KHR Azaim Ibrahimy : Jangan Sampai Tragedi Penjajahan Tempoe Dulu Terulang

Rabu, 24 Mei 2023 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. KHR Azaim Ibrahimy, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo.

Foto. KHR Azaim Ibrahimy, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo.

SUMENEP, nusainsider.com — Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, KHR. Ach. Azaim Ibrahimy memberikan pesan khsus kepada masyarakat Kabupaten Sumenep. Beliau berpesan agar masyarakat Sumenep menjaga tanah yang ada di wilayah pesisir, khususnya pesisir pantura.

Hal tersebut disampaikan Kiai Azaim pada acara Halal Bihalal dan Ijazah Kubro yang digelar gabungan MWC NU Timur Daya Kabupaten Sumenep di Desa Banuaju Barat, Kecamatan Batang-Batang, Selasa (23/5) lalu.

Awalnya, beliau menyebut bahwa kemandirian masyarakat NU Sumenep menjadi inspirasi bagi daerah lain. Untuk itu, beliau meminta masyarakat Sumenep agar tidak tergiur oleh investor-investor yang datang untuk berinvestasi, apalagi jika menyangkut kepemilikan tanah di wilayah pesisir pantai.

Kata beliau, masyarakat Sumenep harus tetap menjadi tuan tanah di daerahnya sendiri. Jangan sampai tragedi penjajahan yang pernah terjadi tempo dulu kembali terulang.

Baca Juga :  Sosok Arif Firmanto Dinilai Paling Pantas Duduki Jabatan Sekda, Begini Komentarnya

Seperti diketahui, saat ini sebagian tanah yang ada pesisir pantai Kabupaten Sumenep sudah dibangun tambak udang. Tidak hanya dikelola orang lokal, bahkan sebagian tanah di wilayah pesisir sudah dikelola dan dimiliki orang luar daerah untuk penggarapan tambak udang.

“Jangan sampai terpengaruh oleh hal-hal yang lain, misalkan datang orang luar untuk investasi, kita adalah tuan tanah di negeri sendiri, jangan sampai kemudian dijajah, seperti dulu jaman VOC. VOC itu kan tamu, mau berdagang, tapi ke belakang menguasai jadi kolonial,” kata beliau dengan berbahasa Madura.

Apalagi, kata Kiai Azaim tanah tersebut merupakan warisan para leluhur. Jangan sampai tanah-tanah tersebut dijual. Jika tidak mampu digarap sendiri, maka maksimal disewakan. Jika disewakan, kendatipun dikerjakan dan dikelola investor, maka pemilik tanah akan tetap mendapat penghasilannya.

“Tapi kalau dijual, apalagi ada oknum tokoh masyarakat, dari pengurus NU ini bahaya, mari Sumenep ini kita jaga. Pesisir pantai ini kita jaga,” ungkap cicit KHR. As’ad Syamsul Arifin tersebut.

Beliau juga menyampaikan bahwasanya Kiai As’ad Syamsul Arifin pernah berdawuh, bahwa menjelang waktu hari kiamat, udang-udang yang ada di pesisir pantai itu merupakan senjata. Hanya saja, beliau tidak bisa menafsirkan makna dari apa yang didawuhkan tersebut.

“Dawuhnya Kiai As’ad, nanti menjelang kiamat, di wilayah pesisir itu hati-hati, udang-udang itu senjata. Saya tidak paham apa yang dimaksud udang itu adalah senjata. Apakah yang dimaksud itu tambak, ada gudang udangnya, ternyata di dalam gudang itu ada senjata, Wallahua’lam,” ucapnya.

“Jikalau kemudian pekerjanya juga warga asing, punya senjata, punya kekuatan meliter, jadi tamu di pesisir, sepanjang pantura, kan bisa dikepung kita, jadi hati-hati,” imbuh beliau.

Baca Juga :  Polres Sumenep Gelar Pelatihan Ketahanan Pangan untuk Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas

Untuk itu, beliau berpesan agar masyarakat tetap menjaga tanah yang ada di wilayah pesisir pantai demi milindungi keberlangsungan kehidupan anak cucunya.

“Jadi saya titip kepada masyarakat, terutama tokoh masyarakat jangan sampai terpengaruh dengan uang yang sedikit itu, kasihanilah generasi kita dimasa yang akan datang”, Tutupnya.

Loading

Berita Terkait

Pelantikan dan PKD XV PMII STITA, Momentum Menguatkan Loyalitas dan Intelektualitas
Festival Karaoke Dangdut Media Expo 2026 Sumenep Memanas, 25 Peserta Tembus Semifinal
Dari Bazar Murah hingga Deklarasi, Sumenep Youth Movement 2026 Dorong Peran Strategis Pemuda
Semangat Sumpah Pemuda, Kapolres Pamekasan Lepas 150 Perwakilan Mahasiswa dan Santri Menuju Polda Jatim
TBIN UIN Madura Gelar Konferensi Internasional Lalonget ke-7, Hadirkan Narasumber Empat Negara
Ning Lia Hadiri Media Expo 2026, Budaya Madura Dinilai Punya Potensi Ekonomi Kreatif
Media Expo Perdana di Jatim Dibuka di Sumenep, Pemprov Jatim Dorong Pelestarian Budaya dan Kesenian
Membanggakan! Awan Dania Dwi Putri Raih Juara 1 Seni Tunggal Remaja Putri di Trunodjoyo National Championship III 2026

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Pelantikan dan PKD XV PMII STITA, Momentum Menguatkan Loyalitas dan Intelektualitas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Festival Karaoke Dangdut Media Expo 2026 Sumenep Memanas, 25 Peserta Tembus Semifinal

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Dari Bazar Murah hingga Deklarasi, Sumenep Youth Movement 2026 Dorong Peran Strategis Pemuda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Semangat Sumpah Pemuda, Kapolres Pamekasan Lepas 150 Perwakilan Mahasiswa dan Santri Menuju Polda Jatim

Rabu, 28 Oktober 2026 - 01:28 WIB

Ning Lia Hadiri Media Expo 2026, Budaya Madura Dinilai Punya Potensi Ekonomi Kreatif

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Media Expo Perdana di Jatim Dibuka di Sumenep, Pemprov Jatim Dorong Pelestarian Budaya dan Kesenian

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:53 WIB

Membanggakan! Awan Dania Dwi Putri Raih Juara 1 Seni Tunggal Remaja Putri di Trunodjoyo National Championship III 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Media Expo 2026 Perdana di Jawa Timur, Cak Fauzi Beri Apresiasi kepada Tiga Media Lokal

Berita Terbaru