Bappeda Sumenep Sosialisasikan RAD-PG Sebagai Instrumen Perkuat Sektor Pangan dan Gizi

Jumat, 24 Januari 2025 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Kepala Badan Perencanaan pembangunan daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep melakukan Sosialisasi Rencana aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) Kabupaten Sumenep Tahun 2025-2029 di ruang rapat Trunojoyo Lantai II, Jumat 24 Januari 2025 Pukul 13.30 Hingga selesai.

Pada kesempatan tersebut Dr. Ir. Arif Firmanto, STP, MSi IPU menyampaikan bahwa Rapat dan Sosialisasi tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari perwujudan amanat UU Nomor 18 tahun 2012.

Bappeda Sumenep

Dimana dalam UU tersebut menjelaskan bahwa pangan merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia yang dijamin dalam Undang-undang Dasar (UUD) 1945 sebagai komponen dasar dalam mewujudkan Sumber daya Manusia (SDM) yang berkualitas, “Pungkasnya Kepala Bappeda Sumenep melalui keterangan rilis yang diterima Media nusainsider.com, Jumat 24/1/2025.

Sebagai pengejawantahan dari ASTA CITA Presiden Prabowo terkait peningkatan Kualitas SDM dari pemenuhan Pangan dan Gizi.

Baca Juga :  Buntut Ibu dan Anak Tewas Tertimpa Tiang PLN, Aktivis Mahasiswa Nasional Pulang Kampung ke Binjai

Undang-undang pangan bukan hanya berbicara tentang ketahanan pangan, namun juga memperjelas dan memperkuat tentang pentingnya pencapaian ketahanan pangan dengan mewujudkan kedaulatan pangan (Food Soveregnity), kemandirian pangan (Food Resilience) dan keamanan pangan (Food Safety).

Oleh karena itu, Pemkab Sumenep melalui Bappeda setempat berkomitmen menjadikan RAD-PG sebagai instrumen utama di sektor pangan dan gizi, serta memastikan bahwa dokumen perencanaan daerah sejalan dengan indikator dan target pembangunan dalam bidang tersebut yang telah ditetapkan pemerintah pusat, “Jelasnya.

Pihaknya juga mendorong peningkatan koordinasi yang lebih efektif antara SKPD terkait, seperti Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, dan OPD lainnya untuk memastikan sinergi dalam implementasi RAD-PG ini.

Sosialisasi dan Koordinasi tersebut diperlukan untuk mengatasi isu-isu lintas sektor yang mempengaruhi pangan dan gizi.

Baca Juga :  Komitmen Entaskan Kemiskinan, Bappeda Sumenep Sosialisasikan Hasil Akhir Penyusunan Dokumen RPKD 2025-2029

Disamping itu, Pemkab Sumenep juga berkomitmen dalam program dan rencana aksi pemenuhan Pangan dan Gizi yang beragam, bergizi, seimbang dan aman sehingga nantinya dapat mengurangi jumlah Anak Resiko Stunting, “Paparnya.

Pimpinan Inovatif tersebut melanjutkan bahwa pihaknya memiliki pengalaman berharga sehingga penanganan Stunting harus menjadi Prioritas sehingga dirinya memerintahkan Dinas terkait untuk bekerja keras agar angka Stunting di Sumenep menurun.

Tentunya tidak sedikit kendala yang kita hadapi, namun kita semua mampu melewatinya dan menyelesaikannya dengan konvergensi program yang tepat dan Kerjasama seluruh elemen yang baik,” ujar Arif Firmanto yang akrab disapa Arif.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa RAD-PG merupakan dokumen perencanaan yang memuat strategi dan intervensi yang komprehensif untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizi di daerah.

Sehingga dalam penyusunannya harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan dimulai dari Pemerintah Daerah, Akademisi, dan juga masyarakat itu sendiri.

“Saya yakin, dengan semangat kolaborasi dan sinergi dari semua pihak, RAD-PG ini dapat menjadi instrumen yang efektif untuk mewujudkan daerah yang baik dengan ketersediaan Pangan dan ketercukupan gizinya,” Tutupnya.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

Antara Teknologi dan Kasih Sayang, Ning Lia Suarakan Peran Keluarga
Belasan Jabatan Bergeser, Polres Sumenep Lakukan Rotasi Besar-besaran
Lia Istifhama Sebut Sumber Energi dari Madura, Peluang Kerja ke Luar Daerah
Perkuat Transparansi, Bupati Sumenep Resmi Lantik Komisioner Komisi Informasi
PDIP Sumenep Peringati Ultah Megawati dengan Cara Sederhana dan Merakyat
Dari Baja hingga Filosofi, Keris Sumenep Pikat Konsul Jenderal Australia
Pembatasan Pita Cukai Picu PHK, YLBH Madura Soroti Dugaan Praktik Tak Sehat
Angin Kencang Hantam Kepulauan Sapeken, Warga Pagerungan Kecil Mengungsi
banner 325x300

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 10:39 WIB

Antara Teknologi dan Kasih Sayang, Ning Lia Suarakan Peran Keluarga

Sabtu, 24 Januari 2026 - 10:27 WIB

Belasan Jabatan Bergeser, Polres Sumenep Lakukan Rotasi Besar-besaran

Sabtu, 24 Januari 2026 - 02:43 WIB

Lia Istifhama Sebut Sumber Energi dari Madura, Peluang Kerja ke Luar Daerah

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:35 WIB

Perkuat Transparansi, Bupati Sumenep Resmi Lantik Komisioner Komisi Informasi

Jumat, 23 Januari 2026 - 10:30 WIB

PDIP Sumenep Peringati Ultah Megawati dengan Cara Sederhana dan Merakyat

Kamis, 22 Januari 2026 - 15:32 WIB

Pembatasan Pita Cukai Picu PHK, YLBH Madura Soroti Dugaan Praktik Tak Sehat

Kamis, 22 Januari 2026 - 11:28 WIB

Angin Kencang Hantam Kepulauan Sapeken, Warga Pagerungan Kecil Mengungsi

Kamis, 22 Januari 2026 - 02:57 WIB

Polres Sumenep Bongkar Peredaran Sabu 100 Gram di Dasuk, Seorang Perempuan Diamankan

Berita Terbaru