Gempa Bumi Guncang Sumenep, Bupati Achmad Fauzi Tinjau Lokasi Terdampak Hari Ini

Rabu, 1 Oktober 2025 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Pernyataan Sikap Bupati Sumenep Dr H Achmad Fauzi Wongsojudo, SH.,MH terkait Gempa Bumi yang Menggucang Sumenep

Foto. Pernyataan Sikap Bupati Sumenep Dr H Achmad Fauzi Wongsojudo, SH.,MH terkait Gempa Bumi yang Menggucang Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com — Gempa bumi berkekuatan 6,5 Skala Richter mengguncang wilayah Kabupaten Sumenep pada Selasa (30/9/2025) malam. Pusat gempa berada di sekitar Pulau Sapudi dengan kedalaman 11 kilometer, tepatnya pada koordinat 7.25 LS – 114.22 BT.

Getaran cukup kuat dirasakan hampir di seluruh wilayah Sumenep, bahkan hingga Pulau Talango. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun menimbulkan kerusakan pada sejumlah rumah warga dan fasilitas umum.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam video yang beredar di grup WhatsApp, Rabu (1/10/2025), menjelaskan pihaknya bersama Forkopimda langsung menggelar rapat maraton pagi hari pascagempa.

“Tadi pagi kami bersama Forkopimda melaksanakan rapat maraton terkait percepatan penanganan dampak gempa. Ada beberapa rumah warga yang mengalami kerusakan ringan, sedang, bahkan berat,” ujar Bupati.

Ia menambahkan, pagi tadi tim Pemkab yang dipimpin Asisten Daerah telah turun ke Pulau Talango untuk mendata kondisi di lapangan.

“InsyaAllah besok kami juga akan turun langsung ke Pulau Sapudi membawa bantuan serta melakukan pendataan jumlah rumah yang harus diperbaiki,” imbuhnya.

Bupati yang akrab disapa Cak Fauzi itu juga meminta doa masyarakat agar penanganan bencana berjalan cepat dan lancar.

“Semoga persoalan ini segera teratasi, dan kami berdoa agar tidak ada lagi gempa di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.

Berdasarkan laporan resmi dari Polres Sumenep, gempa tercatat terjadi pada Selasa (30/9/2025) pukul 23.49 WIB. Episenter berada di laut Bali, sekitar 50 km tenggara Sumenep, 56 km timur laut Situbondo, 83 km tenggara Pamekasan, 163 km timur laut Surabaya, dan 830 km tenggara Jakarta.

Baca Juga :  Wow ! Event Madura Culture Festival, Cara Bupati Sumenep Kenalkan Budaya Nusantara

Laporan sementara mencatat kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Gayam dan Nonggunong, Pulau Sapudi.

Kecamatan Gayam

Sebanyak 22 rumah dan 2 musala mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga berat.

  • Rumah warga di Desa Gayam, Jambuir, dan Pancor banyak yang roboh sebagian.
  • Beberapa bangunan musala di Desa Pancor juga mengalami kerusakan ringan.
Baca Juga :  Naiknya HJE Rokok, Ancaman Baru bagi Penerimaan Negara? Ini Kata Aktivis ALARM

Selain itu, dua warga mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan dan pecahan kaca, yakni Ikbal (16) dan Ibu Sahria (79). Sementara korban jiwa dinyatakan nihil.

Kecamatan Nonggunong

Kerusakan juga dilaporkan di Kecamatan Nonggunong, di mana 17 rumah, 1 masjid, 1 musholla, serta 1 sekolah dasar mengalami kerusakan. Tingkat kerusakan bervariasi, mulai ringan, sedang, hingga berat.

Baca Juga :  Perda Pesantren Masuk Propemperda 2025, Harapan Baru Pendidikan Agama di Sumenep

Meski kerusakan cukup luas, laporan sementara memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka di wilayah ini.

Hingga berita ini ditulis, Pemkab Sumenep bersama aparat kepolisian dan TNI terus melakukan pendataan. Bantuan darurat juga tengah dipersiapkan, termasuk bahan makanan, obat-obatan, dan tenda darurat bagi warga yang rumahnya tidak bisa ditempati.

“Pemkab berkomitmen untuk segera membantu warga terdampak, baik melalui perbaikan rumah maupun pemenuhan kebutuhan dasar,” kata Bupati.

Warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Meski BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami, pemerintah meminta masyarakat tetap mengutamakan keselamatan diri dan keluarga.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Polresta Malang Kota Tetapkan Gunadi Yuwono Tersangka Kasus Dugaan Penggelapan Rp500 Juta
Dari Gerbang hingga Taneyan, Pemuda Pocang Temor Hidupkan Semangat Merah Putih dengan Gotong Royong
P4GI Desak Pemerintah Hentikan Penetapan Harga Garam Sepihak oleh Pabrik, Tagih Amanat UU Nomor 7 Tahun 2016
Dari Pendidikan hingga Hilirisasi, Vispol Indonesia Bedah Strategi Keluar dari Jerat Kemiskinan Madura
H. Her, CEO PT Bawang Mas Group, Perkuat Komitmen Sosial dengan Hibah Rp500 Juta untuk Pendidikan Pesantren
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib? Fauzi As
Roadmap Kesejahteraan Madura Dibahas di Sampang, Pendidikan dan Hilirisasi Jadi Kunci
HUT ke-81 RI Dimulai, Pemkab Sumenep Perkuat Soliditas ASN dan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Polresta Malang Kota Tetapkan Gunadi Yuwono Tersangka Kasus Dugaan Penggelapan Rp500 Juta

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Dari Gerbang hingga Taneyan, Pemuda Pocang Temor Hidupkan Semangat Merah Putih dengan Gotong Royong

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:37 WIB

P4GI Desak Pemerintah Hentikan Penetapan Harga Garam Sepihak oleh Pabrik, Tagih Amanat UU Nomor 7 Tahun 2016

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:32 WIB

Dari Pendidikan hingga Hilirisasi, Vispol Indonesia Bedah Strategi Keluar dari Jerat Kemiskinan Madura

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:30 WIB

H. Her, CEO PT Bawang Mas Group, Perkuat Komitmen Sosial dengan Hibah Rp500 Juta untuk Pendidikan Pesantren

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Roadmap Kesejahteraan Madura Dibahas di Sampang, Pendidikan dan Hilirisasi Jadi Kunci

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:49 WIB

HUT ke-81 RI Dimulai, Pemkab Sumenep Perkuat Soliditas ASN dan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:15 WIB

Rp27,3 Miliar Program P3TGAI di Sumenep Disorot, 140 Titik Diduga Menyimpan Kejanggalan

Berita Terbaru