Korupsi BSPS Menguak, AKD Sumenep : Kades Hanya Pengusul Bukan Pelaksana

Kamis, 10 April 2025 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ketua AKD Sumenep, Miskun Legiyono

Foto. Ketua AKD Sumenep, Miskun Legiyono

SUMENEP, nusainsider.com — Dunia perdesaan di Kabupaten Sumenep tengah diguncang kabar mengejutkan. Ratusan Kepala Desa (Kades) dipanggil Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep terkait dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2024.

Program BSPS tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024, dengan total anggaran mencapai Rp108 miliar. Bantuan itu seharusnya digunakan untuk memperbaiki rumah-rumah tidak layak huni milik warga miskin.

Namun, muncul dugaan bahwa dana bantuan tersebut disunat oleh oknum Kepala Desa yang menjadi penerima atau pengusul bantuan tersebut. Dugaan ini membuat Kejari Sumenep segera bertindak cepat.

Pemeriksaan terhadap para Kepala Desa dilakukan secara maraton dan dimulai sejak Rabu (09/04/2025). Hari pertama pemanggilan difokuskan kepada lima orang Kades dari sejumlah kecamatan.

“Hari ini merupakan hari pertama pemanggilan atas dugaan kasus korupsi dana BSPS 2024 di wilayah Sumenep,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Sumenep, Moch. Indra Subrata, Rabu (9/4/2025) dalam pemberitaan media ini sebelumnya.

Indra sapaan akrabnya menambahkan, pemeriksaan ini merupakan langkah awal untuk menelusuri dugaan penyimpangan anggaran yang terjadi dalam proses penyaluran bantuan tersebut. Tidak menutup kemungkinan jumlah pihak yang dipanggil akan terus bertambah.

Baca Juga :  Skandal Narkoba Jadi Pelajaran, FPK Tuntut PAW Transparan dan Kredibel

Menanggapi pemanggilan tersebut, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Sumenep, Miskun Legiyono, turut angkat bicara. Ia menilai keterlibatan para Kades dalam program BSPS selama ini hanya sebatas pengusul.

“Desa hanya berperan sebagai pengusul, bukan pelaksana program. Jadi tidak ada hubungannya langsung dengan teknis penggunaan dana BSPS itu,” kata Miskun Legiyono, yang akrab disapa Kades Iyon, Rabu (9/4/2025).

Ia menegaskan bahwa pelaksana program BSPS melibatkan tiga unsur utama, yakni penerima bantuan (masyarakat), pendamping program, dan toko material sebagai penyedia bahan bangunan.

Menurutnya, struktur pelaksanaan itu seharusnya sudah cukup menjelaskan bahwa Kepala Desa tidak memiliki wewenang dalam penggunaan anggaran yang diturunkan melalui program BSPS.

“Oleh karena itu, sebagai Ketua AKD, saya siap membela Kepala Desa mana pun jika mereka dipermasalahkan dalam konteks pelaksanaan program ini,” tegas Iyon.

Ia mengingatkan, jangan sampai para Kepala Desa menjadi kambing hitam dalam kasus yang pelaksana teknisnya bukan mereka. Menurutnya, peran Kades murni administratif.

“Sudah jelas, keterlibatan Desa hanya sebatas mengusulkan calon penerima berdasarkan kondisi masyarakat. Tidak lebih dari itu,” lanjutnya.

Namun, saat ditanya alasan mengapa Kepala Desa justru yang pertama dipanggil oleh pihak kejaksaan, Iyon mencoba memberikan penjelasan kemungkinan alasan tersebut.

“Mungkin sejumlah Kades itu dipanggil hanya sebagai saksi saja. Karena tidak mungkin Kepala Desa tidak tahu bahwa warganya menerima bantuan,” kata dia.

Ia menilai sangat wajar jika pihak kejaksaan terlebih dahulu memanggil Kepala Desa karena mereka memiliki informasi awal tentang calon penerima bantuan.

“Pihak Kejaksaan tentu ingin mengonfirmasi proses awal pengusulan, termasuk siapa yang ditunjuk, dan bagaimana proses identifikasi calon penerima dilakukan di lapangan,” tambahnya.

Kendati demikian, ia tetap menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada Kejaksaan. Ia hanya berharap agar prosesnya berjalan transparan dan adil, tanpa menyudutkan pihak yang tidak terlibat langsung.

Baca Juga :  Lakukan Penilaian Kelompok Asman Pemanfaatan Toga, Dinkes Pamekasan Lakukan Cara Begini

Iyon juga meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa semua Kades terlibat. Ia menilai belum tentu semua pengusul ikut menikmati dana BSPS.

“Sangat mungkin oknum di luar struktur pemerintahan desa yang bermain, atau mungkin ada persoalan pada pendamping dan toko penyedia bahan,” katanya menduga.

Ia menilai perlunya audit menyeluruh pada seluruh pelaksanaan program BSPS agar tidak hanya memeriksa Kades, tapi juga pendamping dan penyedia barang.

Baca Juga :  KM-UNIBA Madura Kecam Dugaan Intimidasi Terhadap Mahasiswa yang Suarakan Aspirasi

Program BSPS sendiri merupakan inisiatif dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar memiliki tempat tinggal layak.

Namun, jika dana sebesar itu benar-benar diselewengkan, maka hal ini menjadi preseden buruk bagi penyaluran bantuan dari pusat ke daerah.

Kejaksaan Negeri Sumenep belum mengeluarkan keterangan lebih lanjut terkait apakah para Kades tersebut akan berlanjut pada status tersangka atau masih sebatas saksi.

Sementara itu, gelombang pemanggilan terhadap para Kepala Desa akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Pihak Kejari memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan profesional.

Masyarakat pun diminta untuk bersabar dan tidak menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya. Semua pihak diharapkan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Pelantikan dan PKD XV PMII STITA, Momentum Menguatkan Loyalitas dan Intelektualitas
Festival Karaoke Dangdut Media Expo 2026 Sumenep Memanas, 25 Peserta Tembus Semifinal
Menimbang Ulang Eksistensi Hiburan Dunia Malam : Tegas Menertibkan, Adil Menegakkan Aturan
Dari Bazar Murah hingga Deklarasi, Sumenep Youth Movement 2026 Dorong Peran Strategis Pemuda
Semangat Sumpah Pemuda, Kapolres Pamekasan Lepas 150 Perwakilan Mahasiswa dan Santri Menuju Polda Jatim
TBIN UIN Madura Gelar Konferensi Internasional Lalonget ke-7, Hadirkan Narasumber Empat Negara
Ning Lia Hadiri Media Expo 2026, Budaya Madura Dinilai Punya Potensi Ekonomi Kreatif
Media Expo Perdana di Jatim Dibuka di Sumenep, Pemprov Jatim Dorong Pelestarian Budaya dan Kesenian

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Pelantikan dan PKD XV PMII STITA, Momentum Menguatkan Loyalitas dan Intelektualitas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Festival Karaoke Dangdut Media Expo 2026 Sumenep Memanas, 25 Peserta Tembus Semifinal

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Menimbang Ulang Eksistensi Hiburan Dunia Malam : Tegas Menertibkan, Adil Menegakkan Aturan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Dari Bazar Murah hingga Deklarasi, Sumenep Youth Movement 2026 Dorong Peran Strategis Pemuda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Semangat Sumpah Pemuda, Kapolres Pamekasan Lepas 150 Perwakilan Mahasiswa dan Santri Menuju Polda Jatim

Rabu, 28 Oktober 2026 - 01:28 WIB

Ning Lia Hadiri Media Expo 2026, Budaya Madura Dinilai Punya Potensi Ekonomi Kreatif

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Media Expo Perdana di Jatim Dibuka di Sumenep, Pemprov Jatim Dorong Pelestarian Budaya dan Kesenian

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:53 WIB

Membanggakan! Awan Dania Dwi Putri Raih Juara 1 Seni Tunggal Remaja Putri di Trunodjoyo National Championship III 2026

Berita Terbaru