Ketua HIMPASS Desak Tindakan Tegas atas Dugaan Pungli di Polsek Sapeken

Rabu, 18 Maret 2026 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ketua Himpass Sapeken Sumenep

Foto. Ketua Himpass Sapeken Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Praktik dugaan pungutan liar (pungli) kembali mencoreng wajah pelayanan publik di wilayah Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep. Kali ini, dugaan pungli terjadi secara terang-terangan di Polsek Sapeken dalam proses pembuatan surat kehilangan KTP.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa siang (17/3/2026) di Mapolsek Sapeken. Seorang warga yang hendak mengurus surat kehilangan KTP mengaku dimintai sejumlah uang oleh oknum petugas sebesar Rp35.000.

Korban yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kronologi kejadian tersebut. Ia menyebut, pungutan dilakukan dengan dalih biaya administrasi dan materai.

“Saya dimintai uang sebesar Rp35.000 saat mengurus surat kehilangan KTP. Rinciannya Rp20.000 untuk biaya pembuatan surat dan Rp15.000 untuk materai. Padahal setahu saya, pengurusan surat kehilangan itu seharusnya gratis,” ujarnya.

Ia mengaku tidak memiliki pilihan selain membayar karena membutuhkan surat tersebut saat itu juga.

“Saya tidak berani menolak karena butuh suratnya. Tapi ini jelas memberatkan dan seharusnya tidak terjadi,” tambahnya.

Sebagai informasi, penerbitan surat kehilangan oleh kepolisian tidak dipungut biaya. Hal ini telah diatur dalam berbagai regulasi, di antaranya Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Polri, yang tidak mencantumkan tarif untuk surat kehilangan.

Baca Juga :  Dari Pelabuhan Kalianget, Pemkab Sumenep Lepas Mudik Gratis dan HIMPASS Mengabdi ke-VIII

Selain itu, Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, serta Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri juga menegaskan pentingnya pelayanan publik yang bersih dan bebas pungli.

Dengan demikian, pungutan sebesar Rp35.000 tersebut diduga kuat merupakan praktik pungli yang melanggar hukum dan mencederai prinsip pelayanan publik.

Baca Juga :  Kebakesbangpol Sumenep Tegaskan Peran Pers dalam Momentum HPN 2025

Ketua Umum HIMPASS, Azer Ilham, mengecam keras dugaan praktik tersebut. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan masyarakat.

“Ini bukan sekadar pungutan Rp35 ribu. Ini adalah bentuk pembiaran praktik korupsi kecil yang terus dipelihara di tingkat pelayanan dasar. Kalau ini dibiarkan, maka Polsek bukan lagi tempat pelayanan, tapi ladang pungli,” tegasnya.

Azer Ilham juga mendesak Kapolres Sumenep dan jajaran Propam untuk segera mengambil tindakan tegas, bukan sekadar melakukan klarifikasi.

“Kami tidak butuh klarifikasi normatif. Kami butuh tindakan nyata. Copot dan proses oknum tersebut jika terbukti. Jangan biarkan institusi Polri terus kehilangan wibawa hanya karena praktik pungli recehan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam apabila tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat.

“Jika tidak ada tindakan tegas, kami pastikan akan menggelar aksi terbuka. Ini bentuk peringatan bahwa masyarakat Sapeken tidak akan diam terhadap praktik pungli yang terus merajalela,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi alarm keras bahwa reformasi pelayanan publik di tubuh kepolisian belum sepenuhnya berjalan, terutama di wilayah kepulauan yang relatif jauh dari pengawasan. Transparansi dan akuntabilitas tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Perkuat Literasi Energi, SKK Migas–MedcoEnergi Ajak Insan Media Madura Bedah Industri Hulu Migas
Pesan H Her ditengah Situasi Bangsa yang Rumit, Uang Triliunan Diharapkan Sampai ke Petani Tembakau
Dari Sumenep hingga Malang, Ali Zainal Abidin Teguhkan Gerakan Fastabiqul Khairat untuk Negeri
Founder BIP Tegaskan Bantuan Rp2 Miliar Tetap Sesuai Rencana, Ali: Fokus Kami Kemanusiaan
Dunia E-Bike Bumi Putra, Pusat Sepeda dan Motor Listrik Terlengkap di Sumenep
Petani Pulau Sapeken Keluhkan Pupuk Telat Datang, DPRD Minta Jalur Distribusi Dibenahi
Ucapan Harkopnas Bupati Sumenep Diduga Sarat Sinyal Politik, GPPD Bocorkan Hal Ini
Diduga Langgar Perda, Stand UMKM di depan MAN Sumenep Diminta Segera Ditertibkan

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 14:26 WIB

Perkuat Literasi Energi, SKK Migas–MedcoEnergi Ajak Insan Media Madura Bedah Industri Hulu Migas

Senin, 13 Juli 2026 - 02:51 WIB

Pesan H Her ditengah Situasi Bangsa yang Rumit, Uang Triliunan Diharapkan Sampai ke Petani Tembakau

Senin, 13 Juli 2026 - 00:28 WIB

Dari Sumenep hingga Malang, Ali Zainal Abidin Teguhkan Gerakan Fastabiqul Khairat untuk Negeri

Minggu, 12 Juli 2026 - 22:06 WIB

Founder BIP Tegaskan Bantuan Rp2 Miliar Tetap Sesuai Rencana, Ali: Fokus Kami Kemanusiaan

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:39 WIB

Dunia E-Bike Bumi Putra, Pusat Sepeda dan Motor Listrik Terlengkap di Sumenep

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:34 WIB

Ucapan Harkopnas Bupati Sumenep Diduga Sarat Sinyal Politik, GPPD Bocorkan Hal Ini

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:02 WIB

Diduga Langgar Perda, Stand UMKM di depan MAN Sumenep Diminta Segera Ditertibkan

Minggu, 12 Juli 2026 - 05:39 WIB

Proyek Rp374 Juta Disorot, Jalan Tamidung–Gapura Tengah Mulai Mengelupas Sebelum Selesai

Berita Terbaru