SURABAYA, nusainsider.com — Rumah Sakit (RS) Menur Surabaya mendapat apresiasi atas transformasi layanan kesehatan yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, khususnya dalam penguatan layanan kesehatan mental.
Modernisasi tersebut dinilai menjadi langkah strategis Jawa Timur dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks.
Direktur RS Menur Surabaya, Fitria Dewi, menyampaikan rasa bangga atas dukungan dan perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan rumah sakit yang dipimpinnya.
Menurutnya, keberhasilan transformasi RS Menur tidak lepas dari peran besar Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
“Ini merupakan bentuk apresiasi bagi kami. RS Menur diberi kesempatan untuk menunjukkan bahwa setiap upaya yang kami lakukan benar-benar bertujuan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Fitria.
Ia menegaskan, perhatian Gubernur Khofifah terhadap RS Menur sangat nyata, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana, pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia (SDM), hingga penguatan kebijakan pelayanan medis.
“Bu Gubernur selalu mengikuti perkembangan RS Menur secara detail. Dukungan beliau menjadi kekuatan dan dorongan luar biasa bagi kami. Sebagai warga Jawa Timur, kita patut bangga memiliki pemimpin yang serius memperhatikan sektor kesehatan,” imbuhnya.
Apresiasi juga datang dari anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Lia Istifhama, yang melakukan kunjungan kerja ke RS Menur.
Senator muda asal Jawa Timur tersebut menilai RS Menur berhasil beradaptasi dengan kebijakan nasional di bidang kesehatan.
Menurut Lia, Kementerian Kesehatan mendorong rumah sakit umum di Indonesia untuk mampu melayani seluruh jenis penyakit, sekaligus memiliki layanan unggulan.
Dalam konteks itu, RS Menur menjadikan kesehatan mental sebagai kekuatan utama.
“Kami melihat langsung bagaimana RS Menur hadir sesuai dengan ekspektasi pemerintah. Rumah sakit ini tidak hanya memiliki layanan dasar, tetapi juga unggulan, terutama dalam penanganan kesehatan mental,” ujar Lia Istifhama, yang akrab disapa Ning Lia, Kamis (15/1).
Keponakan Gubernur Khofifah tersebut menilai RS Menur telah berhasil mematahkan stigma bahwa rumah sakit jiwa hanya berkutat pada layanan psikologi dan psikiatri.
Saat ini, RS Menur memiliki layanan yang komprehensif, mulai dari persalinan, rawat inap, hingga klinik tumbuh kembang anak.
“RS Menur tidak hanya melayani kesehatan mental. Banyak layanan lain yang bisa diakses masyarakat, termasuk persalinan dan rehabilitasi,” tegasnya.
Namun demikian, Ning Lia juga menyoroti fenomena meningkatnya gangguan belajar pada anak-anak akibat kecanduan gawai dan paparan konten digital yang tidak sehat.
“Kita perlu menggarisbawahi bahwa banyak anak mengalami kesulitan fokus, gangguan belajar, hingga kesulitan mencerna pelajaran karena penggunaan gadget yang berlebihan,” ungkapnya.
Hal tersebut dibenarkan oleh Fitria Dewi. Ia menyebutkan, RS Menur saat ini menerima cukup banyak pasien anak dengan keluhan kecanduan gawai, mulai dari paparan pornografi, kekerasan, hingga perilaku agresif yang berdampak pada kondisi psikologis mereka.
“Sebagian pasien anak harus menjalani perawatan inap karena kondisi yang cukup berat. Ini menjadi perhatian serius bagi kami,” jelas Fitria.
Sebagai bentuk respons, RS Menur telah menyiapkan klinik khusus gangguan belajar guna memberikan intervensi medis dan psikososial secara dini agar kondisi anak tidak semakin memburuk.
Ning Lia pun mendorong agar edukasi terkait kesehatan mental anak dan bahaya kecanduan digital terus digencarkan kepada masyarakat.
“Kami ingin belajar lebih jauh terkait penanganannya, agar ke depan upaya pencegahan bisa dilakukan lebih masif dan anak-anak tidak terlambat mendapatkan pertolongan,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Wafa
















