SKK Migas dan Medco Energi Dorong Kemandirian Peternak Giligenting Lewat Fermentasi Pakan

Selasa, 14 Oktober 2025 - 08:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Program Pengembangan Masyarakat (PPM) SKK Migas - Medco Energy di Kepualauan Giligenting Sumenep

Foto. Program Pengembangan Masyarakat (PPM) SKK Migas - Medco Energy di Kepualauan Giligenting Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Dalam upaya mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Medco Energi Madura Offshore Pty. Ltd. menggelar penyuluhan dan pelatihan fermentasi pakan ayam petelur di Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep.

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Ketua Kelompok Gunung Jaya, Desa Bringsang, pada Selasa (14/10/2025) tersebut diikuti oleh puluhan peternak ayam petelur dari berbagai desa di Pulau Giligenting.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Dr. drh. Emy Koestanti Sabdoningrum, M.Kes., yang menyampaikan materi tentang manajemen ternak dan praktik langsung pembuatan pakan berbasis fermentasi.

Dalam pemaparannya, Emy menjelaskan bahwa teknologi fermentasi pakan memiliki banyak manfaat, di antaranya meningkatkan kandungan gizi, menekan biaya produksi, serta memperkuat daya tahan tubuh ayam.

Pakan berkualitas akan menghasilkan ayam yang sehat dan produktivitas telur yang optimal.

“Melalui teknik fermentasi, peternak dapat membuat pakan sendiri dengan bahan lokal yang mudah didapat. Ini akan menekan ketergantungan terhadap pakan pabrikan dan meningkatkan kemandirian peternak,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya manajemen kandang, pengaturan pakan, serta pemeliharaan ayam petelur secara higienis. Dengan sistem biosekuriti yang baik, risiko penyebaran penyakit dapat diminimalkan, sehingga angka kematian ayam menurun dan hasil produksi meningkat.

“Peternak perlu mengenali tanda-tanda penyakit pada ayam, memahami cara pencegahan dan pengendalian penyakit, serta menjaga kebersihan kandang. Pengetahuan ini penting untuk mempertahankan kualitas dan kuantitas produksi telur,” tambahnya.

Selain memberikan materi, narasumber juga memandu peserta dalam praktik pembuatan pakan fermentasi dengan memanfaatkan bahan alami seperti dedak, jagung giling, dan probiotik. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan proses.

Baca Juga :  Enam Pekan Tahun Baru ; DKPP Sumenep Raih Penghargaan Terbaik Pertama PPH 2023 dari Bapanas Nasional

Pelatihan tersebut turut dimonitor oleh Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep, drh. Zulfah, M.Vet., yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Zulfah menyatakan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung inisiatif peningkatan kapasitas peternak melalui bimbingan teknis dan pendampingan berkelanjutan.

Ia juga menegaskan bahwa Dinas siap membantu konsultasi administrasi dan legalitas kelompok peternak.

“Selain pembinaan, kami akan memfasilitasi akses vaksin dan pelayanan kesehatan hewan agar keberlanjutan usaha peternak tetap terjamin,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, SKK Migas dan Medco Energi turut menyerahkan bantuan peralatan fermentasi pakan kepada kelompok peternak. Bantuan tersebut diharapkan dapat mempermudah penerapan ilmu yang diperoleh selama pelatihan.

Baca Juga :  HPN 2026 Jadi Momentum Kepedulian, IWO Sumenep Bantu Warga Terdampak Puting Beliung

Menurut perwakilan SKK Migas, kegiatan seperti ini menjadi bukti komitmen industri hulu migas dalam mendorong pengembangan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan yang dekat dengan area operasi.

“Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat, tetapi juga mempererat hubungan antara perusahaan, pemerintah daerah, dan warga setempat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelatihan berbasis potensi lokal seperti peternakan ayam petelur memiliki nilai ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, kegiatan tersebut dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan warga.

“Peternakan ayam petelur di Giligenting punya potensi besar. Jika didukung pengetahuan dan teknologi tepat guna, hasilnya bisa berkontribusi terhadap ketahanan pangan sekaligus ekonomi lokal,” ungkapnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pengembangan masyarakat (PPM) yang rutin digelar oleh SKK Migas dan Medco Energi di wilayah kerja Madura Offshore.

Baca Juga :  Siapkan Tiket Gratis, Pemkab Sumenep Fasilitasi Jalur Mudik 2024. Berikut Jadwal dan Rutenya

Program tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, pendidikan, hingga lingkungan.

Pada akhir kegiatan, peserta mengikuti praktik lanjutan berupa pembuatan pakan konsentrat dan kunjungan ke salah satu kandang ayam petelur milik anggota kelompok Gunung Jaya.

Dalam kunjungan ini, para peternak belajar mengenali struktur kandang ideal dan sistem pemberian pakan yang efisien.

Peserta mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat karena membuka wawasan baru dan memberikan solusi nyata terhadap masalah pakan yang selama ini menjadi kendala utama dalam usaha peternakan mereka.

“Kami berterima kasih kepada SKK Migas dan Medco Energi. Pelatihan ini memberi semangat baru bagi kami untuk mengembangkan usaha peternakan dengan cara yang lebih modern dan efisien,” ungkap salah satu peserta, Hasyim, peternak asal Desa Gedugan.

Melalui kegiatan ini, SKK Migas dan Medco Energi berharap para peternak di Giligenting dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Sumenep dalam penerapan teknologi tepat guna di bidang peternakan.

Kolaborasi lintas sektor seperti ini diharapkan terus berlanjut demi terciptanya masyarakat mandiri dan sejahtera.

Loading

Penulis : Wafa

Sumber Berita : sumenepkab.go.id

Berita Terkait

Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi
Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK
Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF
Baru Buka, SkY Coffee Grounds Diserbu Pengunjung, Nongkrong Naik Level!
Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah
Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor
KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik
Tabir Skandal Cukai Mulai Terbuka, KPK Bidik Perusahaan Rokok di Madura

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 08:32 WIB

Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi

Sabtu, 18 April 2026 - 07:45 WIB

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 April 2026 - 03:15 WIB

Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF

Jumat, 17 April 2026 - 22:59 WIB

Baru Buka, SkY Coffee Grounds Diserbu Pengunjung, Nongkrong Naik Level!

Jumat, 17 April 2026 - 18:17 WIB

Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah

Jumat, 17 April 2026 - 09:03 WIB

KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik

Jumat, 17 April 2026 - 06:34 WIB

Tabir Skandal Cukai Mulai Terbuka, KPK Bidik Perusahaan Rokok di Madura

Kamis, 16 April 2026 - 15:32 WIB

Tiga Komoditas Unggulan Digenjot, HDDAP Bawa Harapan Baru Petani Sumenep

Berita Terbaru

Foto. Pintu Masuk dan Keluar Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur

Berita

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:45 WIB