SUMENEP, nusainsider.com — Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H, kembali menyisir satu per satu stand yang ikut serta dalam Pameran Pembangunan Madura Culture Festival (MCF) #3 di GOR A. Yani Sumenep.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan pameran pembangunan benar-benar menampilkan inovasi dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga pihak swasta. Semua pihak diharapkan dapat menunjukkan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui layanan dan produk unggulan masing-masing.

Sekitar pukul 20.18 WIB, orang nomor satu di Kabupaten Sumenep itu tiba di Stand KSPP Syariah BMT NU (Baitul Maal wat Tamwil Nuansa Ummat) Jawa Timur yang mengusung tagline “Mengabdi Tanpa Batas, Melayani dengan Ikhlas”.
Dalam kunjungannya, Bupati Achmad Fauzi atau yang akrab disapa Cak Fauzi, menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan BMT NU di ajang tahunan tersebut.
Menurutnya, partisipasi BMT NU menunjukkan komitmen besar dalam mendukung perkembangan ekonomi lokal sekaligus memperkenalkan produk-produk unggulan kepada masyarakat.
“Event ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga ruang promosi dan edukasi. Kehadiran BMT NU memperlihatkan peran nyata lembaga keuangan syariah dalam menopang perekonomian daerah,” ujar Cak Fauzi usai kunjungan ke Stand Milik BMT NU Jawa Timur.
Sementara itu, Direktur Risiko Kepatuhan dan Maal BMT NU Jawa Timur, Idan Hermanto, menyampaikan rasa bangga dapat berpartisipasi dalam MCF #3.
Menurutnya, keikutsertaan ini bukan hanya bentuk dukungan terhadap pemerintah daerah, tetapi juga sarana untuk lebih dekat dengan masyarakat.
“Kami ingin menyemarakkan acara ini dan memperkenalkan produk kami yang bermanfaat, mulai dari layanan simpan pinjam, tabungan, hingga produk-produk anggota kami,” tutur Idan, Senin malam (1/9/2025).
Salah satu produk unggulan yang dipamerkan BMT NU adalah beragam pilihan tabungan sesuai kebutuhan masyarakat.
Beberapa di antaranya Tabah (tabungan harian yang dapat dicairkan keesokan harinya), Tarawih (tabungan dengan bagi hasil untuk kepentingan sosial), serta Simpanan Berjangka Mudaroba yang menyerupai produk perbankan komersial.
Selain itu, tersedia pula program simpanan dengan hadiah langsung tanpa undian, serta produk Siaga yang menjadi simpanan inti anggota.
“Kami juga memperkenalkan layanan pinjaman berbasis kelompok, dengan plafon mulai Rp 2 juta hingga Rp 10 juta sesuai perkembangan usaha anggota,” imbuh Idan.
Lebih jauh, BMT NU menawarkan layanan multiguna berupa titipan emas yang berfungsi mirip sistem pegadaian. Fasilitas ini diharapkan memberi solusi fleksibel bagi masyarakat yang membutuhkan dana cepat tanpa kehilangan aset berharga.
Tak hanya sektor keuangan, BMT NU juga mempromosikan unit usaha Nusa Ummat yang bergerak di bidang perdagangan swalayan dan elektronik.
Layanan lain yang cukup diminati adalah paket perjalanan umroh. Idan menegaskan bahwa pihaknya secara rutin memberangkatkan jamaah setiap bulan dengan harga bersaing dan variasi paket yang beragam.
Produk-produk dari anggota BMT NU pun turut dipamerkan di stand mereka. Mulai dari kebutuhan rumah tangga, elektronik, hingga layanan keuangan dapat diakses langsung oleh masyarakat yang berkunjung.
“Semua layanan kami hadir di stand ini. Masyarakat bisa datang, berkonsultasi, dan memilih produk yang sesuai. Harapan kami, kehadiran BMT NU di festival ini semakin mempererat hubungan dengan masyarakat dan ikut berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian daerah,” pungkas Idan.
Keterlibatan BMT NU Jawa Timur di MCF #3 menegaskan bahwa pameran pembangunan tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tetapi juga wadah memperkenalkan inovasi dan layanan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumenep.
![]()
Penulis : Wafa

















