SUMENEP, nusainsider.com — Jangan bayangkan stan rumah sakit hanya berisi poster program dan deretan informasi pelayanan. Di tengah riuh Pameran Pembangunan Madura Night Vaganza (MNV) 2026, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep justru membawa pelayanan kesehatan langsung ke hadapan masyarakat.
Bukan sekadar melihat-lihat program, pengunjung bisa mendapatkan layanan kesehatan secara gratis. Mulai dari konsultasi dokter spesialis, pemeriksaan darah, fisioterapi hingga edukasi kesehatan tersedia di stan RSUD Sumenep yang berada di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep.
Kehadiran layanan tersebut semakin mendapat perhatian ketika Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyambangi stan RSUD Sumenep.
Bupati tidak hanya melihat berbagai materi yang ditampilkan, tetapi juga menyapa masyarakat dan berinteraksi dengan dokter spesialis yang bertugas.
Suasana stan pun berlangsung cair. Bupati Fauzi terlihat berbincang dengan sejumlah pengunjung sekaligus menyimak penjelasan jajaran RSUD mengenai berbagai layanan yang diperkenalkan selama pameran.
Momentum tersebut memperlihatkan bahwa pelayanan publik tidak harus selalu berlangsung di balik gedung dan meja birokrasi. Melalui MNV 2026, layanan kesehatan justru dibawa lebih dekat ke ruang masyarakat.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kehadiran dokter spesialis di stan RSUD Sumenep. Masyarakat memiliki kesempatan memperoleh konsultasi dan informasi kesehatan secara langsung tanpa harus datang ke rumah sakit.
Selain konsultasi, pengunjung juga dapat mengikuti game kesehatan, pemeriksaan darah dan layanan fisioterapi secara gratis.
Direktur RSUD Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes, mengatakan keikutsertaan rumah sakit dalam MNV 2026 menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Pelayanan kesehatan harus semakin dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memberikan edukasi sekaligus membuka akses masyarakat untuk mengenal dan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia,” kata dr. Erliyati.
Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak hanya berbicara tentang penanganan ketika masyarakat sakit. Edukasi dan komunikasi juga menjadi bagian penting agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan.
Ia menambahkan, peningkatan mutu pelayanan membutuhkan kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah dan masyarakat.
“Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik, mudah diakses dan memberikan manfaat. Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat,” ujarnya.
Kunjungan Bupati Fauzi juga tidak berhenti pada peninjauan stan. Ia turut berinteraksi dengan masyarakat dan melihat langsung aktivitas pelayanan yang berlangsung.
Tak hanya layanan kesehatan, RSUD Sumenep juga menyiapkan sejumlah hadiah bagi pengunjung melalui rangkaian kegiatan dan undian.
Hadiah tersebut antara lain sepeda gunung, mesin cuci, kipas angin, dispenser hingga kulkas. Bupati Fauzi bahkan menyerahkan langsung hadiah sepeda gunung kepada salah seorang pemenang undian.
Di balik kemeriahan tersebut, RSUD Sumenep membawa tema “Transformasi Pelayanan, Produktivitas Daerah dan Pembangunan Berkelanjutan”.
Pesan yang ingin disampaikan cukup jelas: transformasi pelayanan kesehatan harus dirasakan masyarakat, bukan sekadar menjadi slogan.
MNV 2026 sendiri menjadi salah satu ruang besar untuk mempertemukan pemerintah dengan masyarakat. Sekitar 200 stan ikut meramaikan Pameran Pembangunan dengan menghadirkan program, inovasi, produk dan potensi daerah.
Kegiatan ini melibatkan perangkat daerah, instansi vertikal, kecamatan, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, pelaku usaha hingga UMKM.
Madura Night Vaganza 2026 merupakan bagian dari rangkaian Madura Culture Fest (MCF) #4 yang berlangsung 26 Agustus hingga 4 September 2026.
Di tengah gemerlap pameran, stan RSUD Sumenep memberikan warna berbeda. Pelayanan tidak hanya dipamerkan, tetapi langsung dipraktikkan.
Konsultasi dokter spesialis, pemeriksaan darah, fisioterapi dan edukasi kesehatan menjadi bukti bahwa ruang pameran juga bisa berubah menjadi ruang pelayanan.
Kunjungan Bupati Fauzi, interaksi dengan warga dan dokter spesialis hingga penyerahan hadiah semakin memperkuat pesan tersebut.
Bahwa pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya seberapa banyak program yang ditampilkan, tetapi seberapa dekat dan mudah pelayanan itu dirasakan masyarakat.
![]()
Penulis : Wafa
















