Menjelang Idul Adha, Badan Pangan Nasional Bersama DKPP Dan Perindag Gelar GPM Di Pasar Bangkal

Senin, 26 Juni 2023 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Menjelang H-4 Idul Adha 1444H, Badan Pangan Nasional (BPN) melalui Pemerintah kabupaten sumenep bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian (DKPP) serta Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Perindustrian Perdagangan (Diskop UKM Perindag), Gelar Pangan Murah (GPM), Senin 26 Juni 2023.

Peluncuran Giat gerakan pangan murah (GPM) tersebut berlokasi di area pasar Bangkal, Kabupaten Sumenep, madura jawa timur.

Kepala Bulog sumenep Putro Nugroho mengatakan, bahwa program GPM ini merupakan langkah taktis yang dilakukan guna menjaga stabilitas harga pangan masyarakat.

Baca Juga :  Ketua PI Kenalkan Wisata Sumenep Kepada Mahasiswa Penelitian Se Jatim

Inflasi di Sumenep masih termasuk tinggi sekitar 5%. Sehingga Melalui gerakan pangan murah ini masyarakat bisa tersedia stok yang kualitasnya bagus dengan harga miring.

“Ya, membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari”, ungkapnya kepada media nusainsider.com saat ditemui, senin (26/6/23).

Bang Putro sapaan akrabnya menegaskan bahwa dilaksanakannya kegiatan tersebut sesuai dengan intruksi Badan Pangan Nasional (BPN).

“Ini sesuai dengan intruksi Badan Pangan Nasional dan dilakukan serentak di beberapa titik di Indonesia. Diharapkan dapat memberikan efek positif bagi masyarakat jelang hari raya,” ujarnya.

Untuk diketahui kebutuhan pokok yang disediakan oleh pemerintah dalam program GPM ini meliputi beras, gula, minyak goreng serta tepung.

Baca Juga :  Sidang Haris Azhar Dan Fatia Kembali Berlangsung Terkait Pencemaran Nama Baik, Begini Hasilnya

“Yang dibawa pada hari ini beras medium sebanyak 2 ton, beras premium sebanyak 500 kg, gula pasir 500 kg, tepung 500 kg, dan minyak goreng 120 liter merk sania”. Lanjutnya.

Saat ditanya tentang kelanjutan program GPM ini, pihak bulog masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat.

Foto. ASN DKPP Sumenep Bersama Bulog Sumenep saat Gelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di pasar bangkal, Sumenep (ist/nusainsider.com)

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep Arif Firmanto mengemukakan, kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan untuk menjaga ketersediaan dan stabilisasi pangan jelang lebaran iduladha 1444 Hijriah.

“Gerakan Pangan Murah ini berlangsung bersamaan di 300 titik di Indonesia. Ini sudah menjadi garis intruksi dari Badan Pangan Nasional. Dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan bahan pangan dan stabilisasi harga bahan menjelang hari raya iduladha,” ungkapnya dihubungi via whatsapp-nya, Senin (26/6/23).

Lebihlanjut, yeni (39) warga sumenep merasa sumringah dengan adanya program GPM terebut serta mengucapkan terimakasih atas adanya program GPM ini, apalagi sebelum memasuki idul adha.

Karena menjelang idul adha biasanya harga bahan pokok melambung tinggi, sehingga dengan adanya GPM ini, masyarakat sumenep sedikit terbantu lah mas, “tuturnya.

Baca Juga :  PKC PMII Jatim Kecam Penangkapan 7 Aktivis Jaka Jatim Di Polrestabes Surabaya

“Terimakasih kepada pemerintah daerah, telah sedikit mengurangi beban masyarakat dengan upaya gerakan pangan murah ini”, tambahnya.

Sebagai informasi tambahan, pantauan media dilapangan bahwa berbagai kebutuhan pokok dijual murah pada kegiatan tersebut, di antaranya adalah, gula pasir seharga Rp13,200 Ribu perkilogram, beras premium Rp60 Ribu 5 kilogram, tepung terigu Rp10.500 Ribu 1 kilogram, gula manis Rp13.200 Ribu 1 kilogram, minyak goreng Rp12.500 1 liter, bawang merah Rp13 Ribu kemasan 1/2 kilogram dan telur Rp25 Ribu perkilogram.

Loading

Berita Terkait

Wow! Kabag Hubla Kemenhub RI Tanggapi Polemik Proyek PELRA Kalianget Rp45 Miliar, Kepala KSOP Masih Bungkam
Keraton Sumenep Jadi Panggung Kebangkitan Budaya, GEN Ajak Pemuda Rawat Identitas Daerah
IWO Sumenep Gelar Lomba Pidato Bung Karno, Pemkab Dorong Pelestarian Nilai Perjuangan dan Bahasa Madura
Pemkab Sumenep Perkuat Pengawasan BSPS 2026, Sekda Tegas Tolak Segala Bentuk Pungli
Cuaca Bersahabat, Luas Tanam Tembakau Sumenep 2026 Diprediksi Kembali Meningkat
Rutan Sumenep Tingkatkan Pelayanan Publik Berbasis Teknologi Lewat E-LAKSI
Satresnarkoba Polres Sumenep Sebut Fakta Penyidikan Kasus Narkoba “M” Mengarah ke Pasal 127, Bukan Pasal 114
Haru Pelepasan SD Taquma Surabaya, Ning Lia Beri Pesan Inspiratif untuk Generasi Emas

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:49 WIB

Wow! Kabag Hubla Kemenhub RI Tanggapi Polemik Proyek PELRA Kalianget Rp45 Miliar, Kepala KSOP Masih Bungkam

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:36 WIB

Keraton Sumenep Jadi Panggung Kebangkitan Budaya, GEN Ajak Pemuda Rawat Identitas Daerah

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:26 WIB

IWO Sumenep Gelar Lomba Pidato Bung Karno, Pemkab Dorong Pelestarian Nilai Perjuangan dan Bahasa Madura

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:39 WIB

Pemkab Sumenep Perkuat Pengawasan BSPS 2026, Sekda Tegas Tolak Segala Bentuk Pungli

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:45 WIB

Cuaca Bersahabat, Luas Tanam Tembakau Sumenep 2026 Diprediksi Kembali Meningkat

Senin, 8 Juni 2026 - 21:24 WIB

Satresnarkoba Polres Sumenep Sebut Fakta Penyidikan Kasus Narkoba “M” Mengarah ke Pasal 127, Bukan Pasal 114

Senin, 8 Juni 2026 - 20:42 WIB

Haru Pelepasan SD Taquma Surabaya, Ning Lia Beri Pesan Inspiratif untuk Generasi Emas

Senin, 8 Juni 2026 - 18:10 WIB

BPK RI Didesak Audit Anggaran Pakaian Dinas KSOP Kalianget yang Dianggarkan Berulang Sejak 2022 Hingga 2026

Berita Terbaru