ALARM Ultimatum Penegak Hukum: Usut Tuntas Skandal Pokir Sumenep

Sabtu, 12 April 2025 - 07:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Syaiful Bahri, Ketua Umum Aliansi Pemuda Reformasi melawan (ALARM) kabupaten Sumenep.

Foto. Syaiful Bahri, Ketua Umum Aliansi Pemuda Reformasi melawan (ALARM) kabupaten Sumenep.

SUMENEP, nusainsider.com — Dugaan praktik jual beli Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) hingga berpotensi fiktif di DPRD Kabupaten Sumenep menjadi sorotan tajam Aliansi Pemuda Reformasi Melawan (ALARM).

Salah satu nama yang disorot adalah H. Latib, mantan anggota DPRD Sumenep dari Fraksi PPP. Ia disebut menjadi sampel dari dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran Pokir yang tidak transparan.

Pokir yang dimaksud merupakan dana aspirasi anggota DPRD dengan nominal sekitar Rp1,5 miliar per anggota. Dana ini seharusnya disalurkan sesuai daerah pemilihan (Dapil) masing-masing.

Namun, ALARM menduga dana Pokir justru dialihkan ke luar dapil asal legislator, sehingga mengindikasikan adanya potensi praktik fiktif atau jual beli proyek yang merugikan rakyat.

Dalam kasus H. Latib, dana Pokir yang seharusnya berada di Dapil II justru ditemukan dialokasikan ke Dapil VIII, tepatnya di wilayah kepulauan Sapeken, Sumenep.

“Dia dulu di Dapil II, tapi kenapa proyeknya justru di Dapil VIII? Ini kuat dugaan difiktifkan, Mas,” ujar Syaiful Bahri, perwakilan ALARM kepada media nusainsider.com.

Syaiful menambahkan, pergeseran alokasi dana Pokir itu tak masuk akal secara logika dan menyalahi asas pemerataan pembangunan di dapil asal pemilih anggota dewan.

Baca Juga :  Launching UMKM Raas Meriah, Warga Nikmati Hiburan Budaya dan Bazar Produk Lokal

Ia pun mendesak aparat penegak hukum (APH) termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI segera turun tangan menyelidiki dan melalukan pengawasan terhadap dugaan tersebut.

Menurut ALARM, penyelidikan terhadap dana Pokir ini penting agar praktik jual beli aspirasi rakyat tidak menjadi tradisi buruk dalam sistem perwakilan rakyat di daerah.

“Kami meminta KPK dan BPK RI melakukan audit menyeluruh terhadap dana Pokir di DPRD Sumenep. Jangan sampai ada rakyat yang dikorbankan karena proyek berpotensi fiktif,” tegas Syaiful.

Tak hanya KPK dan BPK, Syaiful juga mendesak Kepolisian Resor (Polres) Sumenep untuk tidak tinggal diam menyikapi laporan dugaan korupsi tersebut.

Ia mengingatkan bahwa ALARM akan terus mengawal kasus ini, bahkan siap turun ke jalan jika Polres Sumenep terkesan menutup mata terhadap persoalan tersebut.

“Jika Polres Sumenep diam saja, kami akan gelar aksi besar-besaran untuk menuntut kejelasan hukum. Jangan sampai rakyat terus dikhianati,” ancamnya.

Lebih lanjut, ALARM menyebut adanya indikasi kuat bahwa praktik semacam ini tidak hanya terjadi pada satu atau dua legislator saja, tetapi bisa melibatkan banyak pihak.

“Kalau satu orang saja bisa mengalihkan proyek seenaknya, bagaimana dengan yang lain? Ini sistemik dan harus dibongkar habis,” tambah Syaiful.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan Pokir agar setiap rupiah dana publik digunakan secara tepat sasaran dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Baca Juga :  Menjelang Harjad ke-755, Bappeda Sumenep Dorong OPD Lebih Optimal Jalankan Pemerintahan

Syaiful meminta DPRD Sumenep untuk membuka data alokasi Pokir dari setiap anggota dewan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik kepada publik.

“Kalau memang bersih, buka saja datanya. Biar publik tahu siapa yang main proyek dan siapa yang benar-benar bekerja untuk rakyat,” ujarnya lagi.

ALARM juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi dan melaporkan jika menemukan kejanggalan dalam proyek-proyek pembangunan yang didanai dari dana aspirasi.

Syaiful menegaskan, jika aparat penegak hukum lambat bertindak, pihaknya akan melaporkan langsung ke KPK RI dengan membawa bukti-bukti pendukung.

“Kami tidak main-main. Kalau perlu, kami akan bawa data ini ke Jakarta agar penegakan hukumnya benar-benar serius,” katanya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak DPRD Kabupaten Sumenep H. Latib sendiri terkait tudingan tersebut. Bahkan pihak kedua, PJ Kepala Desa Saur-saebus juga enggan merespon upaya konfirmasi pewarta media nusainsider.com

Baca Juga :  Lari ke Kediri, Pencuri Sapi Asal Lenteng Akhirnya Dibekuk Polisi

Namun, tekanan publik terus meningkat, terlebih dengan desakan dari berbagai elemen masyarakat sipil yang meminta transparansi dan akuntabilitas.

Dugaan proyek yang berpotensi fiktif dan praktik jual beli Pokir menjadi peringatan keras terhadap lemahnya pengawasan serta potensi penyalahgunaan kekuasaan oleh oknum legislatif.

Kasus ini juga menjadi cerminan perlunya reformasi dalam pengelolaan dana publik, terutama di level legislatif daerah agar sesuai dengan prinsip keadilan sosial.

ALARM menyatakan bahwa mereka tidak akan berhenti sebelum kasus ini diusut tuntas dan pihak-pihak yang terlibat diberikan sanksi hukum yang setimpal.

“Ini soal keadilan bagi rakyat Sumenep. Jangan sampai wakil rakyat justru mengkhianati kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat,” Tutup Syaiful Bahri.

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang
Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP
Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026
Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember
100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang
Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat
Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas
Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Berita Terbaru