Pemkab Sumenep Sukses Tekan Kemiskinan: BPS Catat Penurunan Nyata

Kamis, 20 November 2025 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Dr Ir Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU. ASEAN Eng. Kepala Bappeda Sumenep

Foto. Dr Ir Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU. ASEAN Eng. Kepala Bappeda Sumenep

SUMENEP, nusainsider.comPemerintah Kabupaten Sumenep mencatat capaian penting dalam menurunkan angka kemiskinan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin tercatat turun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, menyampaikan bahwa persentase penduduk miskin menurun menjadi 17,02 persen, atau setara dengan 188.480 jiwa. Angka tersebut lebih rendah dari tahun 2024 yang berada di kisaran 17,78 persen, atau sekitar 196.420 jiwa.

Alhamdulillah, terjadi penurunan yang positif. Ini merupakan buah dari komitmen kita bersama dalam menjalankan Strategi Nasional Pengentasan Kemiskinan secara konsisten dan terintegrasi,” ujar Arif Firmanto, Kamis (20/11/2025).

Arif menjelaskan bahwa penurunan ini terjadi berkat pelaksanaan tiga pilar strategi pengentasan kemiskinan yang dijalankan secara terarah dan terukur.

Baca Juga :  Mudik Gratis Bareng Bupati Sumenep di Sambut Baik Masyarakat Perantau

1. Bantuan Langsung untuk Meringankan Beban Warga

Pilar pertama berfokus pada pengurangan beban pengeluaran masyarakat kurang mampu melalui penguatan berbagai program bantuan sosial. Program tersebut mencakup Bantuan Sembako, Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan beasiswa, santunan lansia, hingga dukungan jaminan kesehatan nasional dan BPJS Ketenagakerjaan.

Selain itu, pemerintah juga menyediakan makanan tambahan bagi balita stunting, melakukan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta memberikan subsidi transportasi untuk masyarakat kepulauan. Program peningkatan sanitasi dan air minum turut diperluas untuk menjaga kualitas hidup keluarga rentan.

Baca Juga :  Dukung Program Pemenuhan Pangan, Lia Istifhama Salurkan Segelas Beras di Lamongan

2. Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Pilar kedua diarahkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi. Pemkab Sumenep mendorong pengembangan sektor-sektor unggulan seperti pertanian, peternakan, dan perikanan, disertai penyediaan pelatihan keterampilan kerja dan kewirausahaan.

Pemerintah juga menggelar job fair, memaksimalkan program padat karya untuk menyerap tenaga kerja lokal, serta memperluas akses permodalan melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

3. Intervensi Khusus di Daerah Tertinggal

Strategi ketiga menyasar kantong-kantong kemiskinan di wilayah tertinggal. Pemerintah mendorong penguatan ekonomi desa melalui optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pemanfaatan dana desa untuk usaha produktif.

Baca Juga :  Berikut Jadwal Siaran Langsung 3 Wakil Indonesia di Semifinal Malaysia

Selain itu, pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan jaringan listrik terus ditingkatkan. Akses terhadap air bersih, sanitasi, serta layanan pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama di kawasan yang masih mengalami ketertinggalan.

Arif menambahkan bahwa selain ketiga strategi tersebut, Pemkab Sumenep telah menyusun Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) 2025–2029 guna memastikan upaya pengentasan kemiskinan berjalan sistematis dan berkelanjutan.

Yang tak kalah penting, seluruh program ini diperkuat oleh sistem data terpadu melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan data yang akurat, setiap intervensi bisa tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Mahasiswa UNISMA Dorong Literasi Digital dan Jiwa Kepemimpinan Siswa Lewat Sosialisasi Digital Leadership
Dinkes P2KB Sumenep Gencarkan Program CKG, Warga Diimbau Periksa Kesehatan Sejak Dini
Dekatkan Pelayanan dengan Warga, Satlantas Polresta Sumenep Sosialisasikan Halo Kapolresta
Program RTLH Sumenep Libatkan Masyarakat, Bupati Fauzi Dorong Warga Aktif Melapor
Seleksi Digital Menuju Grand Final, Festival Hadrah-Rudat Sumenep 2026 Cari Grup Terbaik
Satreskrim Polres Pamekasan Mulai Tangani Laporan Dugaan Malapraktik di RS Larasati
Diduga Hendak Sentuh Penumpang Perempuan, Oknum Petugas Pelabuhan Kalianget Dipersoalkan
Luka Dunia Pers Belum Sembuh, SMSI Sumenep Pilih Boikot Agenda Kapolresta

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:26 WIB

Mahasiswa UNISMA Dorong Literasi Digital dan Jiwa Kepemimpinan Siswa Lewat Sosialisasi Digital Leadership

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:53 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Gencarkan Program CKG, Warga Diimbau Periksa Kesehatan Sejak Dini

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:37 WIB

Dekatkan Pelayanan dengan Warga, Satlantas Polresta Sumenep Sosialisasikan Halo Kapolresta

Jumat, 24 Juli 2026 - 05:22 WIB

Program RTLH Sumenep Libatkan Masyarakat, Bupati Fauzi Dorong Warga Aktif Melapor

Jumat, 24 Juli 2026 - 04:33 WIB

Seleksi Digital Menuju Grand Final, Festival Hadrah-Rudat Sumenep 2026 Cari Grup Terbaik

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:59 WIB

Diduga Hendak Sentuh Penumpang Perempuan, Oknum Petugas Pelabuhan Kalianget Dipersoalkan

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:42 WIB

Luka Dunia Pers Belum Sembuh, SMSI Sumenep Pilih Boikot Agenda Kapolresta

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:39 WIB

Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang

Berita Terbaru