Perbup 55/2025 Terbit, Bahasa Madura Resmi Jadi Muatan Lokal Wajib di Sekolah Sumenep

Kamis, 19 Februari 2026 - 23:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala Disdik Sumenep, Mohammad Iksan S.Pd., MT

Foto. Kepala Disdik Sumenep, Mohammad Iksan S.Pd., MT

SUMENEP, nusainsider.com — Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pendidikan (Disdik) resmi mewajibkan Bahasa Madura sebagai muatan lokal di seluruh satuan pendidikan.

Kebijakan tersebut ditegaskan dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 55 Tahun 2025 yang menjadi landasan hukum pelestarian bahasa daerah melalui jalur pendidikan formal.

Regulasi ini menjadi pijakan baru bagi Disdik Sumenep dalam memperkuat eksistensi Bahasa Madura di tengah arus globalisasi dan dominasi bahasa asing. Pemerintah daerah ingin memastikan bahasa daerah tetap hidup dan berkembang, khususnya di lingkungan sekolah.

Kepala Disdik Sumenep, Mohammad Iksan, menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan sekadar langkah administratif. Menurutnya, kewajiban muatan lokal Bahasa Madura merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah dalam menjaga identitas dan warisan budaya daerah.

“Semua itu kami lakukan dalam rangka untuk melestarikan bahasa Madura,” kata Iksan saat mengikuti Rapat Koordinasi Antarinstansi Revitalisasi Bahasa Daerah 2026 yang digelar secara daring, Kamis (19/2/2026).

Rapat tersebut diselenggarakan oleh Balai Bahasa Jawa Timur dan diikuti berbagai pemangku kepentingan dari kabupaten/kota se-Jawa Timur. Dalam forum itu, Iksan memaparkan sejumlah langkah revitalisasi Bahasa Madura yang telah dijalankan sejak 2023.

Baca Juga :  Ketua HIMPASS Desak Tindakan Tegas atas Dugaan Pungli di Polsek Sapeken

Menurutnya, Disdik Sumenep telah melibatkan maestro serta guru master Bahasa Madura dalam program pelatihan berjenjang. Para guru tersebut mendapatkan penguatan kompetensi, baik dari sisi metodologi pengajaran maupun penguasaan kaidah bahasa.

Setelah mengikuti pelatihan, para guru master melakukan pengimbasan ke sekolah-sekolah melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek).

Skema ini dinilai efektif untuk memperluas jangkauan pembinaan dan memastikan kualitas pengajaran Bahasa Madura merata di seluruh wilayah Sumenep.

Selain pelatihan, Disdik Sumenep juga menggagas program “Selasa Bersama Berbahasa Madura”.

Baca Juga :  Warga Giligenting Keluhkan Pemadaman Listrik Tidak Beraturan, Aktivitas Ekonomi Terganggu

Program ini membiasakan penggunaan Bahasa Madura setiap hari Selasa di lingkungan sekolah maupun internal dinas. Melalui pembiasaan tersebut, siswa dan tenaga pendidik didorong untuk aktif menggunakan Bahasa Madura dalam komunikasi sehari-hari.

Upaya lain yang ditempuh adalah penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kabupaten.

Ajang ini menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Madura melalui berbagai cabang lomba, seperti pidato, menulis cerita, hingga membaca puisi.

Pemenang di setiap cabang lomba kemudian mewakili Sumenep pada FTBI tingkat provinsi. Hasilnya cukup membanggakan. Pada FTBI Jawa Timur 2025, delegasi Sumenep berhasil meraih juara umum.

Capaian tersebut, menurut Iksan, menjadi indikator meningkatnya kompetensi siswa dalam berbahasa Madura, baik secara lisan maupun tulisan. Prestasi itu juga memperlihatkan bahwa program revitalisasi yang dijalankan mulai membuahkan hasil konkret.

Baca Juga :  Hari Buruh 2026, DPRD Sumenep Soroti Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Pekerja

Tak hanya itu, Disdik Sumenep juga mendorong penerbitan buku-buku berbahasa Madura untuk menunjang ketersediaan bahan ajar dan bacaan siswa. Ketersediaan literasi dinilai menjadi kunci agar pembelajaran Bahasa Madura tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga berkembang dalam budaya membaca.

“Sehingga bahasa Madura bisa dilestarikan dan dikembangkan secara lisan dan tulisan,” ujarnya.

Melalui Perbup Nomor 55 Tahun 2025, Pemkab Sumenep menegaskan bahwa pelestarian Bahasa Madura tidak berhenti pada seremoni atau kegiatan seremonial semata. Bahasa daerah kini resmi masuk kurikulum wajib dengan dukungan kebijakan yang terstruktur, mulai dari pelatihan guru, lomba berjenjang, hingga penguatan literasi.

Langkah ini diharapkan mampu menanamkan kebanggaan berbahasa Madura sejak dini kepada generasi muda, sekaligus memastikan bahasa daerah tetap menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Sumenep di masa mendatang.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang
Cacat Substantif Pencalonan Presiden dan/atau Wakil Presiden yang Terungkap Setelah Pelantikan: Perspektif Hukum Tata Negara
Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP
Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026
Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember
100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang
Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat
Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Cacat Substantif Pencalonan Presiden dan/atau Wakil Presiden yang Terungkap Setelah Pelantikan: Perspektif Hukum Tata Negara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Berita Terbaru