Diduga Dekat dengan Petinggi Pemkab Sumenep, EO Festival Batik Berani Langgar Aturan Hukum

Selasa, 7 Oktober 2025 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Dr Novi Sri Wahyuni, M.Kes (Kanan) saat berfoto dengan Putri Indonesia 2019 Bella Sandra (Kiri)

Foto. Dr Novi Sri Wahyuni, M.Kes (Kanan) saat berfoto dengan Putri Indonesia 2019 Bella Sandra (Kiri)

SUMENEP, nusainsider.comSosok pejabat publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali menjadi sorotan.

Ia disebut-sebut memiliki kedekatan khusus dengan sejumlah petinggi pemerintahan, sehingga diduga kerap menggunakan jejaring kekuasaannya meski tindakannya dinilai melanggar aturan hukum.

Kedekatan itu, menurut sejumlah sumber, membuat sosok oknum Kepala puskesmas Pamolokan Dr Novi Sri Wahyuni tersebut seolah kebal dari tindakan tegas aparat penegak hukum (APH).

Padahal, berbagai kasus yang menyeret namanya sempat mencuat ke publik dan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat maupun pegiat kebijakan transparansi publik di kota keris.

Salah satu kasus yang pertama kali menyeruak adalah dugaan penyimpangan dalam kegiatan Sumenep Batik Festival 2025, yang merupakan bagian dari rangkaian Madura Culture Festival (MCF) 2025.

Program budaya itu semula dimaksudkan sebagai ajang promosi potensi dan karya Tulis lokal, namun belakangan dikaitkan dengan persoalan anggaran yang tak transparan.

Belum selesai persoalan tersebut, muncul pula dugaan pungutan liar (pungli) dalam kegiatan Festival Kerapan Sapi 2025. Kasus ini disebut melibatkan pihak yang sama dan memperlihatkan adanya pola berulang dalam pengelolaan dana publik maupun sponsor kegiatan daerah.

Tak berhenti di situ, perhatian publik juga tertuju pada Puskesmas Pamolokan. Di sana, terungkap dugaan ketidaktransparanan pembayaran jasa pelayanan (Jaspel) Non ASN, jasa keamanan, serta perjalanan dinas (Perdin) dalam kota.

Baca Juga :  Terseret Dugaan Pemerasan, Ketua DPRD Sumenep Mangkir dari Panggilan Penyidik

Sejumlah pihak menilai, pengelolaan keuangan di puskesmas tersebut sarat tanda tanya dan membutuhkan audit menyeluruh oleh Komisi IV DPRD kabupaten setempat.

Pantauan media ini menunjukkan, belanja obat-obatan di Puskesmas Pamolokan mencapai ratusan juta rupiah, sementara pengeluaran untuk konsumsi (makan-minum) tercatat sekitar Rp45 juta. Angka-angka tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai efektivitas dan transparansi pengelolaan anggaran fasilitas kesehatan tersebut.

Isu-isu itu semakin menegaskan pentingnya keterbukaan dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan, terlebih ketika nama seorang pejabat disebut memiliki “Kekebalan” karena kedekatan dengan elite di Pemkab Sumenep.

Publik menilai, jika hal seperti ini terus dibiarkan, maka prinsip keadilan dan integritas birokrasi akan rusak.

Lebih jauh, masyarakat juga mendesak agar seluruh rincian dana kegiatan Sumenep Batik Festival 2025 bertajuk “Arutala” segera dipublikasikan secara terbuka kepada publik. Transparansi dianggap penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan event-event kabupaten ini.

Berdasarkan hasil penelusuran, berikut rincian sementara dana kegiatan Festival Batik Sumenep 2025:

  • Anggaran dari APBD Sumenep : Rp35 juta
  • Dana sponsor dari perusahaan rokok : Rp30 juta
  • Pendaftaran 65 peserta: Rp22,75 juta
  • Sponsor lain (red. belum transparan) : belum dipublikasikan oleh EO atau penanggung jawab kegiatan
Baca Juga :  Kabar Baik! Bupati Fauzi Buka Peluang PR Baru, Target Tekan Pengangguran di Sumenep

Rincian tersebut menimbulkan pertanyaan besar karena dana sponsor tambahan yang disebut cukup signifikan hingga kini tidak diketahui keberadaannya.

Baik pihak Event Organizer (EO) maupun penanggung jawab kegiatan disebut belum memberikan klarifikasi terbuka terkait total realisasi dana yang dikelola, pihak Media juga meminta keterangan ke Kadisbudporapar, pihaknya juga engggan merespon konfirmasi Pewarta.

Selain dari itu, Publik-pun menilai, kasus ini tidak bisa dianggap sepele. Pasalnya, Sumenep tengah gencar menggelar berbagai event budaya dan promosi pariwisata hingga akhir tahun 2025.

Jika masalah transparansi dibiarkan, hal ini dikhawatirkan akan menurunkan citra daerah sebagai destinasi budaya yang sedang tumbuh serta pengembangan destinasi Wisata.

Lebih dari itu, kepercayaan publik terhadap Pemerintah Kabupaten Sumenep bisa tergerus bila tidak ada langkah tegas dalam menangani dugaan penyimpangan anggaran. Kejelasan dan keterbukaan menjadi kunci agar event-event berikutnya tidak dicurigai sebagai sarana kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Pihak-pihak terkait pun didesak agar berani membuka data dan laporan keuangan secara publik. Tujuannya bukan semata mencari kesalahan, melainkan untuk memastikan tata kelola keuangan daerah berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Baca Juga :  KKN STKIP PGRI Sumenep Kelompok 01: Naikkan Kelas Ekonomi Masyarakat Lembung Berkemajuan

Jika oknum penanggung jawab kegiatan benar-benar bersih, maka membuka laporan ke publik justru akan memperkuat kepercayaan masyarakat. Sebaliknya, menutup-nutupi informasi hanya akan menimbulkan persepsi negatif dan memperburuk citra event daerah.

Masyarakat juga berharap aparat penegak hukum dapat bertindak objektif dan profesional tanpa memandang latar belakang atau kedekatan seseorang dengan pejabat tinggi daerah.

Penegakan hukum yang tegas dan adil menjadi jalan satu-satunya untuk menghentikan praktik penyimpangan dan memastikan integritas pemerintahan berjalan sebagaimana mestinya.

Para pengamat kebijakan publik menilai, Pemkab Sumenep seharusnya memanfaatkan momentum ini untuk memperbaiki tata kelola keuangan dan pengawasan internal, terutama pada kegiatan berbasis dana hibah, sponsor, dan APBD.

Ketegasan pemerintah menjadi sinyal penting bahwa Sumenep tidak menoleransi praktik penyalahgunaan kewenangan.

Event budaya Sumenep Batik Festival sejatinya adalah sarana memperkuat identitas dan ekonomi kreatif masyarakat. Namun, jika pelaksanaannya dikotori oleh dugaan penyimpangan dan intervensi kekuasaan, maka nilai luhur budaya itu sendiri akan ternoda.

Publik kini menunggu keberanian pihak penanggung jawab membuka data, bukan berlindung di balik kekuasaan.

Transparansi menjadi langkah penyelamatan bagi rangkaian event Sumenep ke depan, agar tak terjebak dalam pusaran persoalan serupa yang berulang dari tahun ke tahun.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Tak Pernah Absen, Kepala Bappeda Sumenep Kembali Sambut Wabup di Stan Pameran MNV 2026
Geger! 36 Ribu Warga Serbu JJS Central 88 di Pamekasan, 6,7 Kg Emas Langsung Ludes Terjual
“Arabet Polo Ajenge Nak Poto”, Pesan Camat Gayam di Balik Karnaval Penuh Kreativitas
Problem Pertanian Dibedah di Jombang, Ansor Jatim Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton
MCF #4 Ramai, Sampah Bermunculan, Pasukan Kuning DLH Sumenep Tak Tinggal Diam
Habis Fun Run, Gas Lagi! Fira Cantika Bakal Temani Warga Sumenep di MCF #4 Malam Ini
Semarak MCF #4, Ribuan Peserta Ramaikan GO Sumenep Purnama MDR Fun Run 2026
Dari Laporan Nasabah hingga SP3 Penyelidikan, Begini Akhir Polemik Dugaan Emas Palsu di Sapudi

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:52 WIB

Tak Pernah Absen, Kepala Bappeda Sumenep Kembali Sambut Wabup di Stan Pameran MNV 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Geger! 36 Ribu Warga Serbu JJS Central 88 di Pamekasan, 6,7 Kg Emas Langsung Ludes Terjual

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:46 WIB

“Arabet Polo Ajenge Nak Poto”, Pesan Camat Gayam di Balik Karnaval Penuh Kreativitas

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Problem Pertanian Dibedah di Jombang, Ansor Jatim Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:31 WIB

MCF #4 Ramai, Sampah Bermunculan, Pasukan Kuning DLH Sumenep Tak Tinggal Diam

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:59 WIB

Semarak MCF #4, Ribuan Peserta Ramaikan GO Sumenep Purnama MDR Fun Run 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:43 WIB

Dari Laporan Nasabah hingga SP3 Penyelidikan, Begini Akhir Polemik Dugaan Emas Palsu di Sapudi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:34 WIB

Tak Hanya Sukses Gelar Event, Pemkab Sumenep Tunjukkan Komitmen Jaga Kebersihan GOR A Yani

Berita Terbaru