SUMENEP, nusainsider.com — Disparitas atau kesenjangan pembangunan di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep kembali menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu terakhir.
Persoalan ini mencakup keterbatasan infrastruktur jalan, akses transportasi antar pulau, layanan kesehatan, hingga sektor pendidikan yang dinilai belum merata.
Kondisi tersebut memicu tuntutan dari masyarakat kepulauan agar pemerintah lebih serius melakukan pemerataan pembangunan.
Diketahui, Kabupaten Sumenep memiliki sebanyak 126 pulau, dengan 48 pulau di antaranya berpenghuni dan tersebar jauh dari pusat pemerintahan di wilayah daratan.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, menegaskan komitmennya untuk terus mengurangi kesenjangan tersebut melalui berbagai program pembangunan yang menyasar wilayah kepulauan.
“Tidak boleh ada perbedaan antara kepulauan dan daratan. Itu yang sedang kami kerjakan sejak awal memimpin hingga saat ini, baik dalam sektor pendidikan, ekonomi, infrastruktur dan lain sebagainya,” ujar Achmad Fauzi kepada media nusainsider.com, Jumat (10/4/2026).
Menurutnya, salah satu capaian yang mulai dirasakan masyarakat kepulauan adalah peningkatan akses listrik. Sejumlah desa kini telah menikmati layanan listrik selama 24 jam, meskipun belum seluruh wilayah kepulauan terjangkau.
“Sudah ada desa yang menikmati listrik 24 jam, di antaranya di Kepulauan Raas, sapudi, Kangean, Mamburit, Masalembu, Karamian, dan Gili Raja,” ungkapnya.
Namun demikian, Fauzi mengakui bahwa upaya mengatasi disparitas pembangunan tidak dapat sepenuhnya ditopang oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep.
Pemerintah daerah, lanjutnya, membutuhkan dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat, serta peran aktif anggota legislatif dari daerah pemilihan kepulauan agar persoalan ini dapat ditangani secara komprehensif.
“Pemkab Sumenep tidak akan mampu mengatasi semua kesenjangan ini hanya dengan APBD. Perlu dukungan dari provinsi, pusat, dan juga anggota dewan dari dapil kepulauan untuk bersama-sama memikirkan dan bergerak mencari solusi,” jelasnya.
Cak Fauzi, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa pembangunan di kepulauan akan terus menjadi prioritas pemerintahannya.
Ia berharap kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat pemerataan pembangunan sehingga masyarakat kepulauan mendapatkan hak yang sama seperti masyarakat di daratan, “Tutupnya.
Berdasarkan informasi berbagai sumber, Setiap pulau memiliki kapasitas listrik berbeda sesuai kebutuhan, Pulau Karamian dengan kapasitas 175 kWp, Saseel dan Saur masing-masing 150 kWp, dan Sadulang Kecil 50 kWp, pulau Masalembu dengan kapasitas 4,175 kWp, pulau Giliraja dengan kapasitas 1,110Kw.
![]()
Penulis : Wafa
















