Rakyat Bukan Tumbal ; Aksi Aktivis Garda Raya Membawa Tuntutan atas Kematian Adelia

- Pewarta

Selasa, 28 November 2023 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Aktivis Gerakan Pemuda Timur Daya (Garda Raya) gelar aksi demonstrasi di Depan gedung Pusat pelayanan Masyarakat (Puskesmas) Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Selasa, 28 November 2023 pukul 11.21 Wib.

Aksi demonstrasi yang digelar oleh sejumlah warga yang mengatasnamakan Garda Raya ini untuk mengungkap fakta baru terkait dugaan malapraktik oleh oknum bidan Puskesmas Batang-Batang serta atas dasar Kemanusiaan.

Massa aksi membawa berbagai Poster bertuliskan, ‘Tumbal persugihan Terrow Sogi araje Toyul’, ‘Rakyat Bukan Tumbal’, ‘Boleh Pinjam 100.000 bayi Ah ah yuk Cul’, ‘Kapus batang-batang harus mundur dari Jabatannya’ dan berbagai poster lain.

Korlap Aksi Aktivis Timur Daya Menggugat Abd. Halim mengungkapkan, ada berbagai kejanggalan yang terjadi pada bayi Anak kedua dari Pasangan Rumnaini dan Azis warga dusun Mojung desa Tamidung kecamatan batang-batang Adelia Aziz Bella Negara usai mendapatkan pelayanan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK).

Baca Juga :  Khofifah Indar Parawansa ; Jatim Optimis Swasembada Daging

“Tiga hari setelah lahirnya ABN tersebut dilakukan pengambilan sampel Skrinning Hipotiroid Kongenital (SHK), kemudian mengalami kejanggalan,” kata Abd. Halim dalam orasinya, Selasa, 28 November 2023 siang.

Pertama, ungkap Halim, kejanggalan itu terjadi sebelum pengambilan sampel darah untuk Skrinning Hipotiroid Kongenital (SHK) dari tumit bayi, tanpa persetujuan keluarga korban. Padahal ini sudah di atur dalam PMK nomor 78 tahun 2014.

Kedua, pada tumit bayi Rumnaini dan Aziz yang diambil darahnya ada bekas lebam biru menghitam yang disertai bukti foto.

Ketiga, setelah mendapatkan prosedur SHK, ternyata kondisi kesehatan bayi menurun drastis 3 Jam usai pengambilan Darah tersebut, seperti tidak menyusu dan badannya panas.

Baca Juga :  Kunjungan SKK Migas Bersama Media ke KKKS Pasuruan Bahas Kebutuhan Energi dalam Negeri

“Padahal saat lahir hingga sebelum dilakukan SHK, kondisi bayi Adelia dinyatakan sehat dengan berat badan ketika lahir 3 kg 4 ons, dan mau dengan ASI meskipun juga dibantu dengan susu formula,” ungkap Halim.

Dalam orasinya, Halim sapaan akrabnya menyampaikan bahwa Puskesmas batang-batang bukan pelayanan kesehatan melainkan pelayanan kematian.

Pihaknya Meminta bidan yang menangani dalm hal tersebut bidan windu untuk mengangkat kakinya dari PKM Batang-batang, kalau tidak mau maka jangan sampai masyarakat memeriksakan anaknya ke PKM Batang-batang karena itu sama saja mengantarkan Nyawanya, “Paparnya.

Foto. Kepala Puskesmas Batang, Fatimatul Insaniyah didampingi Drg Ellya Fauziah saat menemui massa aksi Aktivis Timur Daya, Selasa 28 November 2023.

Hingga berlangsung 30 menit ber-orasi akhirnya kepala puskesmas Dr Fatimatul Insaniyah didampingi kabid Kesmas Dinkes Sumenep Ibu Ellya Fauziah menemui massa aksi dan menyampaikan klarifikasinya bahwa yang dilakukan bidan tersebut sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) serta seluruh tenaga kesehatan sudah memiliki kemampuan sesuai profesi yang membidanginya.

Jadi, sesuai Surat Edaran (SE) yang diterimanya itu bahwa setiap bayi baru lahir wajib dilakukan Skrining Hipotiroit Kongenital (SHK) untuk mencegah orang-orang kerdil.

Skrining itu menjadi wajib karena program pemerintah dengan mengacu pada SE Pemerintah hingga aturan-aturan pelaksanaannya sebagaimana diatur dalam PMK nomor 78 tahun 2014,” Jelasnya saat menemui massa aksi dari Garda Raya, Selasa 28 November 2023.

Hal tersebut sontak merubah suasana dingin massa aksi menjadi tak terkendali hingga mempertanyakan Prosedur yang disampaikan Kepala Puskesmas sebagai Alibi menutupi kesalahan yang dilakukan Bidan di PKM yang di pimpinnya itu.

Baca Juga :  Innalillahi! Akibat Penyalahgunaan Wewenang, Bayi Baru Lahir meninggal Dunia di Puskesmas Batang-batang

Sementara pihak kepolisian bersama Bodyguard membawa kepala Puskesmas itu meninggalkan massa aksi memasuki kantornya kembali tanpa menjawab pertanyaan yang dicecar Aktivis Garda Raya.

Aksi damaipun terus menggelegar dari orator Timur daya Halim tersebut, meskipun kedatangannya belum menemukan jawaban serta pertanggungjawaban dari Pihak puskesmas atas kematian bayi tersebut.

Hingga massa aksi menbentuk lingkaran guna mengirim Fatihah kepada anak kedua dari pasangan Rumnaini dan Azis serta berdoa atas nama kemanusiaan dan Rakyat kecil.

Baca Selanjutnya Disini!

Loading

Berita Terkait

Incumbent! Berikut Caleg DPRD Dapil VI Berpotensi Dapat Kursi
Aktivis Pusaka Gelar Aksi ke Pemkab, Sebut BUMD Lumbung Tikus
Jhon Ngantung “Berbagi Kasih Tanpa ada Perbedaan” Kepada Sesama
Kisruh! Honor KPPS di Berbagai desa Banyak di Sunat, KPU Wajib Tegas
Dihadiri Ribuan Masyarakat, Peringatan Isra’ Mi’raj Pemkab Sumenep Sukses di Gelar
Detik Akhir Plano Kecamatan! PPK Batang-batang Apresiasi Kondusifitas Semua Elemen
Tanamkan Nilai Moral, Tes Kenaikan Sabuk Hijau ke Putih digelar PSHT Cabang Sumenep
Pertengahan Rekapitulasi Kecamatan : KPU Sumenep Mulai Evaluasi PPS dan PPK Wilayah ini

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:05 WIB

Incumbent! Berikut Caleg DPRD Dapil VI Berpotensi Dapat Kursi

Selasa, 27 Februari 2024 - 15:12 WIB

Aktivis Pusaka Gelar Aksi ke Pemkab, Sebut BUMD Lumbung Tikus

Senin, 26 Februari 2024 - 22:44 WIB

Jhon Ngantung “Berbagi Kasih Tanpa ada Perbedaan” Kepada Sesama

Senin, 26 Februari 2024 - 17:30 WIB

Kisruh! Honor KPPS di Berbagai desa Banyak di Sunat, KPU Wajib Tegas

Senin, 26 Februari 2024 - 11:15 WIB

Dihadiri Ribuan Masyarakat, Peringatan Isra’ Mi’raj Pemkab Sumenep Sukses di Gelar

Senin, 26 Februari 2024 - 10:59 WIB

Detik Akhir Plano Kecamatan! PPK Batang-batang Apresiasi Kondusifitas Semua Elemen

Senin, 26 Februari 2024 - 00:07 WIB

Tanamkan Nilai Moral, Tes Kenaikan Sabuk Hijau ke Putih digelar PSHT Cabang Sumenep

Minggu, 25 Februari 2024 - 18:59 WIB

Pertengahan Rekapitulasi Kecamatan : KPU Sumenep Mulai Evaluasi PPS dan PPK Wilayah ini

Berita Terbaru

Nasional

Dapil V Berpotensi Melahirkan Ketua DPRD Kabupaten Solok

Selasa, 27 Feb 2024 - 19:59 WIB