Refleksi Harlah PMII: Menyambut Pemimpin yang Setia pada Cita-cita Pergerakan

Rabu, 16 April 2025 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Hordani, Ketua Kopri PMII STIT Aqidah Usymuni Kabupaten Sumenep.

Foto. Hordani, Ketua Kopri PMII STIT Aqidah Usymuni Kabupaten Sumenep.

OPINI, nusainsider.com Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tidak lahir dari ruang hampa. Organisasi ini merupakan jawaban atas tantangan zaman, hadir karena kesadaran kolektif mahasiswa Islam untuk menjadi pelaku perubahan, bukan hanya saksi sejarah.

Sejak awal berdirinya, PMII telah menetapkan dirinya sebagai organisasi kaderisasi. Tujuannya bukan semata memperkuat aspek intelektual dan spiritual, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan persoalan bangsa dan umat yang semakin kompleks.

Dalam perjalanan panjangnya, PMII membuktikan bahwa kaderisasi bukanlah proses instan. Ia menuntut kedalaman berpikir, penguatan nilai, serta keberanian mengambil peran di tengah masyarakat. Di sanalah ruh PMII selalu hidup.

Namun tantangan hari ini berbeda. Dunia telah berubah secara drastis, baik dari sisi teknologi, budaya, maupun pola pikir generasi muda. Maka, kaderisasi pun harus berubah, beradaptasi, dan tetap relevan.

PMII tak boleh terjebak dalam romantisme masa lalu. Meskipun sejarah adalah fondasi penting, namun kita tak boleh menjadikan masa lalu sebagai belenggu yang membatasi inovasi dan transformasi kaderisasi di masa kini dan depan.

Baca Juga :  Dua Kali di Demo Aktivis PMII Sumenep, Bupati Enggan Mengomentari. Ada Apa?

Adaptasi bukan sekadar memasukkan teknologi dalam proses organisasi. Lebih dari itu, adaptasi menyangkut cara berpikir baru, cara membaca realitas secara kritis, dan cara berkomunikasi yang sesuai dengan karakter generasi digital saat ini.

Meski begitu, PMII tidak boleh kehilangan identitas. Akar ideologis yang bersandar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah harus tetap menjadi pijakan utama. Jangan sampai modernitas menggerus prinsip-prinsip dasar yang menjadi jati diri organisasi.

Harlah tahun ini harus menjadi momentum reflektif. Refleksi bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga mengevaluasi arah pergerakan. Apakah cita-cita pendiri masih relevan? Apakah kader hari ini memahami dan melanjutkan semangat itu?

Dalam konteks ini, kritik menjadi hal penting. PMII perlu tetap lantang mengkritik kekuasaan eksternal. Namun, jangan lupakan bahwa kritik terhadap internal organisasi adalah bentuk cinta paling dalam—cinta yang ingin melihat organisasi tumbuh dan berkembang.

Berani mengakui kekurangan adalah tanda kedewasaan. Jangan alergi terhadap kritik internal. Justru di situlah letak kekuatan organisasi yang sehat—yang tidak membungkam suara kader, tetapi mengolahnya menjadi energi perubahan.

Baca Juga :  DEAR Jatim Gelar Aksi Bisu, Suarakan Perang terhadap Korupsi di Sumenep

Harlah kali ini memiliki makna ganda karena bertepatan dengan Konfercab PMII Sumenep. Ini bukan hanya ajang pergantian kepemimpinan, tapi juga titik penting untuk menentukan arah baru pergerakan ke depan.

Dalam momentum ini, kita berharap muncul pemimpin yang bukan hanya paham sejarah dan ideologi PMII, tetapi juga memiliki kemampuan merealisasikan nilai-nilai tersebut dalam praktik organisasi sehari-hari.

Pemimpin sejati bukan mereka yang hanya lihai dalam narasi, tetapi yang mampu menjaga integritas organisasi dari tarikan-tarikan kepentingan politik sesaat. Sebab PMII bukan alat politik siapa pun. Ia adalah rumah besar kaderisasi.

Rumah itu harus tetap bersih, berwibawa, dan dihormati. Jangan sampai PMII kehilangan marwah hanya karena segelintir orang menjadikan organisasi ini sebagai tangga kepentingan pribadi atau kelompok.

Kita membutuhkan figur yang bisa menjembatani antara idealisme dan realitas, antara gagasan dan tindakan. Pemimpin yang bukan hanya bicara, tetapi memberi teladan. Yang tidak hanya hadir saat panggung gemerlap, tetapi juga ketika organisasi butuh kehadiran nyata.

Baca Juga :  Kapolres AKBP Henri Noveri Santoso Terima Penghargaan dari Bupati Sumenep

Harlah adalah momen untuk menyegarkan kembali semangat pergerakan. Mari jadikan perayaan ini sebagai titik tolak untuk menata ulang orientasi, membersihkan ruang-ruang kaderisasi dari kepentingan pragmatis, dan menguatkan komitmen pada nilai-nilai perjuangan.

PMII harus kembali ke khittahnya: membangun manusia Indonesia yang berilmu, beriman, dan berintegritas. Kader bukan hanya lulusan forum diskusi, tapi pribadi utuh yang mampu menjadi agen transformasi sosial di mana pun ia berada.

Momentum Harlah harus mempertemukan kembali PMII dengan ruh perjuangannya. Bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi panggilan untuk bangkit, membenahi diri, dan melahirkan pemimpin-pemimpin visioner yang setia pada cita-cita pergerakan.

Dengan semangat ini, mari kita songsong masa depan PMII dengan harapan baru. Semoga Harlah kali ini menjadi awal dari kebangkitan baru—kebangkitan yang lahir dari kesadaran kolektif, semangat perubahan, dan cinta yang tulus pada organisasi.

*) Penulis : Hordani, Ketua Kopri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni (STITA) kabupaten Sumenep

Loading

Penulis : Hordani

Editor : Ali Wafa

Berita Terkait

Tak Andalkan Perang Harga, DRT The Big Family Perkuat Kualitas Rokok Lokal Madura
Antrean BBM Meluas di Jember-Lumajang-Situbondo-Bondowoso, KOPRI PMII Soroti Kesiapan Distribusi
STIT Aqidah Usymuni Bersiap Naik Level, Kopertais Minta Civitas Akademika Perkuat Kelembagaan
Wisuda ke-15 STITA Aqidah Usymuni, 61 Sarjana Disiapkan Terjun ke Masyarakat
Industri Rokok Lokal Tertekan, Ayunda Group Dorong Pemerintah Perkuat Pemberantasan Rokok Ilegal
Bukan Sekadar Hiburan, Festival Tong-Tong Sumenep Dinilai Gerakkan Pariwisata dan UMKM
Buntut Flyer Konferensi Pers, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Klarifikasi Polemik Penilaian Festival Musik Tong-Tong
JSI Sumenep Apresiasi Hadirnya Mujahid Lingkungan dalam berbagai Gelaran Event

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:51 WIB

Tak Andalkan Perang Harga, DRT The Big Family Perkuat Kualitas Rokok Lokal Madura

Rabu, 9 September 2026 - 14:01 WIB

Antrean BBM Meluas di Jember-Lumajang-Situbondo-Bondowoso, KOPRI PMII Soroti Kesiapan Distribusi

Rabu, 9 September 2026 - 13:04 WIB

STIT Aqidah Usymuni Bersiap Naik Level, Kopertais Minta Civitas Akademika Perkuat Kelembagaan

Rabu, 9 September 2026 - 12:53 WIB

Wisuda ke-15 STITA Aqidah Usymuni, 61 Sarjana Disiapkan Terjun ke Masyarakat

Rabu, 9 September 2026 - 09:51 WIB

Industri Rokok Lokal Tertekan, Ayunda Group Dorong Pemerintah Perkuat Pemberantasan Rokok Ilegal

Senin, 7 September 2026 - 21:58 WIB

Bukan Sekadar Hiburan, Festival Tong-Tong Sumenep Dinilai Gerakkan Pariwisata dan UMKM

Senin, 7 September 2026 - 19:43 WIB

Buntut Flyer Konferensi Pers, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Klarifikasi Polemik Penilaian Festival Musik Tong-Tong

Senin, 7 September 2026 - 06:27 WIB

JSI Sumenep Apresiasi Hadirnya Mujahid Lingkungan dalam berbagai Gelaran Event

Berita Terbaru