FK UWKS dan Puskesmas Batang-Batang Bersinergi Tingkatkan Literasi Kesehatan Paru Masyarakat

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Istimewa for nusainsider.com (Puskesmas Batang-Batang / ADV)

Foto. Istimewa for nusainsider.com (Puskesmas Batang-Batang / ADV)

SUMENEP, nusainsider.com Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan paru terus digencarkan.

Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK UWKS) gandeng Puskesmas Batang-Batang menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pondok Paru Sehat Batang-Batang Sumenep: Edukasi dan Deteksi Dini Tuberkulosis (TBC), Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), dan Kanker Paru” di Puskesmas Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Sabtu (27/6/2026) lalu.

Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sekaligus memperluas akses deteksi dini penyakit paru, khususnya bagi kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi.

Tim pengabdian dipimpin oleh Dr. Farida Anggraini Soetedjo, dr., Sp.P., FAPSR., FISR, bersama anggota Nur Khamidah, S.KM., M.PH dan dr. Stephani Linggawan, Sp.THT-KL. Sebanyak 30 peserta lanjut usia, baik laki-laki maupun perempuan, mengikuti kegiatan ini. Sebagian besar peserta diketahui memiliki riwayat penyakit kronis seperti diabetes melitus dan hipertensi yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan paru.

Baca Juga :  Serahkan Bantuan PIP, Lia Istifhama Dorong Perhatian Khusus untuk Program Makan Bergizi Gratis

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Farida Anggraini Soetedjo, mengatakan bahwa penyakit paru kronis kerap terlambat terdiagnosis karena gejalanya sering dianggap sebagai keluhan ringan atau bagian dari proses penuaan.

“Deteksi dini merupakan langkah penting untuk menemukan penyakit paru sebelum berkembang menjadi lebih berat. Edukasi kepada masyarakat juga menjadi kunci agar mereka mengenali gejala sejak awal dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala Puskesmas Batang-Batang, Dr. Sulaiha Riningsih, M.Kes, kemudian dilanjutkan penyampaian materi mengenai tuberkulosis (TBC), Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), dan kanker paru oleh Nur Khamidah, S.KM., M.PH.

Selain penyampaian materi, peserta juga menerima leaflet edukasi yang berisi informasi mengenai faktor risiko, gejala awal, serta langkah-langkah pencegahan penyakit paru sehingga dapat menjadi panduan dalam menjaga kesehatan sistem pernapasan.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan seputar batuk berkepanjangan, sesak napas, dampak kebiasaan merokok, hingga pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Baca Juga :  Meriahkan Piala Dunia 2026, Cak Nawardi Buka Tebak Juara dengan Total Hadiah Rp10 Juta

Tak hanya edukasi, tim pengabdian juga melaksanakan pemeriksaan fungsi paru menggunakan peak flow meter untuk mengukur kapasitas aliran udara paru. Skrining risiko TBC dan PPOK juga dilakukan melalui pengisian kuesioner yang telah disiapkan sebagai bagian dari upaya deteksi dini.

Hasil evaluasi setelah kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai faktor risiko penyakit paru, pentingnya menjaga kesehatan sistem pernapasan, serta manfaat deteksi dini untuk mencegah keterlambatan diagnosis penyakit seperti TBC, PPOK, maupun kanker paru.

Kepala Puskesmas Batang-Batang, Dr. Sulaiha Riningsih, M.Kes, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia yang rentan terhadap berbagai penyakit paru.

“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya atas terselenggaranya kegiatan Pondok Paru Sehat ini”, Imbuhnya.

Menurutnya, Program seperti ini sangat membantu upaya promotif dan preventif yang selama ini kami jalankan di Puskesmas Batang-Batang. Edukasi yang diberikan membuka wawasan masyarakat mengenai pentingnya mengenali gejala penyakit paru sejak dini, sementara skrining kesehatan menjadi langkah awal yang sangat baik untuk mencegah penyakit berkembang ke tahap yang lebih berat.

Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Sumenep,” ungkapnya.

Diketahui, Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai oleh Universitas Wijaya Kusuma Surabaya melalui skema pendanaan internal sebagai bentuk komitmen institusi dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Baca Juga :  Hari Bakti TNI AU ke-79, Ketua PKDI Sumenep Sampaikan Penghormatan untuk Prajurit Angkatan Udara

Tim pelaksana juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya atas dukungan pendanaan, pendampingan, serta fasilitasi selama pelaksanaan kegiatan.

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Puskesmas Batang-Batang sebagai mitra yang telah memberikan dukungan koordinasi, fasilitas, dan pendampingan sehingga kegiatan edukasi serta deteksi dini penyakit paru dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Diduga Hendak Sentuh Penumpang Perempuan, Oknum Petugas Pelabuhan Kalianget Dipersoalkan
Luka Dunia Pers Belum Sembuh, SMSI Sumenep Pilih Boikot Agenda Kapolresta
Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang
Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep
Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru
PBB-P2 Jadi Instrumen Penguatan PAD, Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi di Giligenting
Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02
Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:59 WIB

Diduga Hendak Sentuh Penumpang Perempuan, Oknum Petugas Pelabuhan Kalianget Dipersoalkan

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:42 WIB

Luka Dunia Pers Belum Sembuh, SMSI Sumenep Pilih Boikot Agenda Kapolresta

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:39 WIB

Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:39 WIB

Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:59 WIB

Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:24 WIB

Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:42 WIB

Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:34 WIB

Kolaborasi UNESA dan Disdik Sumenep Perkuat Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi

Berita Terbaru