TPID Sumenep Gelar Pasar Murah Ramadan, Beras hingga Cabai Dijual di Bawah Harga Pasar

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menggelar program Gerakan Pangan Murah serta Pasar Murah dan Bazar Ramadan guna membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau selama bulan suci Ramadan.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus menekan laju inflasi menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Program tersebut dilaksanakan melalui sinergi antara berbagai pihak, di antaranya Badan Pangan Nasional, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Perum Bulog, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), serta Kejaksaan Negeri Sumenep.

Gerakan Pangan Murah digelar pada Selasa dan Kamis, 10 dan 12 Maret 2026, bertempat di Taman Potre Koneng yang berada di sebelah barat Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sumenep. Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 WIB dan terbuka untuk masyarakat umum.

Sementara itu, Pasar Murah dan Bazar Ramadan hasil kolaborasi antara Kejaksaan Negeri Sumenep dan Pemerintah Kabupaten Sumenep diselenggarakan pada Rabu, 11 Maret 2026, bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Sumenep, Jalan KH. Mansyur No. 54. Kegiatan tersebut dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Baca Juga :  Infrastruktur Jalan Alternatif Mandala-Pakondang Diperbaiki, Pemkab Sumenep Tingkatkan Konektivitas Wilayah

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan harga pasar.

Beberapa komoditas yang disediakan di antaranya beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp57.000, minyak goreng Minyakita 1 liter seharga Rp15.700, serta telur ayam dengan harga Rp29.000 per kilogram.

Selain itu, tersedia pula daging ayam dengan harga Rp41.000 per kilogram, olahan nugget Rp50.000 untuk tiga bungkus, serta berbagai sayuran segar yang dijual dengan harga Rp5.000 per paket.

Tak hanya itu, komoditas cabai juga dijual Rp5.000 per paket, sementara bawang putih dan bawang merah masing-masing dijual Rp8.000 per paket.

Baca Juga :  Konser Radhiesta Music Kembali Digelar di Sumenep, Penonton Soroti Harga Tiket dan Larangan Membawa Rokok

Pemerintah daerah juga menyediakan beras zakat lokal yang dijual dengan harga Rp40.000 untuk kemasan 3 kilogram, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Sumenep, Moh Ramli, mengatakan bahwa kegiatan pasar murah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran.

Menurutnya, menjelang bulan Ramadan hingga Lebaran biasanya terjadi peningkatan permintaan terhadap berbagai kebutuhan pangan yang berpotensi memicu kenaikan harga.

Oleh karena itu, pemerintah hadir melalui program pasar murah agar masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan dan menjelang Lebaran,” ujar Ramli.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari langkah pengendalian inflasi daerah yang dilakukan melalui kolaborasi lintas instansi. Dengan menghadirkan berbagai komoditas pangan dengan harga subsidi, diharapkan dapat menekan gejolak harga di pasaran.

Baca Juga :  Hadiri Musik Keroncong, Achmad Fauzi sebut Seni sebagai Kekuatan Membangun Daerah

Ramli menambahkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memastikan ketersediaan dan distribusi bahan pangan tetap aman serta stabil.

Melalui kegiatan seperti gerakan pangan murah dan pasar murah Ramadan, pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa harus terbebani oleh lonjakan harga.

“Harapan kami kegiatan ini benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat. Dengan adanya pasar murah ini, kami ingin membantu masyarakat agar bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep juga berharap kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat secara langsung, tetapi juga mampu menjaga stabilitas harga pangan di tingkat pasar serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam pengendalian inflasi daerah.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rokok Makayasa Lebarkan Sayap, Ratusan Warung Disiapkan Jadi Jaringan Baru
Tak Andalkan Perang Harga, DRT The Big Family Perkuat Kualitas Rokok Lokal Madura
Antrean BBM Meluas di Jember-Lumajang-Situbondo-Bondowoso, KOPRI PMII Soroti Kesiapan Distribusi
STIT Aqidah Usymuni Bersiap Naik Level, Kopertais Minta Civitas Akademika Perkuat Kelembagaan
Wisuda ke-15 STITA Aqidah Usymuni, 61 Sarjana Disiapkan Terjun ke Masyarakat
13 Tahun Hadapi Sengketa Rumah, Sri Endah Minta Keadilan, Ning Lia Turun Tangan
Industri Rokok Lokal Tertekan, Ayunda Group Dorong Pemerintah Perkuat Pemberantasan Rokok Ilegal
Bukan Sekadar Hiburan, Festival Tong-Tong Sumenep Dinilai Gerakkan Pariwisata dan UMKM

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 17:48 WIB

Rokok Makayasa Lebarkan Sayap, Ratusan Warung Disiapkan Jadi Jaringan Baru

Rabu, 9 September 2026 - 16:51 WIB

Tak Andalkan Perang Harga, DRT The Big Family Perkuat Kualitas Rokok Lokal Madura

Rabu, 9 September 2026 - 14:01 WIB

Antrean BBM Meluas di Jember-Lumajang-Situbondo-Bondowoso, KOPRI PMII Soroti Kesiapan Distribusi

Rabu, 9 September 2026 - 13:04 WIB

STIT Aqidah Usymuni Bersiap Naik Level, Kopertais Minta Civitas Akademika Perkuat Kelembagaan

Rabu, 9 September 2026 - 12:53 WIB

Wisuda ke-15 STITA Aqidah Usymuni, 61 Sarjana Disiapkan Terjun ke Masyarakat

Rabu, 9 September 2026 - 09:51 WIB

Industri Rokok Lokal Tertekan, Ayunda Group Dorong Pemerintah Perkuat Pemberantasan Rokok Ilegal

Senin, 7 September 2026 - 21:58 WIB

Bukan Sekadar Hiburan, Festival Tong-Tong Sumenep Dinilai Gerakkan Pariwisata dan UMKM

Senin, 7 September 2026 - 19:43 WIB

Buntut Flyer Konferensi Pers, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Klarifikasi Polemik Penilaian Festival Musik Tong-Tong

Berita Terbaru