Pengurus PKDI Sumenep 2025-2030 Resmi Dikukuhkan, Bupati Tekankan Peran Strategis Kepala Desa

Rabu, 23 Juli 2025 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Pengukuhan Pengurus PKDI Sumenep Masa Bhakti 2025-2030 di pendopo Agung Keraton Sumenep.

Foto. Pengukuhan Pengurus PKDI Sumenep Masa Bhakti 2025-2030 di pendopo Agung Keraton Sumenep.

SUMENEP, nusainsider.com — Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Sumenep masa bhakti 2025–2030 resmi dikukuhkan di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Rabu (23/7/2025) pukul 11.03 WIB.

Acara pengukuhan dihadiri Ketua DPD PKDI Jawa Timur Syaifullah Mahdi, Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, Ketua DPRD H. Zainal Arifin, Kepala DPMD Anwar Syahroni Yusuf, serta para kepala desa dari wilayah daratan dan kepulauan.

Momen pengukuhan berlangsung khidmat dan semarak. Ketua DPD PKDI Jatim Syaifullah Mahdi secara simbolis menyerahkan pataka organisasi kepada Ketua DPC PKDI Sumenep, Ubaid Abdul Hayat.

“Kami titipkan PKDI Jawa Timur Indonesia di bumi Kabupaten Sumenep tercinta,” ujar Syaifullah saat menyerahkan pataka di hadapan tamu undangan di Pendopo Agung, Rabu siang.

Ketua DPC PKDI Sumenep, Ubaid Abdul Hayat, membuka sambutannya dengan pekikan semangat.

Ia menyerukan komando bersama, “PKDI satu komando sampai akhir” dan “Sumenep Jaja Rajje”, yang disambut riuh oleh para pengurus dan undangan.

“Alhamdulillah, jika kita baik, akan dipertemukan juga dengan orang baik pula. Ini menjadi komitmen bersama untuk pelayanan prima di masing-masing desa, meskipun belum maksimal,” imbuhnya.

Obet sapaan akrabnya menegaskan bahwa kegiatan PKDI ke depan akan dilakukan secara mandiri tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Baca Juga :  Madura Night Vaganza 2025, Panggung Inovasi Pemerintah dan Kreativitas UMKM Lokal

Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas kepala desa tidak bisa dilakukan dalam 1–2 tahun saja, melainkan harus berkelanjutan, mengingat latar belakang kepala desa yang beragam.

“PKDI akan menjalin kolaborasi dengan pemerintah, aktivis, media, dan LSM. Ruang komunikasi harus terbuka agar program pusat maupun provinsi bisa diawasi sesuai aturan,” paparnya.

Sekretaris DPD PKDI Jawa Timur, Sandy, mewakili Ketua DPD, menegaskan dua prinsip utama PKDI: loyal terhadap organisasi dan mendukung penuh kebijakan pemerintah, termasuk visi-misi kepala daerah.

“Visi-misi Bupati Sumenep adalah amanah yang wajib kita jalankan dan dukung bersama,” ujar Sandy dalam sambutannya.

Ia juga menekankan makna persaudaraan dalam PKDI. Menurutnya, organisasi ini bukan sekadar wadah formal, tetapi ruang sinergi antar kepala desa untuk menciptakan manfaat konkret bagi masyarakat.

“Kenapa P-nya Persaudaraan? Karena kami ingin mempererat kebersamaan dan menguatkan dampak positif bagi desa masing-masing,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara PKDI dan pemerintah tetap solid agar hubungan emosional semakin kuat. Sandy juga mendorong agar penguatan SDM kepala desa masuk dalam Peraturan Bupati (Perbup).

“Misalnya, soal anak putus sekolah, PKDI bisa jadi jembatan solusi. Ini titipan dari Ketua PKDI Jatim yang harus dikawal bersama,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan ucapan selamat atas dikukuhkannya pengurus PKDI Sumenep 2025–2030. Ia berharap PKDI mampu menjadi mitra pemerintah yang produktif.

“Namanya persaudaraan, tentu akan membangun komunikasi yang lebih cair, meski wilayah kita berbeda-beda dan geografis jadi tantangan,” ujar Fauzi.

Menurutnya, menjadi kepala desa bukanlah tugas mudah. Apalagi dengan diperpanjangnya masa jabatan menjadi delapan tahun, kinerja harus semakin dimaksimalkan.

“Kepala desa adalah wajah utama pemerintah di hadapan masyarakat. Mereka harus jadi teman rakyat, mampu hadir ketika masyarakat membutuhkan solusi,” tegasnya.

Bupati juga menyoroti keberhasilan program Universal Health Coverage (UHC) di periode pertama yang tak lepas dari peran kepala desa dalam sosialisasi kepada masyarakat.

“Kini, di periode kedua, warga bisa melaporkan berbagai persoalan melalui nomor 112. Ini untuk meringankan beban kepala desa agar pelayanan lebih cepat dan terfokus,” tuturnya.

Fauzi menjelaskan, nomor 112 bisa dimanfaatkan untuk pengaduan pendidikan, hukum, dan masalah lainnya bagi warga tak mampu. Kepala desa menjadi penghubung solusi tersebut.

Baca Juga :  Tari Kembang Molje Bugeman, Ikon Situbondo yang Tampil di Madura Culture Festival #3

Ia mengingatkan pentingnya kepala desa memahami tata kelola pemerintahan desa secara menyeluruh, termasuk berkoordinasi aktif dengan DPMD dan Kementerian Desa.

“Tata kelola yang tidak simpel akan membingungkan. Maka kami mendorong perbaikan sistem agar lebih mudah dipahami dan dijalankan,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Bupati berharap PKDI bisa membawa manfaat besar bagi pembangunan desa dan masyarakat. Ia juga mengenalkan program baru: “Desa Merah Putih”.

“Selamat bertugas. Semoga PKDI membawa perubahan baik. Kini desa juga ditambah program Desa Merah Putih untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya menutup.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru