Kasus Anak di Ganding Sumenep, Keluarga Tegaskan Bukan Pencabulan

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Klarifikasi dugaan pencabulan di kecamatan Banding Sumenep.

Foto. Klarifikasi dugaan pencabulan di kecamatan Banding Sumenep.

SUMENEP, nusainsider.com Dugaan pencabulan di Kecamatan Ganding, Sumenep dibantah oleh keluarga melalui kuasa hukumnya, Ahmad Azizi, S.H.

Azizi menyampaikan pihak nya memang melakukan kekerasan dengan menendang FK (4), namun bukan tindaksn asusila.

“Klein kami mengakui mekakukan kekerasan, tetapi bukan tindakan asusila, apalagi dibawa ke dalam rumah,” ungkapnya.

Dilansir dari porosbaru.com, kejadian terjadi pada Rabu (24/12/2025) sekitar pukul 13.50 WIB. Saat itu, MH baru pulang dari sekolah dan memancing ikan di kamar mandi luar musala menggunakan ikan yang sebelumnya ia beli.

Setelah mengambil nasi untuk umpan, MH melihat dua anak S, yakni R (5) dan FK, keluar dari kamar mandi dengan tergesa-gesa. MH kemudian kembali ke kamar mandi dan mendapati ikan miliknya telah mati.

MH mencurigai kedua anak tersebut sebagai penyebabnya. Ia kemudian mengejar mereka hingga ke jalan desa depan rumah untuk menanyakan hal itu, namun keduanya tidak mengaku.

Baca Juga :  Hafizh, Mahasiswa Universitas Islam Malang, Raih Juara 1 Lomba Infografis Creatiffest 2025

Dalam kondisi emosi, MH mengaku memukul kedua anak menggunakan gagang daun pepaya serta menarik FK hingga terjatuh di depan musala. Ia juga mengakui sempat menendang paha FK.

Melihat FK menangis, MH mengaku berusaha menenangkannya dengan memberikan es buatan ibunya di dapur.

“Ini merupakan penyesatan informasi. Klien kami mengakui adanya kekerasan, tetapi bukan tindakan asusila sebagaimana yang diberitakan,” tegas Azizi.

Sementara itu, AA, ayah MH, menyampaikan bahwa tuduhan terhadap anaknya bermula pada sore hari kejadian ketika nenek FK mendatangi rumah mereka sambil menangis dan menuduh MH melakukan perbuatan asusila.

Ibu MH yang terkejut langsung menanyakan hal tersebut kepada MH dengan nada keras. “Mungkin dianggap menyentak, padahal bukan,” ujar AA.

Untuk memastikan keterangan tersebut, AA memanggil FK dan menanyakan secara langsung. Namun, menurutnya, FK hanya diam dan mengangguk ketika ditanya mengenai dugaan tindakan kekerasan berupa tendangan.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Tutup 2025 dengan Tasyakuran Calendar of Event dan Apresiasi Sponsor

AA menuturkan bahwa pada hari itu persoalan dianggap selesai karena FK, disaksikan neneknya, tidak mengaku mengalami pencabulan, melainkan ditendang. Nenek FK pun pulang tanpa menyampaikan keberatan.

Namun, beberapa waktu kemudian, tuduhan tersebut kembali mencuat. AA kembali mendatangi nenek FK untuk mengonfirmasi, namun nenek FK justru menangis hingga larut malam.

“Karena masih satu keluarga, saya mencoba mengonfirmasi agar tidak menjadi aib,” ungkapnya.

AA juga membantah telah meminta pencabutan laporan. Ia menyebut kedatangannya ke rumah keluarga FK semata-mata untuk klarifikasi dan penyelesaian secara kekeluargaan.

“Masih keluarga dekat, kami khawatir aib ini tersebar,” katanya.

Terkait undangan ke balai desa pada 13 Januari 2026, AA menegaskan hal tersebut bukan atas inisiatifnya, melainkan permintaan dari berbagai pihak, termasuk lembaga perlindungan anak, bidan pemeriksa, kepolisian, dan instansi terkait lainnya.

“Saya juga dipanggil ke balai desa, tetapi datang terlambat,” ujarnya.

Ia juga membantah telah memaksa S hadir ke balai desa sambil membawa KK dan KTP. Menurutnya, permintaan tersebut disampaikan melalui pesan suara, bukan secara langsung.

Baca Juga :  Bupati Cup 2026 Bergulir, sonGENnep Futsal Series Jadi Ajang Seleksi Atlet Madura

AA mengaku jarang memberikan pernyataan karena tidak memiliki akses ke media dan merasa malu jika persoalan tersebut menjadi konsumsi publik.

“Takut disampaikan tidak sesuai fakta, padahal niatnya hanya ingin menyelesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya.

Kuasa hukum MH, Ahmad Azizi, turut menyayangkan sejumlah pemberitaan media ternama yang dinilai tidak melakukan konfirmasi kepada pihaknya.

Menurutnya, pemberitaan yang tidak berimbang berpotensi menimbulkan dampak psikologis berkepanjangan terhadap anak yang masih di bawah umur.

“Jika ingin melindungi anak, maka lindungi semua pihak. Klien kami juga mengalami tekanan,” pungkasnya.

AA menyatakan siap mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan apabila penyelesaian secara kekeluargaan tidak dapat ditempuh. Ia berharap kasus tersebut ditangani secara adil dan bijaksana demi kepentingan terbaik anak-anak yang terlibat.

Loading

Penulis : HM

Berita Terkait

Ziarah Jelang Ramadan, Lia Istifhama Tegaskan Makna Cinta Lewat Doa untuk Leluhur
Jelang Libur Panjang, Sipropam Polres Sumenep Sisir Tempat Hiburan Malam
Jaga Stabilitas Harga, Bupati Fauzi Dialog Langsung dengan Pedagang dan Pembeli
Wujudkan Lingkungan Sehat, Pemdes Pinggirpapas Turun Langsung Bersih-Bersih
Budaya Gotong Royong Terjaga, Aparatur Kecamatan Batang-Batang Bersihkan Area Perbatasan
Tokoh Muda Sumenep Naghfir Sowan ke KHR. Azaim Ibrahimy, Teguhkan Warisan Sanad Keilmuan
Bayi Terluka Ditemukan di Gang Trunojoyo, Polisi Selidiki Kasus Secara Humanis
Pengukuhan DEKOPINDA Sumenep Jadi Tonggak Penguatan UMKM dan Ekonomi Pesisir

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:00 WIB

Ziarah Jelang Ramadan, Lia Istifhama Tegaskan Makna Cinta Lewat Doa untuk Leluhur

Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:43 WIB

Jelang Libur Panjang, Sipropam Polres Sumenep Sisir Tempat Hiburan Malam

Jumat, 13 Februari 2026 - 22:35 WIB

Jaga Stabilitas Harga, Bupati Fauzi Dialog Langsung dengan Pedagang dan Pembeli

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:39 WIB

Budaya Gotong Royong Terjaga, Aparatur Kecamatan Batang-Batang Bersihkan Area Perbatasan

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:47 WIB

Tokoh Muda Sumenep Naghfir Sowan ke KHR. Azaim Ibrahimy, Teguhkan Warisan Sanad Keilmuan

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:26 WIB

Bayi Terluka Ditemukan di Gang Trunojoyo, Polisi Selidiki Kasus Secara Humanis

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:57 WIB

Pengukuhan DEKOPINDA Sumenep Jadi Tonggak Penguatan UMKM dan Ekonomi Pesisir

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:52 WIB

Kolaborasi KEI dan Pemkab Sumenep Perkuat Pendidikan Guru Kepulauan

Berita Terbaru