KM-UNIBA Madura Kecam Dugaan Intimidasi Terhadap Mahasiswa yang Suarakan Aspirasi

Rabu, 5 Maret 2025 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi pembungkaman Aspirasi Mahasiswa Uniba Madura Oleh Oknum Anggota DPRD Sumenep

Foto. Ilustrasi pembungkaman Aspirasi Mahasiswa Uniba Madura Oleh Oknum Anggota DPRD Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com — Seorang mahasiswa Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA Madura) berinisial JK mengaku mendapat intervensi dari salah satu anggota DPRD Sumenep berinisial ZA, usai mengikuti aksi demonstrasi menolak Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 terkait efisiensi anggaran.

Dalam keterangannya, JK yang merupakan Mahasiswa (Wapresma) UNIBA Madura itu tengah menjalani program magang di DPRD Sumenep selama hampir satu bulan.

Program tersebut seharusnya menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperdalam wawasan, meningkatkan keterampilan, serta memahami proses legislasi secara langsung.

Namun, JK mengungkapkan bahwa dirinya justru mendapat intimidasi dari salah satu anggota dewan setelah berpartisipasi dalam aksi demonstrasi.

“Saat itu saya menjadi koordinator umum aksi. Usai demonstrasi, saya dipanggil oleh anggota dewan berinisial ZA dan dimarahi karena ikut aksi. Saya dianggap tidak beretika karena lebih memilih menyuarakan aspirasi masyarakat dibanding fokus pada magang,” ujar JK, selasa (5/3).

Menurut JK, sebagai mahasiswa, dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, terlebih dalam isu-isu yang menyangkut kepentingan publik.

“Mahasiswa adalah agen perubahan. Kami memiliki hak konstitusional untuk menyuarakan kebenaran tanpa harus mendapat tekanan dari pihak mana pun,” tegasnya.

KM-UNIBA Madura Ambil Sikap

Menanggapi peristiwa ini, Keluarga Mahasiswa Universitas Bahaudin Mudhary Madura (KM-UNIBA Madura), Zubaidi menyatakan sikap tegas dengan mengecam segala bentuk intervensi dan intimidasi terhadap mahasiswa yang menjalankan hak demokratisnya.

KM-UNIBA menilai tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip kebebasan akademik sebagaimana diatur dalam UUD 1945 Pasal 28E Ayat (3), yang menyebutkan bahwa “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.” imbuhnya.

Selain itu, hak mahasiswa untuk menyampaikan pendapat juga dilindungi dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Baca Juga :  Polres Sumenep Tetapkan Titik Rawan, Operasi Zebra 2025 Fokus pada Keselamatan

KM-UNIBA sekaligus Wakil presiden Mahasiswa Uniba itu menegaskan, mahasiswa memiliki hak penuh dalam menjalankan perannya sebagai agen perubahan tanpa tekanan dari pihak mana pun.

“Kami meminta semua pihak menghormati kebebasan akademik dan hak demokrasi mahasiswa. Upaya pembungkaman semacam ini tidak boleh terjadi di ruang-ruang akademik,” ujar perwakilan KM-UNIBA.

Zubaidi sapaan akrabnya berharap ada perlindungan bagi mahasiswa yang aktif menyuarakan aspirasi masyarakat tanpa rasa takut.

Baca Juga :  Dugaan Nikah Siri, Rektor UNIBA Madura Terancam Dipecat!

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, akademisi, dan organisasi mahasiswa untuk terus mengawal kebebasan berpendapat sebagai bagian dari demokrasi.

Hingga berita ini dinaikkan, pihak DPRD Sumenep belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan intimidasi ini.

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru