Memalukan! 14 Tahun Jalan Gapura-Batangbatang Dibiarkan Rusak, GPS Desa Gelar Aksi Penggalangan Dana

Rabu, 7 Juni 2023 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Sejumlah massa dari Gerakan Pemuda Segitiga (GPS) Desa menggelar demonstrasi sekaligus penggalangan dana, di depan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Rabu 07/06/2023.
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur karena terkesan membiarkan jalan rusak tak kunjung diperbaiki selama 14 tahun, “Kata Korlap Aksi A. Sattar Kepada Media ini, Rabu (7/6).
Korlap aksi mengatakan, demonstrasi dan penggalangan dana ini dilakukan, karena Dinas PUTR Kabupaten Sumenep tidak kunjung merealisasikan perbaikan jalan poros penghubung dua kecamatan.
 
Yaitu poros Kecamatan Gapura menuju Kecamatan Batang-Batang, tepatnya di Desa Gapura Tengah-Desa Tamidung. Menurutnya kondisi jalan penghubung tersebut sangat memperihatinkan dan rusak parah.
Baca Juga :  Target Pemerintah 2024: Air Minum Layak Capai 100 Persen
“Pemerintah sangatlah lamban dan tidak serius dalam menyikapi keluh kesah masyarakat terkait infrastruktur yang rusak ini,” Ungkapnya. 

Untuk itu, ia meminta pemkab sumenep dalam hal ini Dinas PUTR untuk segera melakukan perbaikan, sebab, jalan tersebut merupakan akses ke pesantren serta Jalur perekonomian masyarakat.

“Bayangkan. Sudah 14 tahun belum ada wajah serius Dinas PUTR guba memperbaiki jalan itu. Padahal akses perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Dia pun sangat menyayangkan atas sifat Dinas PUTR yang memiliki tugas perbaikan jalan, tetapi tidak ada i’tikad untuk memperbaikinya.

Baca Juga :  Arif Rahman ; Tumpengan Di ‘Gerbong’ Kereta Madura

Sattar menilai, pemangku kebijakan dalam hal ini tidak punya rasa tanggungjawab karena terkesan membiarkan masyarakat berjalan diatas aspal penuh batu kerikil yang menimbulkan terjadinya kecelakaan.

Sementara itu, Nur Hayat, Ketua GPS menambahkan bahwa Aksi penggalangan dana GPS Desa ini direncanakan akan berlangsung selama 24 jam.

“Aksi penggalangan dana ini kami rencanakan sehari semalam,” tambahnya.

Aktivis PMII Sumenep itu berharap aksi penggalangan dana ini dapat menjadi momentum untuk menggugah kesadaran pemerintah akan pentingnya perbaikan infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat.

Melalui penggalangan dana ini dapat menjadi titik awal perubahan yang lebih baik dalam penanganan masalah jalan rusak di daerah mereka dan Kabupaten Sumenep secara umum, “Tutupnya.

Baca Juga :  Listrik Pulau Giliyang Terjadi Pemadaman ; Tiga Malam Di Awal Bulan

Lebihlanjut, kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Sumenep, A. A. Hidayat, di hadapan massa aksi, menyatakan akan mengupayakan pengalokasian anggaran untuk perbaikan jalan poros tersebut dalam Perubahan Anggaran atau PAK.

Meskipun nilai anggaran untuk perbaikan jalan yang diperjuangkan para pemuda masih belum diketahui secara pasti, dia menegaskan bahwa akan disesuaikan dengan kekuatan anggaran yang ada.

“Karena yang harus kami anggarkan, bukan untuk di Gapura Tengah saja. Seluruh kabupaten kebutuhan (anggaran) infrastruktur jalan kita itu besar,” paparnya.

Namun demikian, sambungnya, merespons aspirasi para demonstran, sebelum anggaran perbaikan jalan itu ada, pihaknya akan menimbun bagian yang paling rusak di jalan tersebut.

Menurut Hidayat, Dinas PUTR telah mengirim alat berat untuk melakukan upaya penimbunan.

“Kenapa alatnya agak terlambat, karena alat kami terbatas,” imbuhnya.

Loading

Berita Terkait

Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas
DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia
PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak
Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep
Yuddy Chrisnandi Apresiasi Diplomasi Prabowo: Jakarta Tak Lagi Sekadar Tamu, Kini Jadi Tuan Rumah Dunia
FGD “NgomBe” Bahas Masa Depan MBG di Sumenep, Pemkab Dorong Evaluasi Menyeluruh
Yang Paling Sakit Bukan Kepergian, Melainkan Kebenaran yang Tak Pernah Terucapkan

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:26 WIB

Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:23 WIB

DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:32 WIB

PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:34 WIB

PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:32 WIB

Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:59 WIB

FGD “NgomBe” Bahas Masa Depan MBG di Sumenep, Pemkab Dorong Evaluasi Menyeluruh

Rabu, 8 Juli 2026 - 22:55 WIB

Yang Paling Sakit Bukan Kepergian, Melainkan Kebenaran yang Tak Pernah Terucapkan

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:34 WIB

Pesantren Al-Islamiyah Gandeng Yonif TP 931/KJ Bentuk Santri Tangguh Lewat Kemah HIMMAH ke-51

Berita Terbaru