Cegah Komplikasi Diabetes, Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Kapasitas FKTP

Selasa, 8 Juli 2025 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kegiatan Pelatihan Tata Laksana dan rehabilitasi penderita Diabetes Mellitus (DM) bagi tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

Foto. Kegiatan Pelatihan Tata Laksana dan rehabilitasi penderita Diabetes Mellitus (DM) bagi tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

SUMENEP, nusainsider.comDinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep menggelar pelatihan tata laksana dan rehabilitasi penderita Diabetes Mellitus (DM) bagi tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

Kegiatan berlangsung di Hotel De Baghrad, Sumenep, Selasa, 8 Juli 2025. Pelatihan ini diikuti 70 peserta yang terdiri dari 30 dokter dan 30 perawat dari Puskesmas serta 10 perawat dari klinik.

Bappeda Sumenep

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, di antaranya dr. Mohammad Kristian, Sp.PD dari RSI Garam Kalianget, serta dr. Didik Permadi, M.Klin., Sp.KFR dari RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

Baca Juga :  Akhir Pekan, Cara Ngobrol Santai Sosok Achmad Fauzi bersama Anak Millenial

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga medis dalam menangani kasus DM di tingkat layanan primer.

“Peningkatan pengetahuan dan keterampilan dokter maupun perawat sangat penting agar penanganan pasien diabetes di Puskesmas dan klinik berjalan optimal,” ujar Syamsuri dalam sambutannya.

Ia menegaskan, prevalensi penderita DM terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kondisi ini menuntut pelayanan kesehatan dasar untuk semakin responsif dan terlatih dalam melakukan deteksi dini dan penatalaksanaan yang tepat.

Menurutnya, jika dikelola dengan baik sejak dini, penderita DM dapat terhindar dari komplikasi kronis seperti kerusakan ginjal, jantung, hingga amputasi.

Baca Juga :  Kepemimpinan Achmad Fauzi Wongsojudo Berhasil Menempatkan Sumenep Peringkat Pertama Penanganan Kemiskinan se-Jawa Timur

Karena itu, pendekatan promotif dan preventif harus menjadi prioritas, “Imbuhnya.

Sementara itu, dr. Mohammad Kristian, Sp.PD, memaparkan materi tentang standar tata laksana DM di fasilitas layanan primer. Ia menekankan pentingnya edukasi pasien, pengaturan pola makan, dan pemantauan kadar gula darah secara berkala.

“Dokter dan perawat di FKTP adalah garda terdepan dalam manajemen DM. Pengetahuan yang tepat akan sangat menentukan keberhasilan terapi jangka panjang,” ungkap dr. Kristian.

Sedangkan dr. Didik Permadi, Sp.KFR, membawakan materi tentang rehabilitasi dan penanganan komplikasi fisik akibat DM. Ia menjelaskan pentingnya terapi fisik dan latihan terprogram guna menjaga mobilitas dan kualitas hidup pasien.

Baca Juga :  Berikut Kriteria Khusus Tenaga Ahli Yang Dibutuhkan DPRD Kabupaten Sumenep, Buruan.

Para peserta juga diberikan simulasi langsung penatalaksanaan DM, termasuk penggunaan alat pemantau gula darah dan penyusunan rencana pengelolaan individu (RPI) untuk pasien diabetes.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Dinkes P2KB Sumenep dalam memperkuat sistem layanan kesehatan dasar berbasis penyakit tidak menular (PTM), khususnya diabetes yang kini menjadi ancaman serius bagi masyarakat.

Dengan pelatihan ini, diharapkan setiap FKTP di Kabupaten Sumenep dapat memberikan pelayanan yang lebih terarah, efektif, dan efisien terhadap pasien DM sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

ProASN Dikebut, Pemkab Sumenep Mantapkan Manajemen Talenta ASN
Soroti Nasib Pedagang Buah, Lia Istifhama Tekankan Kebijakan yang Lebih Berpihak
Sigap dan Humanis, Polwan Sumenep Atur Lalin Saat Ibadah Jumat
Menuju Pemerintahan Akuntabel, Sumenep Perkuat Implementasi SAKIP 2025
Akun WhatsApp ‘CV Sumber Jaya Barokah’ Lenyap, Alumni Ponpes Aqidah Usymuni Desak Polda Jatim Usut Pemilik Jasa
Edukasi Lalu Lintas Masuk Kampus, Satlantas Sumenep Perkuat Kesadaran Mahasiswa Uniba
Abaikan Pemanggilan, Travel Umrah di Malang Diduga Pasang Reklame Tanpa Izin
Mahameru Lantas: Satlantas Sumenep Lakukan Rumchek Ketat di Terminal Arya Wiraraja
banner 325x300

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 20:53 WIB

ProASN Dikebut, Pemkab Sumenep Mantapkan Manajemen Talenta ASN

Jumat, 12 Desember 2025 - 14:52 WIB

Soroti Nasib Pedagang Buah, Lia Istifhama Tekankan Kebijakan yang Lebih Berpihak

Jumat, 12 Desember 2025 - 13:55 WIB

Sigap dan Humanis, Polwan Sumenep Atur Lalin Saat Ibadah Jumat

Jumat, 12 Desember 2025 - 12:30 WIB

Menuju Pemerintahan Akuntabel, Sumenep Perkuat Implementasi SAKIP 2025

Jumat, 12 Desember 2025 - 10:55 WIB

Akun WhatsApp ‘CV Sumber Jaya Barokah’ Lenyap, Alumni Ponpes Aqidah Usymuni Desak Polda Jatim Usut Pemilik Jasa

Kamis, 11 Desember 2025 - 21:54 WIB

Abaikan Pemanggilan, Travel Umrah di Malang Diduga Pasang Reklame Tanpa Izin

Kamis, 11 Desember 2025 - 16:55 WIB

Mahameru Lantas: Satlantas Sumenep Lakukan Rumchek Ketat di Terminal Arya Wiraraja

Kamis, 11 Desember 2025 - 15:45 WIB

Ning Lia Menginspirasi: Kisah Hidup, Nilai Perjuangan, dan Gagasan Besar untuk Negeri

Berita Terbaru