BEM UPI Sumenep Desak Rektor Mundur, Ungkap Dugaan Pungli dan SOP Dosen Bermasalah

Jumat, 30 Januari 2026 - 06:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Mahasiswa UPI Sumenep saat Gelar Aksi Demontrasi KIP di kampus setempat

Foto. Mahasiswa UPI Sumenep saat Gelar Aksi Demontrasi KIP di kampus setempat

SUMENEP, nusainsider.com — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas PGRI Sumenep menggelar aksi demonstrasi di depan kampus setempat, Kamis (29/1/2026).

Aksi tersebut digelar untuk menyoal nasib mahasiswa angkatan 2025, khususnya terkait transparansi Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang dinilai sarat persoalan.

Ratusan mahasiswa turun ke jalan mempertanyakan mekanisme penyaluran KIP Kuliah tahun 2025. Mereka menilai proses seleksi tidak transparan, mengingat dari sekitar 560 pendaftar, hanya 50 mahasiswa yang dinyatakan lolos sebagai penerima bantuan.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Nurul Hidayatullah, menegaskan bahwa pihaknya menuntut tanggung jawab pimpinan kampus atas persoalan tersebut. Bahkan, ia meminta rektor mundur dari jabatannya apabila tidak mampu menyelesaikan permasalahan yang ada.

“Jika rektor tidak mampu mengatasi persoalan ini, sebaiknya mundur dari jabatannya,” tegas Nurul dalam orasinya.

Selain menyoroti KIP Kuliah, massa aksi juga mengungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan mata kuliah renang.

Baca Juga :  Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani

Menurut Nurul, mahasiswa diwajibkan melakukan pembayaran, termasuk mahasiswa penerima KIP Kuliah.
Ia menilai praktik tersebut sangat bermasalah karena mata kuliah renang merupakan bagian dari kurikulum akademik wajib, bukan kegiatan tambahan atau pilihan.

“Ketentuan KIP Kuliah secara tegas melarang segala bentuk pungutan kepada mahasiswa penerima KIP yang berkaitan dengan kegiatan akademik, termasuk mata kuliah, praktikum, dan proses pembelajaran lainnya,” ungkapnya.

Orator lain, Ach. Zainuddin, turut menyoroti belum jelasnya Standar Operasional Prosedur (SOP) dosen sejak kampus beralih status menjadi universitas. Ia menyebut, saat dikonfirmasi, Kepala SDM yang baru mengaku masih mempelajari SOP tersebut.

“Ini menjadi bukti gagalnya rektor dalam menjalankan tata kelola kampus yang baik bersama para stakeholder,” teriaknya saat berorasi.

Zainuddin juga menyinggung dampak dari ketidakjelasan SOP dosen, yang menurutnya membuka ruang terjadinya praktik pungli dan mafia jurnal. Hal tersebut dinilai sebagai akibat kurang seriusnya kampus dalam melakukan asesmen terhadap dosen baru.

“Permasalahan profesionalisme dosen muncul karena SOP yang tidak jelas,” katanya.

Menanggapi tuntutan mahasiswa, Rektor UPI Sumenep, Asmoni, menyatakan siap menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa angkatan 2025. Ia juga mengapresiasi kepedulian mahasiswa terhadap kondisi kampus.

“Kami pihak rektorat akan menerbitkan surat keputusan (SK) berisi kebijakan beasiswa untuk membantu mahasiswa yang belum mendapatkan KIP Kuliah,” ujarnya.

Asmoni menambahkan, kampus juga akan membuka kesempatan bagi mahasiswa yang membutuhkan untuk mendaftar beasiswa yatim piatu, tahfidz, dan beasiswa berprestasi.

“Namun tetap harus memprioritaskan mahasiswa yang benar-benar tidak mampu,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Moh. Fauzi, menyampaikan bahwa pada pertengahan Februari 2026 pihak kampus akan mengeluarkan kebijakan beasiswa berdasarkan hasil asesmen terhadap mahasiswa yang membutuhkan.

“Pertengahan bulan dua tahun ini kebijakan beasiswa sudah bisa diberlakukan,” singkatnya.

Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum (BAU), M. Ridwan, menanggapi isu SOP dosen dengan menyebut bahwa dosen tidak tetap merupakan praktisi yang berganti setiap semester.

“Dosen tidak tetap itu berganti setiap semester dan hanya sebagai praktisi,” jelasnya.

Ridwan juga mengklaim bahwa SOP dosen sebenarnya sudah ada dan dijalankan sesuai regulasi yang berlaku, termasuk dalam proses seleksi tenaga pendidik.
“Kami telah menjalankan SOP dosen untuk menyeleksi tenaga pendidik yang masuk ke kampus,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Pelantikan dan PKD XV PMII STITA, Momentum Menguatkan Loyalitas dan Intelektualitas
Festival Karaoke Dangdut Media Expo 2026 Sumenep Memanas, 25 Peserta Tembus Semifinal
Dari Bazar Murah hingga Deklarasi, Sumenep Youth Movement 2026 Dorong Peran Strategis Pemuda
Semangat Sumpah Pemuda, Kapolres Pamekasan Lepas 150 Perwakilan Mahasiswa dan Santri Menuju Polda Jatim
TBIN UIN Madura Gelar Konferensi Internasional Lalonget ke-7, Hadirkan Narasumber Empat Negara
Ning Lia Hadiri Media Expo 2026, Budaya Madura Dinilai Punya Potensi Ekonomi Kreatif
Media Expo Perdana di Jatim Dibuka di Sumenep, Pemprov Jatim Dorong Pelestarian Budaya dan Kesenian
Membanggakan! Awan Dania Dwi Putri Raih Juara 1 Seni Tunggal Remaja Putri di Trunodjoyo National Championship III 2026

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Pelantikan dan PKD XV PMII STITA, Momentum Menguatkan Loyalitas dan Intelektualitas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Festival Karaoke Dangdut Media Expo 2026 Sumenep Memanas, 25 Peserta Tembus Semifinal

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Dari Bazar Murah hingga Deklarasi, Sumenep Youth Movement 2026 Dorong Peran Strategis Pemuda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Semangat Sumpah Pemuda, Kapolres Pamekasan Lepas 150 Perwakilan Mahasiswa dan Santri Menuju Polda Jatim

Rabu, 28 Oktober 2026 - 01:28 WIB

Ning Lia Hadiri Media Expo 2026, Budaya Madura Dinilai Punya Potensi Ekonomi Kreatif

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Media Expo Perdana di Jatim Dibuka di Sumenep, Pemprov Jatim Dorong Pelestarian Budaya dan Kesenian

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:53 WIB

Membanggakan! Awan Dania Dwi Putri Raih Juara 1 Seni Tunggal Remaja Putri di Trunodjoyo National Championship III 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Media Expo 2026 Perdana di Jawa Timur, Cak Fauzi Beri Apresiasi kepada Tiga Media Lokal

Berita Terbaru