Jong Sumekar ; Jatah Lari Cepat DPRD Sumenep Bahas APBD Sumenep, di Nilai Tidak Sehat

Kamis, 11 Juli 2024 - 07:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi APBD Sumenep dalam Kejar-kejaran di Gedung DPRD kabupaten Sumenep (istimewa)

Foto. Ilustrasi APBD Sumenep dalam Kejar-kejaran di Gedung DPRD kabupaten Sumenep (istimewa)

SUMENEP, nusainsider.com “Yang Penting Dapat Jatah, Sistem kebut semalam dalam penyusunan APBD sumenep kembali terjadi”, Kutipan Surat dari Rakyat kepada Wakilnya di Gedung DPRD kabupaten Sumenep

Ada sebuah peristiwa dalam hari-hari terakhir ini, yang dalam Hal ini terjadi pada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten sumenep sukses membahas Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2025 dalam waktu 2 (dua) minggu, Anehnya lagi, penetapan platfon anggarannya saja masih belum jelas, ditambah lagi dengan pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2024 yang mana diprogram anggaranya APBD masih berjalan hanya 30%, “Kata Ketua Jong Sumekar, Adi Sejagad dalam keterangan rilisnya yang diterima media nusainsider.com, Kamis 11 Juli 2024.

Pemuda progres sumenep ini menilai bahwa Hal tersebut sangat aneh dan lucu, bahkan berpotensi menjadi bancakan dan bagi-bagi project saja bagi anggota dewan yang tidak terpiliih.

Dimana di depan mata juga akan adanya pesta demokrasi menjelang pilkada 2024. Ini sangat aneh dan ajaib.

Potensi pelanggaran UU tindak pidana korupsi, UU pengelolaan keuangan dan perpres tentang keuangan serta pemenkeu sangat terlihat dengan jelas, “Imbuhnya.

Baca Juga :  Diluar Nalar! Ratusan Warga Binaan Rutan Sumenep Ikuti Peringatan 1 Muharram 1446H dengan Khidmat

Dan anehnya pemerintah daerah sepertinya takut untuk menolak pembahasan yang dipaksakan ini atau bisa saja ini adalah inisiatif dari pemerintah daerah sumenep, dimana dibuat sebagai imbalan terima kasih kepada anggota dewan yang selama ini hanya membebek terhadap semua pelanggaran pemerintah daerah.

Sehingga, fungsi pengawasan yang seharusnya melekat kepada anggota dewan sebagaimana diatur dalam undang-undang hanyalah omong kosong. Yang membuat lembaga dewan terdelegitimasi kepada titik terendah dihadapan rakyat, “Pungkasnya.

Lebihlanjut, pihaknya berharap, Sebaiknya pembahasan APBD 2025 dan PAK 2024 oleh dewan yang akan berhenti di Agustus 2024 mendatang segera dihentikan. Karena hal ini sangat menciderai hukum yang ada dinegara kita.

Bagaimana bisa ditengah penerimaan negara yang cendrung turun, Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) yang belum jelas, dana bagi hasil dan lain-lain dari pemerintah pusat terutama Dana Alokasi Umum (DAU) yang belum jelas anggarannya sudah disusun dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS).

Ini sama halnya dengan seseorang yang akan mendapatkan gaji 10jt , tapi sudah merencanakan duluan apa saha yang mau dibeli, terus tiba-tiba ada pemberitahuan kalau semua karyawan terkena pemotongan gaji karena perusahaan lagi tidak sehat.

Terus gimana cara membayarnya dan dari mana dapat tambahan uang dari rencana dia belanja yang sudah akan dia belanjakan.

Makanya stop pembahasan sebelum transfer dari pusat ke daerah, PAD sudah jelas dan pendapatan yang sah berdasarkan aturan yang masuk ke PAD juga sudah jelas, “Harapnya

Ditambahkan, Kebiasaan salah yang sering dipraktekkkan dari tahun ketahun harus dihentikan.

#SaveUangRakyat, ” Tambahnya

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

DRT The Big Family Gelar Kampung Semarak DRT, Perkuat UMKM Lewat Panggung Hiburan Rakyat
Kirab Pusaka Keraton Sumenep Jadi Momentum Pelestarian Budaya dan Pengembangan Wisata
Tangis Haru dan Doa Menggema, H. Bambang Wujudkan Santunan untuk 1.000 Anak Yatim
BBM Langka, Harga Bensin Eceran di Sumenep Tembus Rp15 Ribu per Liter
BBM Diserbu Warga, Antrean Panjang Lumpuhkan Sejumlah Ruas Jalan di Madura
Capacity Building e-PBB 2026, Bapenda Sumenep Genjot Kepatuhan Pajak dan PAD
Gelombang Ucapan Selamat Mengalir, Achmad Dzulkranain Fokus Wujudkan Desa Maju dan Sejahtera
Hari Bidan Nasional 2026, Ketua PKDI Sumenep Apresiasi Peran Bidan dalam Mewujudkan Generasi Sehat

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:57 WIB

DRT The Big Family Gelar Kampung Semarak DRT, Perkuat UMKM Lewat Panggung Hiburan Rakyat

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:36 WIB

Kirab Pusaka Keraton Sumenep Jadi Momentum Pelestarian Budaya dan Pengembangan Wisata

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:34 WIB

Tangis Haru dan Doa Menggema, H. Bambang Wujudkan Santunan untuk 1.000 Anak Yatim

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:53 WIB

BBM Langka, Harga Bensin Eceran di Sumenep Tembus Rp15 Ribu per Liter

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:53 WIB

BBM Diserbu Warga, Antrean Panjang Lumpuhkan Sejumlah Ruas Jalan di Madura

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:43 WIB

Gelombang Ucapan Selamat Mengalir, Achmad Dzulkranain Fokus Wujudkan Desa Maju dan Sejahtera

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:22 WIB

Hari Bidan Nasional 2026, Ketua PKDI Sumenep Apresiasi Peran Bidan dalam Mewujudkan Generasi Sehat

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:44 WIB

Menebar Manfaat Tanpa Henti, BIP Foundation Dukung Pengembangan Sarana Dakwah di Sumenep

Berita Terbaru