Bangkalan Angkat Identitas Lewat Tari Akeppay di Madura Culture Festival #3

Minggu, 31 Agustus 2025 - 02:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Penampilan Tari Akeppay Kabupaten Bangkalan di Event Madura Culture Festival #3 Sumenep

Foto. Penampilan Tari Akeppay Kabupaten Bangkalan di Event Madura Culture Festival #3 Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Kabupaten Bangkalan turut hadir dalam Malam Ketiga Madura Culture Festival (MCF) #3 yang digelar di GOR A Yani, Sumenep, pada Sabtu (30/8/2025) malam.

Bangkalan menampilkan kesenian khasnya berupa Tari Akeppay, sebuah tarian penuh makna yang erat kaitannya dengan identitas masyarakat Madura.

Bappeda Sumenep

Kehadiran Bangkalan dalam dua agenda besar, yakni Madura Culture Festival #3 dan Madura Night Vaganza, menjadi bukti nyata semangat daerah ini untuk terus memajukan seni, budaya, sekaligus pembangunan lokal.

Partisipasi ini juga menegaskan komitmen Bangkalan dalam melestarikan warisan leluhur di tengah arus modernisasi.

Pantauan media di lokasi, Tari Akeppay ditampilkan dengan indah oleh para perempuan muda Bangkalan yang memadukan gerak lincah, penuh ekspresi, serta atraksi khas yang mengundang perhatian penonton.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah momen saat para penari membawa kipas sate sambil bersorak, “sate… sate… sate…”.

Sorakan tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan simbol mendalam bahwa sate telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Madura, khususnya Bangkalan.

Baca Juga :  Wakapolres Sumenep Pimpin Sidang BP-4R Terhadap Briptu Ifan Rizqi Awalludin

Sate bukan hanya sekadar kuliner, tetapi juga lambang ekonomi, budaya, serta kebanggaan yang terus dipertahankan hingga kini.

Sejarah sate Madura sendiri memiliki jejak panjang yang tak lepas dari kisah rakyat.

Menurut cerita yang berkembang, asal-usul sate bermula dari kunjungan Arya Panoleh, seorang penguasa Madura, ke Ponorogo, tempat kakaknya Batara Katong berkuasa. Saat itu, Arya Panoleh disuguhi sate Ponorogo, makanan dari daging ayam tusuk berbumbu bawang putih, kunyit, jahe, dan garam.

Baca Juga :  Melalui Digitalisasi Pemasaran, DKUPP Sumenep Target Kenaikan PAD 2,6M di Tahun 2025

Sejak perjumpaan itu, cita rasa sate berkembang di Madura dengan sentuhan khas masyarakat setempat. Rasa yang kuat, bumbu yang kaya, serta cara penyajian yang unik membuat sate Madura dikenal luas, bahkan dipasarkan hingga berbagai daerah di Indonesia.

Menariknya, istilah “Sate” sendiri diyakini berasal dari dialek Jawa, yakni “Sak Biting” atau “Sak Beteng”, yang berarti “Daging Yang Ditusuk”. Dalam tradisi masyarakat Madura, sebutannya adalah “Sati”. Seiring perkembangan zaman, pelafalan ini kemudian berubah menjadi “Sate”, yang kini menjadi istilah umum di seluruh Indonesia.

Penampilan Tari Akeppay di MCF #3 bukan sekadar suguhan tari, melainkan sebuah pesan tentang bagaimana kuliner dan budaya berpadu dalam satu kesatuan identitas.

Baca Juga :  Wisata Sumenep Tak Lagi Monoton, PAD Naik Drastis di Awal Tahun

Masyarakat Bangkalan melalui tarian ini ingin menegaskan bahwa warisan budaya, khususnya sate, akan terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Festival budaya seperti ini pun mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Ribuan penonton yang hadir tampak antusias menyaksikan atraksi demi atraksi dari berbagai kabupaten/kota, termasuk sajian khas Bangkalan.

Suasana riuh sorak penonton mengiringi setiap gerakan penari, menjadikan malam itu penuh warna dan makna.

Dengan ikut sertanya Bangkalan dalam Madura Culture Festival, diharapkan warisan seni, tradisi, dan kuliner Madura semakin dikenal secara nasional, bahkan dunia.

Tari Akeppay yang menggambarkan semangat masyarakat Bangkalan diharapkan menjadi inspirasi untuk menjaga kebudayaan di tengah derasnya arus globalisasi.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dari Kota Batu, SMSI Sumenep Rumuskan Masa Depan Media Siber Lokal
Prestasi Gemilang, Yazdan Al Dzaky Harumkan Sumenep di Ajang Sains Nasional
Dari Meja Billiard Menuju Prestasi, GEN Probet Tournament Dorong Talenta Muda
Kerapan Sapi Kapolres Sumenep Cup 2025, DRT The Big Family Teguhkan Pelestarian Budaya Madura
Edukasi Lingkungan Berbasis Aksi, DLH Sumenep Gelar Kemah Hijau
DRT The Big Family Angkat Nilai Budaya Madura Lewat Kerapan Sapi Kapolres Sumenep Cup 2025
Membangun Kedaulatan Epistemik: Analisis Marxis sebagai Fondasi Awal Aktivisme Perempuan
Sumenep Sun Run 2025, Pemkab Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Sehat
banner 325x300

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 15:13 WIB

Dari Kota Batu, SMSI Sumenep Rumuskan Masa Depan Media Siber Lokal

Senin, 15 Desember 2025 - 07:55 WIB

Prestasi Gemilang, Yazdan Al Dzaky Harumkan Sumenep di Ajang Sains Nasional

Minggu, 14 Desember 2025 - 22:27 WIB

Dari Meja Billiard Menuju Prestasi, GEN Probet Tournament Dorong Talenta Muda

Minggu, 14 Desember 2025 - 21:06 WIB

Kerapan Sapi Kapolres Sumenep Cup 2025, DRT The Big Family Teguhkan Pelestarian Budaya Madura

Minggu, 14 Desember 2025 - 17:23 WIB

Edukasi Lingkungan Berbasis Aksi, DLH Sumenep Gelar Kemah Hijau

Minggu, 14 Desember 2025 - 10:49 WIB

Membangun Kedaulatan Epistemik: Analisis Marxis sebagai Fondasi Awal Aktivisme Perempuan

Minggu, 14 Desember 2025 - 09:32 WIB

Sumenep Sun Run 2025, Pemkab Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Sehat

Minggu, 14 Desember 2025 - 09:24 WIB

Ning Lia: Politik Sejati Adalah Kebaikan yang Dirasakan Semua Golongan

Berita Terbaru