Program Mulia MBG Disorot, Aktivis ALARM Ungkap Temuan, DPRD Ingatkan Pengelola

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Sajian Program Makanan Bergizi Gratis di Kecamatan Batang-batang (Baground), Andriyadi Aktivis ALARM Sumenep (Kanan), Anggota DPRD Sumenep Indra Wahyudi (Kiri).

Foto. Sajian Program Makanan Bergizi Gratis di Kecamatan Batang-batang (Baground), Andriyadi Aktivis ALARM Sumenep (Kanan), Anggota DPRD Sumenep Indra Wahyudi (Kiri).

SUMENEP, nusainsider.com Aktivis Aliansi Pemuda Reformasi Melawan (ALARM), Andriyadi, mengecam keras dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang berlangsung sejak 2025 hingga 12 Januari 2026.

Program nasional yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu dinilai tidak sepenuhnya dijalankan sesuai tujuan awal. Padahal, MBG merupakan program strategis yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Menurut Andriyadi, berdasarkan laporan masyarakat yang diterima lembaganya, terdapat indikasi kuat bahwa program tersebut diduga dimanfaatkan oleh oknum pengelola dapur untuk meraup keuntungan berlebih.

Akibatnya, kualitas dan porsi makanan yang diterima para siswa dinilai jauh dari standar gizi yang seharusnya. Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan dan berpotensi merusak tujuan mulia program.

“Program ini seharusnya menjadi solusi peningkatan gizi anak-anak sekolah, bukan justru menjadi ladang bisnis yang mengorbankan hak siswa,” ujar Andriyadi kepada media ini, Selasa (13/1/2026).

Ia mengungkapkan, contoh makanan MBG yang diterima siswa di kecamatan Batang-batang hanya berupa mie, tahu satu potong, mentimun satu buah, jeruk satu buah, setengah tomat, dan telur berbentuk matahari.

Baca Juga :  Terkuak! Dugaan Pungli Parkir dan Kekisruhan Festival Batik Seret Tokoh Penting Negara

Menurutnya, sajian tersebut tidak sebanding dengan anggaran yang dialokasikan negara untuk setiap siswa. Baik dari segi porsi maupun kandungan gizi, makanan itu dinilai tidak memenuhi standar.

Andriyadi menilai lemahnya pengawasan menjadi salah satu faktor utama terjadinya persoalan tersebut. Bahkan, ia menduga adanya unsur kesengajaan dalam pengurangan anggaran makanan.

“Masih kami telusuri mas, apakah ini akibat kurangnya pengawasan atau memang ada unsur kesengajaan untuk mengurangi porsi dan kualitas makanan,” tegasnya.

Ia menekankan, pengawasan dari pihak terkait harus diperketat dan dilakukan secara menyeluruh agar program MBG tidak terus disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Jangan sembarangan. Ini program Bapak Presiden, bukan untuk memperkaya dapur, tetapi untuk menyelamatkan masa depan anak bangsa,” kata Andriyadi dengan nada tegas.

Pria yang akrab disapa Andre itu menyatakan, ALARM akan terus mengawal pelaksanaan MBG, khususnya di wilayah Madura dan Kabupaten Sumenep.

Ia bahkan mengancam akan menempuh langkah lebih serius apabila dugaan penyimpangan tersebut terus berulang dan tidak segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.

“Jika kondisi ini terus terjadi, kami atas nama lembaga ALARM akan melayangkan surat resmi kepada Presiden agar program ini dihentikan sementara,” ujarnya.

Andre menegaskan, langkah tersebut diambil bukan untuk menolak program MBG, melainkan sebagai bentuk kepedulian agar program benar-benar berjalan sesuai tujuan awalnya.

Baca Juga :  Meski Telah Terima Penghargaan, Semangat “Bismillah Melayani” Terus Hidup dalam Inovasi RSUD Sumenep

Ia juga mengaku akan terus menghimpun laporan masyarakat sebagai bentuk kontrol sosial terhadap kebijakan publik, khususnya program-program strategis nasional.

“Program ini terlalu mulia jika harus dirusak oleh kepentingan segelintir orang,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi, turut menyoroti kualitas pelaksanaan program MBG di daerahnya.

Indra meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Kabupaten Sumenep untuk terus meningkatkan kualitas menu dan kandungan gizi makanan.

Ia mengakui, sejak awal pelaksanaan MBG, masih ditemukan beberapa dapur yang kualitas menunya belum optimal dan perlu segera dievaluasi.

“Ini harus menjadi bahan evaluasi bersama. Jika kemarin ada yang kualitasnya kurang baik, ke depan harus lebih baik lagi,” kata Indra, Selasa (13/1/2026).

Menurutnya, perbaikan tidak hanya dari sisi porsi makanan, tetapi juga kandungan gizi yang benar-benar dibutuhkan oleh anak-anak sekolah.

Baca Juga :  Hari Pers Nasional 2025, Ketua KPU Sumenep Ajak Insan Pers Sajikan Berita Aktual dan Berimbang

Indra juga mengingatkan para pengelola dapur agar tidak terlalu berorientasi pada besaran anggaran semata dalam menjalankan program MBG.

“MBG ini sudah ada anggarannya. Jangan hanya melihat kecilnya anggaran, tetapi jadikan ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai, program MBG memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi dan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta keikhlasan.

Indra menekankan, makanan yang dimasak untuk anak-anak sekolah bukan sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga mengandung nilai moral dan spiritual.

“Ingat, makanan yang kita masak untuk anak-anak sekolah itu insyaallah menjadi doa,” tuturnya.

Ia menambahkan, setiap suapan yang dinikmati para siswa dapat menjadi doa bagi para pekerja dapur, pengelola, pemilik dapur, bahkan bagi Presiden Republik Indonesia.

Dengan semangat pengabdian dan peningkatan kualitas layanan, Indra berharap program MBG dapat terus memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi muda.

“Kami berharap MBG benar-benar menjadi program yang membawa keberkahan dan kesejahteraan bagi masyarakat Sumenep secara luas,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Hadirkan Bantuan Hukum Gratis, LBH AP Muhammadiyah Sumenep Gandeng Pemkab dan Layanan 112
Bani Insan Peduli Santuni 2.000 Anak Yatim, Tebar Harapan dan Kepedulian di Sumenep
Ziarah Jelang Ramadan, Lia Istifhama Tegaskan Makna Cinta Lewat Doa untuk Leluhur
Jelang Libur Panjang, Sipropam Polres Sumenep Sisir Tempat Hiburan Malam
Jaga Stabilitas Harga, Bupati Fauzi Dialog Langsung dengan Pedagang dan Pembeli
Wujudkan Lingkungan Sehat, Pemdes Pinggirpapas Turun Langsung Bersih-Bersih
Budaya Gotong Royong Terjaga, Aparatur Kecamatan Batang-Batang Bersihkan Area Perbatasan
Tokoh Muda Sumenep Naghfir Sowan ke KHR. Azaim Ibrahimy, Teguhkan Warisan Sanad Keilmuan

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 20:41 WIB

Hadirkan Bantuan Hukum Gratis, LBH AP Muhammadiyah Sumenep Gandeng Pemkab dan Layanan 112

Minggu, 15 Februari 2026 - 17:30 WIB

Bani Insan Peduli Santuni 2.000 Anak Yatim, Tebar Harapan dan Kepedulian di Sumenep

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:00 WIB

Ziarah Jelang Ramadan, Lia Istifhama Tegaskan Makna Cinta Lewat Doa untuk Leluhur

Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:43 WIB

Jelang Libur Panjang, Sipropam Polres Sumenep Sisir Tempat Hiburan Malam

Jumat, 13 Februari 2026 - 22:35 WIB

Jaga Stabilitas Harga, Bupati Fauzi Dialog Langsung dengan Pedagang dan Pembeli

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:39 WIB

Budaya Gotong Royong Terjaga, Aparatur Kecamatan Batang-Batang Bersihkan Area Perbatasan

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:47 WIB

Tokoh Muda Sumenep Naghfir Sowan ke KHR. Azaim Ibrahimy, Teguhkan Warisan Sanad Keilmuan

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:26 WIB

Bayi Terluka Ditemukan di Gang Trunojoyo, Polisi Selidiki Kasus Secara Humanis

Berita Terbaru