Diduga Keracunan ; Keluarga Korban akan segera selesaikan Kasus kematian Adellia di Meja Hijau

Kamis, 14 Desember 2023 - 21:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Anwar Paman Adellia Aziz Bella Negara, Abd Halim Pemuda Timur daya.

Foto. Anwar Paman Adellia Aziz Bella Negara, Abd Halim Pemuda Timur daya.

SUMENEP, nusainsider.com Kematian Adellia Aziz Bella Negara, Bayi umur 6 hari asal dusun Mojung desa tamidung Kecamatan Batang-batang masih menjadi Misteri yang tak selesai-selesai pada Narasi pembenaran serta selalu mengacu pada Aturan dan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Padahal, bukti dan kronologi serta pernyataan Kedua orang Tua hingga paman korban sudah jelas dilihat secara kasat mata sebagai kelalaian dan pelanggaran yang tidak bisa dibantah hanya dengan Narasi pembenaran sepihak.

Anwar, Paman korban merasa aneh dan risih saja pada tatanan Birokrasi yang sama sekali tidak memperhatikan prinsip keadilan dan kebenaran. Kalau kemudian kematian ponakan saya bukan karena pengambilan sempel darah yang dilakukan di bagian tumit, lalu ruam biru pada tumit bayi dan demam yg disertai kejang-kejang disebabkan oleh hal apa?

Atau mungkin keponakan saya itu di racun usai diambil sampel darahnya? Lalu siapa yang punya kuasa kendali atas hal tersebut?, “ungkapnya dengan bahasa seadanya kepada media nusainsider.com, Kamis 14 Desember 2023.

Baca Juga :  Menjelang Akhir Tahun, Kepala DKPP Sumenep Sabet dua Penghargaan sekaligus di Tempat Berbeda

Berdasarkan bukti dokumentasi yang menunjukkan adanya ruam dibagian tumit keponakannya itu, dapat diduga adalah adanya kelalaian bidan yang melakukan SHK.

Dan kalau bukan karena program SHK, apakah keponakan saya itu sengaja diracun sesuai dengan bukti ruam biru pada tumitnya?, Ayolah jangan hanya narasi yang dinilai.

Karena benar itu bukan dinilai dengan narasi tapi bukti”, Jelasnya.

Anwar sapaan akrabnya menyayangkan tindakan pihak puskesmas Batang Batang beserta jajarannya yang cenderung melindungi diri, dengan mengatakan bahwa tindakannya telah sesuai SOP dan sebagainya meskipun itu hanya Alibi untuk melindungi diri.

Padahal, banyak fakta yang seharusnya terungkap ke publik selain SOP. Apalagi tindakan Audit yang dilakukan Dinas Kesehatan P2KB di Puskesmas Batang Batang Sumenep atas meninggalnya Adelia tidak melibatkan pihak korban, sehingga hasil audit hanya mempertimbangkan salah satu pihak tanpa ada keterangan pihak korban secara detail.

Pihaknya bersama Orang tua Adellia dan Pemuda akan melemparkan kasus ini ke meja hijau, jika tuntutannya tentang pencopotan kepala Puskesmas Batang Batang dan Bidan Windu tak kunjung dipenuhi.

Baca Juga :  Aksi Garda Raya Berlangsung Ricuh, Pagar Pemkab Kembali Roboh

“Jika tetap blunder di mekanisme ini itu tanpa adanya titik terang, maka Saya akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus ini kepada kepolisian” tegas Anwar.

Anwar menambahkan bahwa kondisi keponakannya sebelum di SHK sangatlah sehat dan jarang menangis serta tidur nyenyak bersama kedua orang tuanya.

Anehnya usai di Ambil sampel darahnya (red. SHK) kondisinya mulai tidak stabil hingga menyebabkan Panas demam, bayi Adelia menangis terus menerus sambil mengangkat kakinya.

“Terus itu faktornya apa ya, kalau bukan karena kecerobohan tindakan medis?” Tambah Anwar

Anwar menduga, Alibi Puskesmas telah sesuai SOP dalam pengambilan SHK serta adanya penyakit penyerta pada bayi Adelia adalah pernyataan tindakan melindungi diri.

“Senga’ keng tang ponakan e racon ye? _(red. Jangan-jangan keponakan saya diracuni ya)_ ” Tutupnya menduga-duga.

Loading

Berita Terkait

Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain
Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi
Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK
Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF
Baru Buka, SkY Coffee Grounds Diserbu Pengunjung, Nongkrong Naik Level!
Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah
Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor
KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 11:19 WIB

Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain

Sabtu, 18 April 2026 - 08:32 WIB

Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi

Sabtu, 18 April 2026 - 07:45 WIB

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 April 2026 - 03:15 WIB

Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF

Jumat, 17 April 2026 - 18:17 WIB

Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah

Jumat, 17 April 2026 - 15:51 WIB

Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor

Jumat, 17 April 2026 - 09:03 WIB

KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik

Jumat, 17 April 2026 - 06:34 WIB

Tabir Skandal Cukai Mulai Terbuka, KPK Bidik Perusahaan Rokok di Madura

Berita Terbaru

Foto. Pintu Masuk dan Keluar Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur

Berita

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:45 WIB