Akibat Pengobatan Alternatif, Masyarakat Gili Iyang Tertipu Lebih 100 Juta. Ini Identitas Pelaku

Sabtu, 19 Oktober 2024 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Pelaku Penipuan Pengobatan Alternatif Warga Bancamara Gili Iyang Dungkek Sumenep

Foto. Pelaku Penipuan Pengobatan Alternatif Warga Bancamara Gili Iyang Dungkek Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Masyarakat Gili Iyang kecamatan Dungkek menjadi korban penipuan pengobatan alternatif tepatnya terjadi kepada warga Desa Bancamara, Dungkek, Sumenep. Modusnya pelaku mengaku anak angkat dari Nyai Hj. Rum Sitobondo Ponpes Syalafiyah Syafi’iyah.

Menurut Ibu Yeyen, Awalnya pelaku Siti Murifa (45) datang ke pulau Giliyang pada rabu (09/10/24) dengan empat orang temannya mencari tempat tinggal sementara.

Menurutnya si pelaku mengaku sebagai Neng Rifa anak angkat dari Nyai Rum Situbondo, lalu diajak rumah kos kediaman Ibu Yeyen. Kebetulan disana ada alumni dari ponpes Syalafiyah Syafi’iyah dan mempercayai begitu saja apa yang dikatan si pelaku.

Singkat cerita, Disambutlah si pelaku dan empat orang temannya dengan ramah. Namun, Keesokan harinya si pelaku Siti Murifa langsung melakukan aksinya dengan membuat praktek pengobatan alternatif.

Baca Juga :  APBD Sumenep Habis Buat Hura-hura, Aktivis Anggaran Akan Hadiahkan Policy Breif ke Bupati

Salah satu korban berinisial M mengaku bahwa sebelum melakukan praktek pengoban diberikan segelas air putih untuk diminum.

“Saya di berikan segelas air putih untuk di minum mas, setelah saya minum air putih itu lalu saya kehilangan kesadaran yang cukup panjang dan saya memberikan sejumlah uang yang ia minta” pungkasnya kepada media Nusainsider.com, Sabtu 19 Oktober 2024.

Modusnya pelaku, hasil dari praktek pengobatannya akan di salurkan ke Panti Asuhan juga anak yatim, namun nyatanya itu hanyalah modus si pelaku untuk menarik kepercayaan dari masyarakat Gili Iyang.

“Lalu dia bilang lagi ke saya uang yang di kasih tersebut akan di salurkan ke panti asuhan dan anak yatim”, Lanjutnya.

Menurut Hekma salah satu warga Bancamara total kerugian masyarakat yang ditipu oleh Siti Murifa mencapai 100 juta lebih.

“Saya hitung semua, dari semua korban yang ditipu lebih 100 juta karena ada satu korban yang di minta 50 juta”,Ungkapnya.

Dari kejadian tersebut, si pelaku Siti Murifa datang lagi yang kedua kalinya pada Rabu (16/10/24) untuk melakukan praktek lagi, namun nahas nasibnya tidak semulus yang pertama kali datang.

Baca Juga :  Layanan Cepat dan Ramah, RSUDMA Sumenep Catat Rekor Kepuasan Masyarakat Tertinggi di Jawa Timur

Basir warga Bancamara yang pulang merantau dari Bali menyadari ada yang tidak beres dengan praktek yang di buka oleh Siti Murifa dan di laporkan kepada kepala desa bancamara, pada Kamis (17/10/24).

“Saya merasa curiga karena ada unsur uang yang di minta cukup banyak nominalnya, saya langsung melaporkan ke pada kepala desa bancanara,” Lanjutnya.

Menurut kepala desa bancamara Moh. Alwi laporan itu masuk pada Kamis (17/10/24) jam 16:00.

Baca Juga :  Cukai Ilegal dan Rokok Titipan Tuhan: Kontradiksi Pernyataan Ali Zaenal

Pihaknya, langsung memanggil aparat desa untuk menindak dan mengamankan pelaku tersebut.

“Sekarang pelakunya sudah diamankan di polsek dungkek bersama 3 orang temanya”, Pungkasnya.

Dengan harapan yang sangat dalam para korban meminta uangnya untuk dikembalikan, apabila uang dikembalikan permasalahan ini akan di atasi secara kekeluargaan namun apabila tidak kembalikan mak akan ditempuh jalur Hukum, “Tutupnya.

Sementara itu, Pihak pewarta masih berupaya mencari info lebih lanjut guna konfirmasi ke Polsek Dungkek atas kejadian ini. Dan hingga berita ini dinaikkan, pihak pewarta masih mencari Nomor Polsek Batang-batang guna Konfirmasi.

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Ziarah Jelang Ramadan, Lia Istifhama Tegaskan Makna Cinta Lewat Doa untuk Leluhur
Jelang Libur Panjang, Sipropam Polres Sumenep Sisir Tempat Hiburan Malam
Jaga Stabilitas Harga, Bupati Fauzi Dialog Langsung dengan Pedagang dan Pembeli
Wujudkan Lingkungan Sehat, Pemdes Pinggirpapas Turun Langsung Bersih-Bersih
Budaya Gotong Royong Terjaga, Aparatur Kecamatan Batang-Batang Bersihkan Area Perbatasan
Tokoh Muda Sumenep Naghfir Sowan ke KHR. Azaim Ibrahimy, Teguhkan Warisan Sanad Keilmuan
Bayi Terluka Ditemukan di Gang Trunojoyo, Polisi Selidiki Kasus Secara Humanis
Pengukuhan DEKOPINDA Sumenep Jadi Tonggak Penguatan UMKM dan Ekonomi Pesisir

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:00 WIB

Ziarah Jelang Ramadan, Lia Istifhama Tegaskan Makna Cinta Lewat Doa untuk Leluhur

Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:43 WIB

Jelang Libur Panjang, Sipropam Polres Sumenep Sisir Tempat Hiburan Malam

Jumat, 13 Februari 2026 - 22:35 WIB

Jaga Stabilitas Harga, Bupati Fauzi Dialog Langsung dengan Pedagang dan Pembeli

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:39 WIB

Budaya Gotong Royong Terjaga, Aparatur Kecamatan Batang-Batang Bersihkan Area Perbatasan

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:47 WIB

Tokoh Muda Sumenep Naghfir Sowan ke KHR. Azaim Ibrahimy, Teguhkan Warisan Sanad Keilmuan

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:26 WIB

Bayi Terluka Ditemukan di Gang Trunojoyo, Polisi Selidiki Kasus Secara Humanis

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:57 WIB

Pengukuhan DEKOPINDA Sumenep Jadi Tonggak Penguatan UMKM dan Ekonomi Pesisir

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:52 WIB

Kolaborasi KEI dan Pemkab Sumenep Perkuat Pendidikan Guru Kepulauan

Berita Terbaru