Pemerataan Kesehatan Sumenep: Komitmen Daerah Kepulauan Menuju IPM Lebih Baik

Senin, 5 Mei 2025 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Bupati Sumenep Dr H Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH saat menerima kenang-kenangan dari Ketua PABOI Nasional.

Foto. Bupati Sumenep Dr H Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH saat menerima kenang-kenangan dari Ketua PABOI Nasional.

SUMENEP, nusainsider.com Pemerintah Kabupaten Sumenep terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat kepulauan. Hal ini terlihat dari diselenggarakannya acara seremonial pengabdian masyarakat yang melibatkan sejumlah organisasi medis nasional.

Acara tersebut melibatkan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Ortopedi Indonesia (PABOI), Center of Excellence – Indonesian Orthopaedic Association (COE-IOA), dan Yayasan Orthopaedi Indonesia.

Bappeda Sumenep

Kegiatan ini berlangsung di pendopo agung keraton sumenep, Senin 5 Mei 2025 sebagai salah satu wilayah di Pulau Jawa yang memiliki tantangan geografis khas.

Kabupaten Sumenep dikenal sebagai kabupaten dengan jumlah pulau terbanyak di Jawa, yakni sebanyak 128 pulau. Kondisi ini menimbulkan tantangan tersendiri, khususnya di bidang transportasi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.

Salah satu contohnya adalah akses transportasi menuju Pulau Masalembu yang memerlukan waktu tempuh hingga 24 jam. Padahal, jika dibandingkan dengan ke Kalimantan, hanya memerlukan sekitar empat jam saja.

Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan bahwa kondisi ini menjadi tantangan sekaligus dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan secara merata antara wilayah daratan dan kepulauan.

“Letak geografis ini menjadi spirit bagi tenaga kesehatan untuk terus memaksimalkan pelayanan dan pemerataan pembangunan. Ini adalah tantangan yang harus kami hadapi dengan komitmen yang kuat,” ujar Bupati di sela-sela sambutannya, Senin 5 Mei 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan harapannya kepada para dokter spesialis ortopedi yang bertugas di RSUD Moh. Anwar agar dapat memperpanjang masa tugas mereka di Kabupaten Sumenep demi keberlanjutan pelayanan kesehatan spesialis.

Baca Juga :  Dinsos P3A Sumenep Pulangkan 4 Korban TPPO Asal Sumenep

Kabupaten Sumenep saat ini memiliki dua rumah sakit utama yang terbagi antara wilayah daratan dan kepulauan. Rumah sakit daratan adalah RSUD Moh. Anwar yang terletak di pusat kota, tepat di depan Kantor Pemkab Sumenep.

Sementara itu, rumah sakit di wilayah kepulauan berada di Kecamatan Kangayan. Rumah sakit ini menjadi pusat rujukan utama bagi masyarakat kepulauan dalam memperoleh layanan kesehatan tingkat lanjut.

Pemerintah Kabupaten Sumenep juga menegaskan komitmennya dalam memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat melalui program Universal Health Coverage (UHC). Setiap tahunnya, anggaran sekitar Rp80 miliar dialokasikan untuk mendukung program ini.

Baca Juga :  Dana Desa Turun Tajam di 2026, Bupati Sumenep Tekankan Penguatan PADes

Langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sumenep, khususnya dalam dimensi kesehatan. Capaian IPM Kabupaten Sumenep pada tahun 2023 menunjukkan angka yang menggembirakan.

Tercatat, IPM Sumenep pada 2023 mencapai 73,69, naik dari 73,43 pada tahun sebelumnya. Angka ini juga mencerminkan meningkatnya harapan hidup masyarakat, yakni mencapai usia 73,69 tahun bagi bayi yang lahir di tahun tersebut.

Peningkatan angka ini mencerminkan perbaikan pada sektor kesehatan dan pelayanan publik, serta menunjukkan dampak positif dari kebijakan Pemkab Sumenep dalam penguatan layanan dasar di bidang kesehatan.

“Ketika IPM meningkat, maka sektor lain juga akan ikut terdorong, termasuk penurunan angka kemiskinan. Ini adalah indikator penting yang harus dijaga bersama,” jelas Bupati Fauzi.

Di luar sektor kesehatan, Kabupaten Sumenep juga memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang menjadi daya tarik tersendiri. Sumenep berdiri jauh sebelum era Majapahit, dan telah mengalami berbagai sistem pemerintahan, mulai dari kerajaan, kesultanan, hingga pemerintahan kabupaten modern.

Baca Juga :  Kepala BPBD: Mayoritas Kerusakan di Sapudi Akibat Gempa Tergolong Ringan dan Sedang

Saat ini, Kabupaten Sumenep telah berusia 766 tahun. Selain sejarahnya yang panjang, Sumenep juga memiliki banyak keunikan yang jarang diketahui publik. Salah satunya adalah fakta bahwa nama “SUMENEP” adalah satu-satunya nama kabupaten di Pulau Jawa yang tidak bisa dibaca terbuka.

“Banyak orang dari luar Madura yang kemudian menetap di Sumenep dan memilih tidak kembali ke daerah asalnya. Sumenep memang memiliki daya tarik dan rahasia tersendiri,” imbuh Bupati dengan sambil tersenyum.

Kolaborasi lintas sektor yang dilakukan dalam acara pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa persoalan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan dukungan dari komunitas medis nasional.

Dengan komitmen, kolaborasi, dan dedikasi dari berbagai pihak, Pemkab Sumenep berharap pembangunan kesehatan yang merata di seluruh wilayah, termasuk kepulauan terpencil, bisa terus diwujudkan.

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Antara Teknologi dan Kasih Sayang, Ning Lia Suarakan Peran Keluarga
Belasan Jabatan Bergeser, Polres Sumenep Lakukan Rotasi Besar-besaran
Lia Istifhama Sebut Sumber Energi dari Madura, Peluang Kerja ke Luar Daerah
Perkuat Transparansi, Bupati Sumenep Resmi Lantik Komisioner Komisi Informasi
PDIP Sumenep Peringati Ultah Megawati dengan Cara Sederhana dan Merakyat
Dari Baja hingga Filosofi, Keris Sumenep Pikat Konsul Jenderal Australia
Pembatasan Pita Cukai Picu PHK, YLBH Madura Soroti Dugaan Praktik Tak Sehat
Angin Kencang Hantam Kepulauan Sapeken, Warga Pagerungan Kecil Mengungsi
banner 325x300

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 10:39 WIB

Antara Teknologi dan Kasih Sayang, Ning Lia Suarakan Peran Keluarga

Sabtu, 24 Januari 2026 - 10:27 WIB

Belasan Jabatan Bergeser, Polres Sumenep Lakukan Rotasi Besar-besaran

Sabtu, 24 Januari 2026 - 02:43 WIB

Lia Istifhama Sebut Sumber Energi dari Madura, Peluang Kerja ke Luar Daerah

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:35 WIB

Perkuat Transparansi, Bupati Sumenep Resmi Lantik Komisioner Komisi Informasi

Jumat, 23 Januari 2026 - 10:30 WIB

PDIP Sumenep Peringati Ultah Megawati dengan Cara Sederhana dan Merakyat

Kamis, 22 Januari 2026 - 15:32 WIB

Pembatasan Pita Cukai Picu PHK, YLBH Madura Soroti Dugaan Praktik Tak Sehat

Kamis, 22 Januari 2026 - 11:28 WIB

Angin Kencang Hantam Kepulauan Sapeken, Warga Pagerungan Kecil Mengungsi

Kamis, 22 Januari 2026 - 02:57 WIB

Polres Sumenep Bongkar Peredaran Sabu 100 Gram di Dasuk, Seorang Perempuan Diamankan

Berita Terbaru