SUMENEP, nusainsider.com — Cuaca ekstrem disertai angin kencang menyebabkan sebuah rumah warga di Desa Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengalami kerusakan parah setelah tertimpa pohon tumbang, Kamis (22/1/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
Pohon berukuran besar yang berada di sekitar permukiman warga roboh akibat hembusan angin kencang dan menimpa bagian atap rumah, sehingga bangunan tersebut rusak total.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun pemilik rumah mengalami luka di bagian kepala saat berusaha melindungi anaknya.
Akibat kejadian tersebut, korban terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat. Rumah berbahan kayu yang berlokasi di Dusun Tanjung Pagar, Desa Pagerungan Kecil itu dihuni oleh Waris (36) bersama istrinya Farida (35), seorang putri mereka, serta adik kandung Farida yang masih di bawah umur.
Warga setempat menuturkan, angin kencang datang secara tiba-tiba dan berlangsung cukup lama sehingga menimbulkan kepanikan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar pepohonan besar.
“Anginnya sangat kencang. Tiba-tiba pohon itu roboh dan langsung menimpa rumah. Bagian atap rusak parah,” ujar salah seorang warga, Kamis (22/1/2026).
Perangkat Desa Pagerungan Kecil bersama warga langsung melakukan gotong royong untuk membersihkan material pohon yang menimpa rumah korban. Proses evakuasi dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya, mengingat keterbatasan sarana di wilayah kepulauan.
Menanggapi kejadian tersebut, Anggota DPRD Sumenep Daerah Pemilihan (Dapil) VII Kepulauan, Syamsul Bahri, meminta pemerintah daerah melalui instansi terkait agar segera turun tangan memberikan bantuan kepada warga terdampak.
“Pemerintah daerah harus segera hadir. Warga di kepulauan sangat rentan terhadap cuaca ekstrem. Bantuan darurat dan perbaikan rumah perlu segera dilakukan agar korban dapat kembali tinggal dengan aman,” tegas Syamsul Bahri.
Ia juga mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Sosial Kabupaten Sumenep untuk melakukan pendataan cepat dan menyalurkan bantuan logistik maupun material bangunan.
Selain itu, Syamsul Bahri mengimbau masyarakat agar lebih waspada, khususnya warga yang bermukim di sekitar pohon-pohon besar.
“Perlu dilakukan pemangkasan pohon yang berpotensi membahayakan permukiman sebagai langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.
Sementara itu, Pemerintah Desa Pagerungan Kecil telah melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kecamatan dan berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, mengingat potensi cuaca ekstrem masih diperkirakan akan terjadi, khususnya di wilayah Kepulauan Sapeken.
![]()
Penulis : Wafa
















