Cerita Sukses Tanam Bawang Merah Yang Baik Dan Bagus Versi Petani, Begini

- Pewarta

Sabtu, 15 Juli 2023 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hikam, kelompok tani desa karangnangka kecamatan rubaru

Hikam, kelompok tani desa karangnangka kecamatan rubaru

SUMENEP, nusainsider.com Kelompok Tani Desa Karangnangka Ceritakan pengalaman tanam bawang merah yang baik dan bagus, Sabtu 15 Juli 2023.

Diketahui, sebelumnya, Belasan kelompok tani desa karangnangka pada tahun 2022 mendapatkan bantuan program upland project dari kementerian pertanian Republik Indonesia (kementan RI) melalui Dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) kabupaten Sumenep, sementara tahun ini hanya 2 Kelompok tani penerima di wilayah tersebut.

Hikam menjelaskan bahwa dormansi penanaman bibit bawang merah yang bagus pertumbuhannya dan kompak, itu ketika umur 90 hari.

Baca Juga :  Tahun Ketiga ; DKPP Sumenep Kembali Laksanakan Program Upland Project 2023 Dilokasi Ini

“Sejak panen, bibit yang bagus ditanam itu, sejauh pengalaman saya Diatas 70 hari dormansinya. Dan lebih bagus serta kompak pertumbuhannya itu ketika umur 90 hari, Umur 60 hari tetap akan tumbuh, hanya saja tidak kompak tumbuhnya dan rawan terhadap penyakit”, kata petani asal karangnangka saat ditemui wartawan nusainsider.com, (Sabtu 15/23) sore.

Itupun kadangkala, kurang begitu kebal terhadap hama. Sebab ketika kurang umur dan tumbuh, imunnya pasti kurang serta kadar air tidak tuntas, “jelasnya.

Terkait penanaman bawang merah yang bagus dan baik adalah ketika di musim kemarau. Sebab hama itu tidak terlalu parah.

Bisa saja dimusim hujan, hanya saja perlu kesiapan pupuk serta Obat-obatan yang memadai, dari sebelum panen hingga hampir panen.

Tapi yang perlu dicatat, ketika gejala sudah menyerang maka tipis harapan untuk meraup keuntungan. Sebab pihaknya pada tahun 2021 pernah tanam 2kwintal 70Kilogram dimusim hujan, hasil beli sendiri bukan bantuan, “imbuhnya.

Baca Juga :  Pra Pon Xxi Resmi Dibuka Ditoba Masyarakat Yayasan Mulia Raja Napitupulu Tetap Menjaga Kantibmas

Hikam sapaan akrabnya menceritakan bahwa Ketika itu (red. Tahun 2021), dirinya tanam dilahan miliknya daerah Basoka karena musim hujan, baru kalau musim kemarau pihaknya pasti tanam di karangnangka.Tanamnya tidak berbarengan, yang mengakibatkan penyakit masuk ke lahan miliknya.

“Karena tanam bawang kalau tidak berbarengan dan lahan berdekatan akan rentan terhadap penyakit kalau daerah Sumenep, beda dengan Probolinggo serta daerah jawa”, tuturnya.

Kalau daerah probolinggo atau jawa, meskipun tanamnya tidak berbarengan, hasil panen bawangnya tetap bagus karena disana dipasang jaring sepanjang lahan miliknya yang ditanami bawang.

Lagi-lagi, ketika tanamnya tidak berbarengan, maka penyakit itu akan pindah ke lahan atau tanaman yang baru. Bakteri atau kuman itu akan pindah.

Disini (red. Sumenep) kalau tidak berbarengan tanamnya mesti tidak akan bagus, walaupun tumbuhnya bagus, pasti lama-lama nanti akan dihampiri penyakit, “Pungkasnya.

Ditambahkan, untuk wilayah Rubaru, Tanah yang bagus untuk tanam bawang merah adalah daerah Mandala, karangnangka dan Basoka. Hanya saja mandala kekurangan Air, ” Tambahnya.

Baca Juga :  Reka Ulang Pembunuhan Di Desa Talawaan Di Gelar Di Polres Minahasa Utara

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKPP) kabupaten sumenep melalui kepala Bidang Penyuluhan, Moh Farid menjelaskan bahwa Tahun 2023 merupakan tahun ketiga pelaksanaan proyek UPLAND di Kabupaten sumenep.

Sebagai informasi, Proyek UPLAND merupakan kegiatan pertanian di dataran tinggi yang komprehensif, mulai dari pengembangan on-farm sampai off-farm. Proyek percontohan UPLAND telah berlangsung di empat belas Kabupaten di Indonesia dan salahsatunya disumenep dengan potensi komoditas bawang merahnya, “imbuhnya saat dihubungi melalui telepon sellulernya, sabtu 15 Juli 2023.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan dan perluasan lahan untuk pengembangan komoditi pertanian secara spesifik merupakan tujuan utama pemerintah dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

Daerah dataran tinggi memiliki potensi lahan yang masih sangat besar serta dapat dimanfaatkan untuk pengembangan hortikultura, tanaman pangan, dan perkebunan, “jelasnya.

Pihaknya berharap, Melalui program tersebut, kelembagaan petani akan mengalami peningkatan, menjadi mandiri, memiliki posisi tawar yang lebih baik, serta mampu mengembangkan pasar untuk komoditas pertanian domestik maupun ekspor.

Selain itu, menurut Farid sapaan akrabnya, program UPLAND juga akan menjadi tantangan baru bagi masyarakat pertanian. Sebab, dalam pelaksanaannya, program UPLAND tidak boleh melupakan aspek lingkungan, “tutupnya.

Loading

Berita Terkait

Incumbent! Berikut Caleg DPRD Dapil VI Berpotensi Dapat Kursi
Aktivis Pusaka Gelar Aksi ke Pemkab, Sebut BUMD Lumbung Tikus
Jhon Ngantung “Berbagi Kasih Tanpa ada Perbedaan” Kepada Sesama
Kisruh! Honor KPPS di Berbagai desa Banyak di Sunat, KPU Wajib Tegas
Dihadiri Ribuan Masyarakat, Peringatan Isra’ Mi’raj Pemkab Sumenep Sukses di Gelar
Detik Akhir Plano Kecamatan! PPK Batang-batang Apresiasi Kondusifitas Semua Elemen
Tanamkan Nilai Moral, Tes Kenaikan Sabuk Hijau ke Putih digelar PSHT Cabang Sumenep
Pertengahan Rekapitulasi Kecamatan : KPU Sumenep Mulai Evaluasi PPS dan PPK Wilayah ini

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:05 WIB

Incumbent! Berikut Caleg DPRD Dapil VI Berpotensi Dapat Kursi

Selasa, 27 Februari 2024 - 15:12 WIB

Aktivis Pusaka Gelar Aksi ke Pemkab, Sebut BUMD Lumbung Tikus

Senin, 26 Februari 2024 - 22:44 WIB

Jhon Ngantung “Berbagi Kasih Tanpa ada Perbedaan” Kepada Sesama

Senin, 26 Februari 2024 - 17:30 WIB

Kisruh! Honor KPPS di Berbagai desa Banyak di Sunat, KPU Wajib Tegas

Senin, 26 Februari 2024 - 11:15 WIB

Dihadiri Ribuan Masyarakat, Peringatan Isra’ Mi’raj Pemkab Sumenep Sukses di Gelar

Senin, 26 Februari 2024 - 10:59 WIB

Detik Akhir Plano Kecamatan! PPK Batang-batang Apresiasi Kondusifitas Semua Elemen

Senin, 26 Februari 2024 - 00:07 WIB

Tanamkan Nilai Moral, Tes Kenaikan Sabuk Hijau ke Putih digelar PSHT Cabang Sumenep

Minggu, 25 Februari 2024 - 18:59 WIB

Pertengahan Rekapitulasi Kecamatan : KPU Sumenep Mulai Evaluasi PPS dan PPK Wilayah ini

Berita Terbaru

Nasional

Dapil V Berpotensi Melahirkan Ketua DPRD Kabupaten Solok

Selasa, 27 Feb 2024 - 19:59 WIB