Panggung Dangdut atau Arena Donasi? Kritik Publik atas Sistem Virtual Gift DA7

Sabtu, 27 Desember 2025 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, nusainsider.com Panggung megah Dangdut Academy 7 (DA7) berubah menjadi ruang kekecewaan publik.

Pertarungan Virtual Gift (VG) antara Valen asal Pamekasan dan Tasya dari Tangerang yang berlangsung hingga detik-detik terakhir justru meninggalkan tanda tanya besar terhadap arah dan esensi ajang pencarian bakat tersebut.

Pada pukul 00.49 WIB, Sabtu (27/12/2025), hasil akhir akumulasi Virtual Gift dari malam pertama hingga malam terakhir menetapkan Tasya unggul atas Valen.

Keputusan tersebut sontak memicu gelombang protes publik, terutama karena Valen selama kompetisi dinilai tampil paling konsisten, matang secara teknik, dan dominan dalam kualitas panggung.

Baca Juga :  Bupati Fauzi Kunjungi Stand DWP: Peran Perempuan Menguatkan Ekonomi Lokal

Sejak awal, Valen tak pernah absen dari pujian dewan juri. Ia bahkan digelari “King of Dynamica”, “Pangeran Dangdut”, hingga disebut sebagai “Next Raja Dangdut” oleh Indosiar sendiri.

Label-label prestisius itu mempertegas posisi Valen sebagai simbol harapan masyarakat se-Indonesia akan lahirnya raja dangdut baru dari panggung DA7.

Namun harapan itu runtuh seketika ketika kualitas justru kalah oleh akumulasi angka Virtual Gift. Banyak pihak menilai bahwa DA7 tidak lagi sepenuhnya berbicara soal bakat, melainkan telah bergeser menjadi arena adu kekuatan modal dan mobilisasi dukungan digital.

Baca Juga :  Bersama Afridha Ginting, DPC KPNI Kota Medan Sukses Laksanakan Dialog Publik

Kekecewaan publik tumpah ruah di kolom komentar siaran langsung. Ribuan netizen melontarkan kritik tajam terhadap sistem penilaian yang dinilai timpang dan tidak adil. Beberapa komentar bahkan menyebut bahwa ajang pencarian bakat kini telah kehilangan marwahnya.

“Ini bukan lagi pencarian bakat, tapi pencarian gift,” tulis salah satu netizen.

Komentar lain yang viral menyebut DA7 sebagai “Ajang Pencarian Bakat Tergagal Sepanjang Sejarah”, sebuah sindiran keras terhadap konsep kompetisi yang dianggap gagal menjaga objektivitas seni.

Fenomena ini membuka diskursus serius: apakah panggung pencarian bakat masih menjunjung kualitas vokal, musikalitas, dan karakter, atau justru telah menyerah pada mekanisme popularitas dan transaksi digital? Kekalahan Valen bukan sekadar soal satu peserta yang gugur di malam final.

Bagi publik, ini adalah potret buram bagaimana kualitas bisa dikalahkan oleh sistem, dan bagaimana kepercayaan penonton terhadap ajang pencarian bakat perlahan terkikis.

Baca Juga :  JSI dan Donatur Bersatu, Musola Al-Ikhlas Tinggal Tahap Akhir

Meski tak menyandang gelar juara, bagi banyak masyarakat Indonesia, Valen tetap dianggap sebagai pemenang sesungguhnya bukan karena angka, melainkan karena kualitas yang konsisten dan pengakuan publik yang tak terbantahkan.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Pimred nusainsider.com Apresiasi Kiprah CEO DRT The Big Family di Hari Ulang Tahunnya
Opini Fauzi As ; Madura Tidak Pernah Tamat
Rokok MAKAYASA Genjot Ekspansi Pasar, 200 Outlet Baru Dibuka Setiap Hari
Bappeda Sumenep: Program SIMPUL Jawaban Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Data
Bappeda Sumenep Pacu Pertumbuhan Ekonomi Lewat Sektor Maritim, Pertanian dan Wisata
Bappeda Sumenep Dorong Transparansi Pembangunan melalui Aplikasi SIPD-RI E-Dalev
47 Tahun Achmad Fauzi Wongsojudo, Pemimpin Inspiratif Sumenep dengan Deretan Prestasi Nasional
East Java Maritime Awards 2026: Sumenep Diakui sebagai Penggerak Ekonomi Maritim Daerah

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:20 WIB

Pimred nusainsider.com Apresiasi Kiprah CEO DRT The Big Family di Hari Ulang Tahunnya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:55 WIB

Opini Fauzi As ; Madura Tidak Pernah Tamat

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:41 WIB

Rokok MAKAYASA Genjot Ekspansi Pasar, 200 Outlet Baru Dibuka Setiap Hari

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:26 WIB

Bappeda Sumenep: Program SIMPUL Jawaban Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Data

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:33 WIB

Bappeda Sumenep Pacu Pertumbuhan Ekonomi Lewat Sektor Maritim, Pertanian dan Wisata

Kamis, 21 Mei 2026 - 02:21 WIB

47 Tahun Achmad Fauzi Wongsojudo, Pemimpin Inspiratif Sumenep dengan Deretan Prestasi Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 01:18 WIB

East Java Maritime Awards 2026: Sumenep Diakui sebagai Penggerak Ekonomi Maritim Daerah

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:44 WIB

Menuju Sumenep Bersih dan Sehat, Bappeda Gulirkan Program “Small but Beautiful”

Berita Terbaru

Foto. Fauzi As

Berita

Opini Fauzi As ; Madura Tidak Pernah Tamat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:55 WIB