Resmi Dibuka! Festival Musik Tong-Tong 2025 Jadi Magnet Budaya Nasional

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala Biro Komunikasi Kementerian Republik Indonesia Indri Wahyu Susanti saat menyampaikan sambutannya di acara Pembukaan Festival Musik Tong-Tong 2025.

Foto. Kepala Biro Komunikasi Kementerian Republik Indonesia Indri Wahyu Susanti saat menyampaikan sambutannya di acara Pembukaan Festival Musik Tong-Tong 2025.

SUMENEP, nusainsider.com Festival Musik Tong-Tong se-Madura 2025 resmi dimulai pada pukul 20.28 WIB, Sabtu malam (18/10/2025). Momen ini ditandai dengan masuknya grup musik tong-tong pertama ke arena finis di depan Masjid Jamik Sumenep.

Ajang budaya tahunan ini menjadi magnet besar bagi ribuan warga yang memadati jalan utama kota. Suasana malam terasa hidup dengan dentuman khas musik tong-tong yang menggema dari berbagai arah, membawa nuansa magis khas Madura.

Acara pembukaan berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah tokoh penting. Tampak hadir Kepala Biro Komunikasi Kementerian Republik Indonesia Indri Wahyu Susanti, Kepala Bidang Kemasyarakatan Bakorwil Pamekasan mewakili Gubernur Jawa Timur, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep yang hadir mewakili Bupati.

Hadir pula para Bupati dan Wali Kota se-Jawa Timur, unsur Forkopimda Kabupaten Sumenep, pimpinan OPD, dan tamu undangan dari seluruh Madura. Bahkan, Bupati Madiun, Bupati Malang, serta Wali Kota Batu turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya daerah.

Festival Musik Tong-Tong 2025 menjadi salah satu bagian dari 110 Kharisma Event Nusantara (KEN) yang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Baca Juga :  Propemperda 2025: DPRD Sumenep Dorong Regulasi Petani, UMKM, hingga Media Sosial

Kegiatan ini merupakan agenda unggulan nasional yang menampilkan kekayaan budaya dari 38 provinsi di Indonesia.

Melalui pengakuan tersebut, Festival Musik Tong-Tong Sumenep resmi masuk dalam jajaran event nasional bergengsi, yang menandai semakin berkelasnya pariwisata Indonesia di mata dunia.

Kepala Biro Komunikasi Kementerian RI, Indri Wahyu Susanti, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan festival ini.

Ia menyebut, musik tong-tong bukan sekadar hiburan rakyat, tetapi juga simbol identitas budaya dan semangat gotong royong masyarakat Madura.

“Festival ini tidak hanya memperkuat seni tradisional, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. Musik tong-tong mencerminkan harmoni, kerja sama, dan keteguhan hati masyarakat Madura,” ujarnya di hadapan ribuan penonton di sela-sela sambutannya.

Ia menambahkan, masuknya festival ini ke dalam agenda Kharisma Event Nusantara menjadi bukti bahwa kearifan lokal Madura memiliki nilai budaya dan ekonomi yang layak dikembangkan di level nasional bahkan internasional.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, yang mewakili Bupati, menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan pemerintah pusat menjadikan festival ini bagian dari KEN 2025.

Baca Juga :  JSI Terima 100 Dus Keramik untuk Bangun Musola Ambruk di Gunung Kembar

Ia menegaskan, Sumenep akan terus menjaga dan mengembangkan musik tong-tong sebagai warisan budaya takbenda.

“Gerakan budaya ini akan terus kami jaga agar menggema setiap tahun. Musik tong-tong bukan hanya milik Sumenep, tetapi juga milik masyarakat Madura dan bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Selain menjadi ajang budaya, festival ini juga membawa dampak ekonomi positif bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Selama acara berlangsung, ratusan pedagang lokal tampak memadati area sekitar rute festival, menjajakan beragam kuliner khas Madura, cendera mata, hingga produk kriya lokal.

Pemerintah daerah berharap, momentum festival nasional ini mampu memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama sektor pariwisata, transportasi, dan perdagangan kecil.

Rangkaian acara juga diisi dengan penyerahan Piagam Kharisma Event Nusantara (KEN) yang diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep didampingi Kadisbudporapar sebagai perwakilan daerah.

Penyerahan ini menjadi simbol bahwa Sumenep resmi menjadi tuan rumah salah satu event kebanggaan Indonesia.

Setelah prosesi tersebut, suasana panggung semakin meriah dengan penampilan Tari Tradisional “Ngopene Seongennep”, tarian khas yang menggambarkan keramahan dan semangat gotong royong masyarakat Sumenep.

Baca Juga :  Babak Kelam PWI Sumenep: Surat Suara Diduga Dimanipulasi

Penampilan para penari muda dengan balutan busana warna-warni memikat perhatian penonton. Gerakan mereka berpadu dengan alunan musik tradisional, menciptakan harmoni yang memukau di bawah cahaya lampu panggung.

Festival Musik Tong-Tong se-Madura 2025 menjadi bukti nyata bahwa budaya lokal masih menjadi magnet kuat bagi masyarakat. Di tengah arus modernisasi, kesenian tong-tong tetap mampu bertahan sebagai simbol identitas dan kebanggaan Madura.

Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan yang semakin berkualitas.

Harapannya, festival ini tidak hanya menjadi tontonan budaya, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

Dengan dukungan berbagai pihak, baik pemerintah pusat, daerah, maupun masyarakat musik tong-tong diyakini akan terus menggema dari Sumenep ke penjuru Nusantara. Festival ini menjadi perayaan atas harmoni, kerja keras, dan kreativitas masyarakat Madura yang tak pernah padam.

Tampak peserta pemilik Juara Umum ditahun sebelumnya yakni Angin Ribut mulai memasuki Garis Finish dengan penampilan yang memukau.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

“Syubbanul Yaum, Rijalul Ghad”, Ning Lia Titip Pesan Demokrasi kepada Generasi Muda
Dari Buku untuk Kemerdekaan, Puluhan Penggerak Literasi Berkumpul di Taman Adipura Sumenep
NU Education Summit Sumenep 2026 Jadi Momentum Transformasi Pendidikan NU
Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat
KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa
PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah
Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern
Membeli Sama dengan Berbagi, Central 88 Gold and Jewellery Dedikasikan Hasil Usaha untuk Yatim

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:54 WIB

“Syubbanul Yaum, Rijalul Ghad”, Ning Lia Titip Pesan Demokrasi kepada Generasi Muda

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Dari Buku untuk Kemerdekaan, Puluhan Penggerak Literasi Berkumpul di Taman Adipura Sumenep

Senin, 24 Agustus 2026 - 02:42 WIB

NU Education Summit Sumenep 2026 Jadi Momentum Transformasi Pendidikan NU

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:39 WIB

KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:28 WIB

Membeli Sama dengan Berbagi, Central 88 Gold and Jewellery Dedikasikan Hasil Usaha untuk Yatim

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:22 WIB

Ning Lia Dinilai Inspiratif, Raih Penghargaan Leadership dan Community Empowerment

Berita Terbaru