Lia Istifhama Apresiasi Langkah Baznas Perkuat Ekonomi Perempuan Tanpa Riba

Jumat, 8 Agustus 2025 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Dr Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I yang akrab disapa Neng Lia.

Foto. Dr Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I yang akrab disapa Neng Lia.

JAKARTA, nusainsider.comAnggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, memberi apresiasi tinggi atas langkah strategis Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI yang bermitra dengan Pimpinan Pusat Muslimat NU.

Kolaborasi ini melahirkan program Women Entrepreneurship berbasis zakat produktif dan skema microfinance syariah, yang bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi perempuan.

Neng Lia sapaan akrabnya menilai, inisiatif ini juga menjadi upaya nyata mengurangi ketergantungan masyarakat pada praktik pembiayaan merugikan, seperti bank titil atau rentenir, yang selama ini menjerat banyak ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil.

Melalui Baznas Microfinance Majelis Taklim (BMMT), ribuan kader perempuan Muslimat NU di berbagai daerah akan mendapat akses pembiayaan mikro, pelatihan kewirausahaan, hingga pendampingan usaha berbasis komunitas, “Imbuhnya.

Baca Juga :  Cetak Kader yang Mampu Menjawab Tantangan Zaman, PC Kopri Jember Gelar SKK

Program ini menargetkan lebih dari 1.000 majelis taklim di 20 provinsi, dengan alokasi awal Rp 2 miliar. Pendekatannya berbasis syariah, tanpa bunga, dan dijalankan dengan prinsip kebersamaan komunitas.

Penerima manfaat tak hanya memperoleh modal usaha, tapi juga pelatihan manajerial, kewirausahaan, serta bimbingan mengembangkan potensi lokal seperti kuliner, kerajinan, warung sembako, hingga jasa berbasis digital.

Kepala Divisi Bank Zakat Mikro Baznas RI, Noor Aziz, menyebut sinergi dengan Muslimat NU sebagai bagian dari strategi membangun ekonomi berkeadilan dan berkelanjutan.

Selain Muslimat NU, Baznas juga menjalin kerja sama serupa dengan Aisyiyah dan Fatayat NU. Tujuannya, memperluas jangkauan pemberdayaan ekonomi perempuan di level akar rumput.

“Program ini bukan sekadar pencairan dana zakat produktif, tapi terobosan konkret memperkuat perekonomian bangsa dari level komunitas. Ke depan, majelis taklim bisa berkolaborasi dengan perbankan syariah untuk menggerakkan ekonomi akar rumput,” jelas Noor Aziz.

Lia Istifhama menambahkan, perempuan selama ini menjadi garda terdepan menjaga stabilitas ekonomi keluarga. Namun, banyak yang belum mendapat akses permodalan yang sehat, aman, dan bebas riba.

Baca Juga :  Pasca Reshuffle, Lia Istifhama Dorong Figur Muda Isi Kursi Menpora

Menurutnya, skema yang dihadirkan Baznas dan Muslimat NU adalah alternatif penting dari praktik bank titil yang kerap menjebak perempuan ke lingkaran utang berbunga tinggi.

“Ini langkah revolusioner dan terukur. Pemberdayaan perempuan tak cukup dengan ceramah motivasi, tapi harus disertai ekosistem pendanaan yang amanah dan pendampingan konsisten,” tegas Lia.

Ia juga mendorong sinergi kuat antara pemerintah pusat, Baznas provinsi/kabupaten, dan jaringan Muslimat NU agar program ini tidak berhenti pada penyaluran dana.

Baca Juga :  DPD RI & Ombudsman Bahas Solusi Akses Pendidikan di Indonesia

Pengawasan, pelatihan, dan evaluasi berkala harus menjadi bagian integral dari pelaksanaan program.

“DPD RI siap mengawal, memastikan skema bantuan zakat ini tepat sasaran dan mampu mendorong perempuan berkembang,” ujarnya.

Lia menyinggung potensi program ini untuk mengatasi ketimpangan ekonomi di tengah tantangan era digital dan inflasi global.

Ia meyakini pendekatan berbasis kader komunitas seperti Muslimat NU dapat menjadi model pemberdayaan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kader Muslimat NU sudah terbukti kuat secara sosial-keagamaan. Kini saatnya mereka naik kelas menjadi pilar ekonomi umat yang produktif dan berdaya saing,” kata Lia optimistis.

Menurutnya, program ini bisa menjadi tonggak penting penguatan ekonomi perempuan akar rumput sekaligus pengentasan kemiskinan berbasis komunitas.

Loading

Penulis : Mam

Berita Terkait

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Sebut Begini ke Pemkab Sumenep
Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah
Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4
Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani
Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN
Bukan Sekadar Rp3.000 – Rp10.000, Karcis Penitipan Motor di MCF #4 Pertanyakan Legalitasnya
Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik
Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 11:22 WIB

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Sebut Begini ke Pemkab Sumenep

Rabu, 2 September 2026 - 08:32 WIB

Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah

Rabu, 2 September 2026 - 06:46 WIB

Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4

Rabu, 2 September 2026 - 06:39 WIB

Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani

Rabu, 2 September 2026 - 05:49 WIB

Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN

Selasa, 1 September 2026 - 14:45 WIB

Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik

Selasa, 1 September 2026 - 13:34 WIB

Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Selasa, 1 September 2026 - 10:09 WIB

Warga Sumenep, Siapkan Hati! Sumenep Bersholawat Digelar Malam Ini di GOR A Yani

Berita Terbaru