SURABAYA nusainsider.com — Perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pendidikan keagamaan, khususnya keberadaan guru ngaji dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama.
Senator yang akrab disapa Ning Lia itu menilai pendidikan Al-Qur’an memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
Menurutnya, keberadaan guru ngaji yang berada dekat dengan kehidupan masyarakat tidak boleh dipandang sebelah mata. Meski aktivitasnya berlangsung sederhana di lingkungan masing-masing, kontribusinya dinilai memiliki dampak besar terhadap pembentukan moral dan karakter anak-anak.
“Perhatian Pemprov Jatim terhadap pendidikan keagamaan sangat baik. Pemerintah tidak hanya melihat pendidikan dari sisi akademik, tetapi juga memahami bahwa pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan merupakan bagian penting dalam menyiapkan generasi Jawa Timur,” ujar Ning Lia saat menerima silaturahmi jajaran Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (DPW FKPQ) Jawa Timur di Kantor DPD RI Jawa Timur, Surabaya, Jumat malam (11/9/2026) lalu.
Ning Lia menegaskan, guru ngaji memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat, khususnya anak-anak yang belajar membaca dan memahami Al-Qur’an.
“Guru ngaji hadir sangat dekat dengan masyarakat. Perannya mungkin sederhana, tetapi dampaknya sangat besar. Karena itu, ketika pemerintah memberikan perhatian kepada mereka, itu merupakan bentuk kepedulian yang sangat baik terhadap pendidikan dan generasi masa depan,” katanya.
Pertemuan dengan jajaran DPW FKPQ Jatim berlangsung dalam suasana hangat. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga menjadi ruang bagi FKPQ untuk menyampaikan berbagai pandangan dan aspirasi terkait perkembangan pendidikan Al-Qur’an di Jawa Timur.
Sejumlah persoalan turut dibahas, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan sumber daya manusia (SDM), legalitas lembaga, hingga perhatian terhadap kesejahteraan dan keberadaan guru ngaji.
Ketua DPW FKPQ Jawa Timur, H Abdul Aziz, mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum bagi pihaknya untuk menyampaikan berbagai pengalaman dan masukan dari para pengelola Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) di sejumlah daerah.
“Alhamdulillah, atas doa dan dorongan kawan-kawan DPW FKPQ Jawa Timur, kami bisa bersilaturahmi dengan DPD RI. Kami menyampaikan berbagai curhatan dan aspirasi yang selama ini menjadi perhatian kami di lapangan, khususnya terkait pendidikan Al-Qur’an dan guru ngaji,” ujar Aziz.
Ia menilai perhatian terhadap LPQ dan guru ngaji perlu terus diperkuat seiring dengan semakin kompleksnya tantangan pendidikan di tengah masyarakat.
Menurut Aziz, dukungan terhadap pendidikan Al-Qur’an tidak cukup hanya dari sisi kebijakan dan kelembagaan.
Peningkatan kapasitas para pengelola serta guru TPQ juga menjadi kebutuhan agar mampu mengikuti perkembangan zaman, termasuk dalam pemanfaatan teknologi digital.
Persoalan legalitas lembaga melalui izin operasional (Izop) serta peningkatan kualitas tahsin juga menjadi bagian dari pembahasan.
FKPQ berharap penguatan kelembagaan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan mutu pembelajaran, sehingga keberadaan LPQ dan TPQ semakin mampu memberikan pendidikan Al-Qur’an yang berkualitas kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, DPW FKPQ Jatim juga menyerahkan manuskrip Tahsin-PMPQ kepada Ning Lia untuk mendapatkan masukan dan pandangan.
Tahsin-PMPQ merupakan program mengaji bagi guru TPQ dengan target khatam 30 juz menggunakan metode membaca Al-Qur’an dengan berlagu atau bittaghonniy. Program tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya memperkuat kemampuan tahsin sekaligus memperkaya metode pembelajaran Al-Qur’an di Jawa Timur.
Aziz berharap manuskrip tersebut dapat terus dikembangkan dan disempurnakan sehingga memberikan manfaat lebih luas bagi para guru TPQ maupun pengembangan pendidikan Al-Qur’an di Jawa Timur.
“Kami juga menyerahkan manuskrip PMPQ untuk mendapatkan masukan. Harapannya, manuskrip ini bisa terus disempurnakan, sehingga dapat menambah kualitas dan khazanah tahsin di Jawa Timur, khususnya bagi pendidikan Al-Qur’an,” tandasnya. [*]
![]()
Penulis : Wafa
















