Jangan Panik! DKPP Sumenep Sebut Penyakit Pada Sapi Bukan PMK Melainkan BEF, Berikut Himbaunnya

Jumat, 3 Januari 2025 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Maraknya kasus Penyakit pada Sapi Akhir-akhir ini melanda kabupaten Ujung timur pulau Madura atau yang biasa di sebut kota keris menjadi Kekhawatiran para Peternak Sapi setempat.

Pasalnya, kemunculan penyakit yang menyerang ternak sapi dan sejenisnya ini langsung merebak di akhir tahun 2024 kemarin dan dilaporkan masih terjadi sampai Awal Tahun 2025 saat ini. Namun, Penyakit tersebut bukanlah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sebagaimana yang di yakini Banyak Orang.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid mengatakan berdasarkan laporan yang diterima ada sekitar 150 ekor lebih sapi di sejumlah kecamatan terjangkit penyakit beberapa bulan Lalu Seperti Kecamatan Pasongsongan, Batuputih dan Rubaru.

“Kami mengimbau masyarakat segera melaporkan jika sapinya sakit ke petugas di masing-masing kecamatan agar bisa segera ditangani,” ujar Chainur Rasyid, Kepala. DKPP Sumenep kepada media nusainsider.com, Jumat (3/1/2025).

Menurut dia, pihaknya sudah sejak tertanggal 23 Desember 2024 lalu menyiagakan sebanyak 39 petugas siap 24 jam untuk memberikan layanan kepada masyarakat yang sapinya terjangkit penyakit.

Baca Juga :  Petani Asal Batang-batang Tersambar Petir Saat Bekerja di Sawah Hingga Meninggal Dunia

Sementara gejala penyakit yang menyerang sapi warga, yakni demam tinggi disertai kembung atau tympani yang disebabkan konsumsi rumput muda kaya akan gas, “Imbuhnya.

Penyakit yang menyerang sejumlah Sapi di kabupaten Sumenep ini bukanlah penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Melainkan Bovine Ephemeral Fever (BEF) atau demam tiga hari sebagai penyakit yang menyerang sapi dan kerbau yang disebabkan oleh virus.

Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk dan serangga pengisap darah lainnya, seperti Cullicoides spp, Aedes Vigitax, Culex quinquefasciatus, Culex annulirostris, Anopheline, dan Culicine, “Jelasnya.

Inung sapaan akrabnya menjelaskan bahwa Rumput muda yang tidak dilayukan terlebih dahulu sebelum diberikan kepada sapi bisa menyebabkan kembung (Tympani).

Untuk itu, pihaknya mengingatkan warga agar melayukan rumput muda terlebih dahulu sebelum diberikan ke sapi untuk menghindari timbulnya kembung.

Baca Juga :  Go Green! Gedung DPRD Sumenep di Bangun Dengan Konsep Khas Sumenep. Berikut Keunggulannya

Inung sapaan akrabnya juga mengimbau warga agar selalu menjaga kebersihan kandang sapi dengan menyemprotkan disinfektan secara mandiri untuk mencegah penyebaran penyakit, “Terangnya.

Ditambahkan, pihaknya menginfokan kepada para Peternak sapi agar melakukan Penyemprotan Disenfektan dan Bantuan Cairan gratis tersebut bisa diambil di Dinas terkait.

Alhamdulillah melalui Penyemprotan tersebut, kemarin Laporan dari peternak di Desa Prancak ada 38 Sapi Sembuh, “Tambahnya

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

“Dalih Birokrasi, Derita Kepulauan: Potret Buram Pengelolaan Anggaran Ratusan Miliar”
Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain
Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi
Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK
Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF
Baru Buka, SkY Coffee Grounds Diserbu Pengunjung, Nongkrong Naik Level!
Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah
Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 12:50 WIB

“Dalih Birokrasi, Derita Kepulauan: Potret Buram Pengelolaan Anggaran Ratusan Miliar”

Sabtu, 18 April 2026 - 11:19 WIB

Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain

Sabtu, 18 April 2026 - 08:32 WIB

Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi

Sabtu, 18 April 2026 - 07:45 WIB

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 April 2026 - 03:15 WIB

Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF

Jumat, 17 April 2026 - 18:17 WIB

Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah

Jumat, 17 April 2026 - 15:51 WIB

Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor

Jumat, 17 April 2026 - 09:03 WIB

KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik

Berita Terbaru

Foto. Pintu Masuk dan Keluar Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur

Berita

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:45 WIB