SUMENEP, nusainsider.com — Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dibuat terkesima saat mengunjungi stand milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep dalam Pameran Pembangunan yang menjadi rangkaian Madura Culture Festival (MCF) #3 Tahun 2025.
Pasalnya, stand DLH menghadirkan beragam hasil olahan sampah yang diubah menjadi barang-barang bernilai guna dan ekonomis.

Mulai dari gelas, tempat tisu, lukisan dinding, hingga peralatan rumah tangga lainnya tersusun rapi menghiasi meja pameran.
Inovasi itu menunjukkan bahwa sampah plastik, yang selama ini dianggap tidak bermanfaat, ternyata bisa dikelola menjadi produk bernilai jual. Bahkan, jika ditekuni, kegiatan tersebut mampu menghasilkan keuntungan ekonomi bagi masyarakat.
“Sampah bukan hanya masalah, tapi juga peluang. Misalnya, membuat tempat tisu dari tutup botol bekas bisa jadi aktivitas DIY yang seru sekaligus bermanfaat,” ujar salah satu penjaga stand DLH kepada media ini.
Lebih lanjut, pihak DLH menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam pameran kali ini bukan sekadar menampilkan karya, tetapi juga sebagai sarana sosialisasi pentingnya pengelolaan sampah.
Upaya tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
“Kesadaran masyarakat memang masih perlu ditingkatkan agar bisa memanfaatkan barang bekas menjadi barang berkelas. Melalui momentum Madura Culture Festival #3 sejak 28 Agustus hingga sekarang, kami terus berupaya menyampaikan pesan agar jangan lagi membuang sampah sembarangan,” tegasnya.
Pameran yang berlangsung di GOR A. Yani Sumenep itu menjadi panggung bagi berbagai instansi, termasuk DLH, untuk menunjukkan inovasi dan kontribusi mereka dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah.
![]()
Penulis : Wafa

















