SUMENEP, nusainsider.com — Wisata Pantai Salam di Pulau Saebus, Kecamatan Sapeken, kini tidak lagi sekadar dikenal sebagai destinasi wisata alam. Kawasan ini mulai bertransformasi menjadi simbol kebangkitan ekonomi berbasis masyarakat.
Pengembangan Pantai Salam diarahkan sebagai kawasan wisata partisipatif yang memadukan keindahan alam, semangat pelaku UMKM, serta kekayaan budaya lokal. Pantai ini diharapkan menjadi wajah baru Pulau Saebus sekaligus ruang tumbuh bagi perekonomian warga setempat.
Pengelola Pantai Salam, Tanni, mengungkapkan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan sejak satu bulan terakhir. Fokus utama pembenahan meliputi perbaikan fasilitas dasar yang ramah pengunjung.
“Perbaikan dilakukan mulai dari pagar, toilet umum, area parkir, musholla hingga gazebo, demi menciptakan kenyamanan wisatawan,” ujarnya.
Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam pengelolaan Pantai Salam. Prinsip transparansi dan pemberdayaan masyarakat menjadi nilai yang terus dijaga.
“Sinergi antara pemerintah desa, Pokdarwis, dan masyarakat menjadi pondasi pengelolaan Pantai Salam. Semangat transparansi dan pemberdayaan menjadi prinsip utama,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tanni menyebut peran generasi muda sangat penting, terutama dalam memanfaatkan era digital. Para pemuda desa kini aktif mempromosikan Pantai Salam melalui berbagai platform media sosial seperti TikTok, Facebook, Instagram, dan YouTube.
“Kami sadar pentingnya promosi digital. Sekarang, anak-anak muda desa mulai aktif memproduksi konten dan mengelola informasi destinasi lewat media sosial,” tambahnya.
Berdasarkan penelusuran di lapangan, Pantai Salam direncanakan akan resmi dibuka tiga hari setelah Hari Raya Idulfitri.
Meski demikian, sejumlah stan dan warung milik pelaku UMKM sudah mulai tertata rapi sebagai bagian dari kesiapan menyambut wisatawan.
Dengan berbagai pembenahan dan kolaborasi yang terjalin, Pantai Salam optimistis menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat Pulau Saebus.
![]()
Penulis : Wafa
















