imbau warga agar tidak membiarkan anak-anak bermain sendirian di area pantai,” pesan AKP Widiarti menutup keterangannya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Pengurus JSI Sumenep 2026-2029 Dikukuhkan, Bupati Fauzi Dorong Media Sajikan Berita Mencerdaskan
Dikukuhkan Periode 2026-2029, JSI Sumenep Tegaskan Komitmen Bergerak di Bidang Sosial
Sosialisasi Empat Pilar, Ning Lia Tekankan Peran Anak Muda Kawal Keadilan
Dari Borobudur, Fauka Noor Farid Tegaskan Arah Baru Lindu Aji: Budaya, Sosial dan Ekonomi Kerakyatan
Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Jadi Benteng Warga Hadapi Sengketa dan Mafia Tanah
Gegara Investasi Dapur MBG, Warga Sumenep Laporkan Istri DPR RI ke Polisi
Ning Lia Apresiasi Haji dan Umrah Fest 2026 Gresik, Dorong Pelayanan Jemaah Makin Prima
Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Komisi XI Titip Pesan soal APBN

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:34 WIB

Pengurus JSI Sumenep 2026-2029 Dikukuhkan, Bupati Fauzi Dorong Media Sajikan Berita Mencerdaskan

Selasa, 15 September 2026 - 15:26 WIB

Dikukuhkan Periode 2026-2029, JSI Sumenep Tegaskan Komitmen Bergerak di Bidang Sosial

Selasa, 15 September 2026 - 12:46 WIB

Sosialisasi Empat Pilar, Ning Lia Tekankan Peran Anak Muda Kawal Keadilan

Selasa, 15 September 2026 - 11:20 WIB

Dari Borobudur, Fauka Noor Farid Tegaskan Arah Baru Lindu Aji: Budaya, Sosial dan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 15 September 2026 - 10:22 WIB

Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Jadi Benteng Warga Hadapi Sengketa dan Mafia Tanah

Senin, 14 September 2026 - 19:45 WIB

Ning Lia Apresiasi Haji dan Umrah Fest 2026 Gresik, Dorong Pelayanan Jemaah Makin Prima

Senin, 14 September 2026 - 16:27 WIB

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Komisi XI Titip Pesan soal APBN

Senin, 14 September 2026 - 11:28 WIB

Perkuat Iman dan Kebersamaan, Bappeda Sumenep Gelar Maulid Nabi dan Santuni Anak Yatim

Berita Terbaru