Pengumuman PBNU: Idul Fitri Berpotensi Mundur ke 31 Maret

Jumat, 28 Maret 2025 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Screenshot (SS) Pengumuman PBNU

Foto. Screenshot (SS) Pengumuman PBNU

JAKARTA, nusainsider.com Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi mengeluarkan informasi terkait awal bulan Syawal 1446 H yang menentukan Hari Raya Idul Fitri bagi umat Islam di Indonesia.

Dalam pengumuman yang dikeluarkan, PBNU menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan falakiyah, posisi hilal di Indonesia pada 29 Ramadhan 1446 H belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan oleh Lembaga Falakiyah NU (LFNU). Hal ini menyebabkan Idul Fitri berpotensi jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.

Menurut laporan LFNU, pada 29 Ramadhan 1446 H yang bertepatan dengan Sabtu, 29 Maret 2025, ijtima’ atau konjungsi bulan-matahari terjadi pada pukul 17:58:27 WIB. Ini menjadi penentu awal bulan baru dalam kalender Hijriyah.

Namun, tinggi hilal mar’i di Indonesia bervariasi antara -2° 51′ hingga 0° 41′. Posisi ini menunjukkan bahwa hilal belum cukup tinggi untuk dapat terlihat dengan metode rukyatul hilal atau pengamatan langsung.

Baca Juga :  PR Bahagia Incar 700 Ton Tembakau 2025, Komitmen Beli Tanpa Sampel Jadi Angin Segar Petani Sumenep

Selain itu, elongasi hilal, yaitu jarak sudut antara bulan dan matahari, juga masih rendah. Berdasarkan data LFNU, elongasi hilal di Indonesia pada tanggal tersebut berkisar antara 2° 58′ hingga 3° 01′. Dengan angka ini, peluang hilal terlihat sangat kecil.

Dari segi lama hilal di atas ufuk, hasil perhitungan menunjukkan bahwa di seluruh wilayah Indonesia, hilal hanya berada di atas ufuk selama 0 detik. Ini berarti, setelah matahari terbenam, bulan tidak muncul di langit Indonesia.

Kriteria Imkan Rukyat Nahdlatul Ulama (IRNU) menetapkan bahwa hilal harus berada di atas ufuk dengan ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat agar dapat terlihat secara kasat mata.

Baca Juga :  ESDM dan SKK Migas Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir di Sumatera

Karena posisi hilal tidak memenuhi syarat ini, maka rukyatul hilal diprediksi tidak akan membuahkan hasil.

Dengan kondisi ini, Lembaga Falakiyah NU menyampaikan bahwa penentuan Idul Fitri 1446 H akan diumumkan melalui sidang isbat yang digelar setelah rukyatul hilal.

Ketua Umum PBNU dijadwalkan memberikan pengumuman resmi mengenai hasil pengamatan hilal dan keputusan final terkait 1 Syawal 1446 H.

Berdasarkan analisis awal, jika hilal tidak terlihat, maka bulan Ramadhan akan digenapkan menjadi 30 hari, sesuai dengan kaidah istikmal dalam penentuan kalender Islam.

Foto. Flyer Pengumuman PBNU Mengenai 29 Ramadhan dan Idul Fitri 1446H/2025M.

Dengan demikian, 1 Syawal 1446 H diperkirakan jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.

Keputusan final akan tetap menunggu hasil rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai titik pengamatan di Indonesia. Jika dalam pengamatan tersebut ada laporan hilal terlihat, maka kemungkinan Idul Fitri bisa jatuh pada Minggu, 30 Maret 2025.

Baca Juga :  Wakil Rais Aam PBNU Doakan Kemenangan Achmad Fauzi di Pilkada Sumenep 2024

Namun, dengan mempertimbangkan data hisab yang telah disampaikan, peluang untuk hilal terlihat sangat kecil. Oleh karena itu, umat Islam di Indonesia diimbau untuk menunggu keputusan resmi PBNU setelah sidang isbat digelar.

Dengan adanya pengumuman ini, umat Muslim di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan diri untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan dan keimanan.

PBNU juga menegaskan pentingnya mengikuti keputusan ulama dan lembaga resmi dalam penentuan awal bulan hijriyah guna menjaga kesatuan umat Islam di Indonesia.

Loading

Penulis : Fer

Berita Terkait

Bupati Fauzi Rotasi Pejabat Pemkab Sumenep, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti Nahkoda
Guru Ngaji Dinilai Strategis Jaga Keutuhan NKRI, Ini Pesan Said Abdullah di Sumenep
Rumah Mojia Roboh Mendadak, BAZNAS Sumenep Beri Bantuan Rp20 Juta
Seminar Nasional SMSI Jatim: Dewan Pers Tekankan Akurasi dan Verifikasi di Atas Viralitas
Sambut 1 Muharram, Kolaborasi Dinkes P2KB – Baznas Sumenep Luncurkan Program Khitan Gratis untuk 100 Anak
Bappeda Sumenep Kawal Kinerja OPD, Target dan Anggaran Dipantau Secara Digital
17 Mahasiswa KKN UIN Sunan Ampel Mulai Pengabdian di Tlogosari, Fokus Bangun Budaya Hidup Bersih
Memasuki Babak Baru, Kepala KSOP Kalianget Akan Hadapi Badai Besar di BPK dan KPK RI

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:48 WIB

Bupati Fauzi Rotasi Pejabat Pemkab Sumenep, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti Nahkoda

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:57 WIB

Guru Ngaji Dinilai Strategis Jaga Keutuhan NKRI, Ini Pesan Said Abdullah di Sumenep

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:37 WIB

Rumah Mojia Roboh Mendadak, BAZNAS Sumenep Beri Bantuan Rp20 Juta

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:56 WIB

Seminar Nasional SMSI Jatim: Dewan Pers Tekankan Akurasi dan Verifikasi di Atas Viralitas

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:59 WIB

Sambut 1 Muharram, Kolaborasi Dinkes P2KB – Baznas Sumenep Luncurkan Program Khitan Gratis untuk 100 Anak

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:49 WIB

17 Mahasiswa KKN UIN Sunan Ampel Mulai Pengabdian di Tlogosari, Fokus Bangun Budaya Hidup Bersih

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:45 WIB

Memasuki Babak Baru, Kepala KSOP Kalianget Akan Hadapi Badai Besar di BPK dan KPK RI

Senin, 22 Juni 2026 - 23:49 WIB

Perkuat Industri Media Siber, SMSI Jatim Gelar Rakerda 2026 di Sidoarjo

Berita Terbaru