Tulisan Sederhana! Demokrasi di Sumenep, KPU Tak Ada Bedanya Dengan Pasar Anom

Rabu, 29 Mei 2024 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ach Toifur Ali Wafa, Wartawan muda kabupaten Sumenep

Foto. Ach Toifur Ali Wafa, Wartawan muda kabupaten Sumenep

nusainsider.com — Menjelang Pemilihan kepala Daerah (pilkada) 2024 di Sumenep, marwah Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali diciderai akibat meloloskan Panitia penyelenggara pemilu (PPS) yang berasal dari salahsatu Partai.

Hal tersebut viral diberbagai media online di sumenep, salahsatunya Media jatim yang berjudul, Terkuak! KPU Sumenep Lantik Bendahara PAC PKB Dasuk Jadi Anggota PPS.

Perjalanan demokrasi di Sumenep mulai dirusak oleh KPU sejak diselenggarakannya Pemilu 2024 bulan lalu dan dimasa perjalanan 5 (Lima) komisioner dikelembagaan tersebut.

Jika netralitas KPU sudah seperti itu sejak awal hingga sekarang dengan dibeberkannya adanya transaksi jual beli jabatan dalam meloloskan Panitia penyelenggara, maka jelas tidak ada perbedaan dengan Pasar anom.

“Jika di pasar anom masyarakat transaksi untuk kebutuhan pokok Rumah tangga, maka di KPU Masyarakat transaksi untuk kebutuhan Jabatan”.

Dengan adanya polemik yang terjadi di KPU Sumenep sejak tahun politik 2024 ini, KPU Provinsi hingga pusat harus memberikan atensi semua komisioner agar tidak dipakai kembali dimasa-masa berikutnya.

Baca Juga :  Gedung Baru DPRD Sumenep Tidak Sesuai RAB, Ketua Komisi III Beri Teguran

Kekuasaan seperti ini menjadi persoalan ketika KPU selalu membajak dan membonsai demokrasi, khususnya untuk daerah dengan kemiskinan tertinggi ketiga di Jawa Timur.

Tentunya, akan ada risiko-risiko yang akan dihadapi perpolitikan di sumenep jika benar bahwa KPU melakukan Transaksi jabatan dalam pelolosan Penyelenggara pemilu.

Sayangnya, belum ada tanda bahwa fase kemunduran demokrasi ini akan segera berakhir. Bukan tidak mungkin performa demokrasi di Sumenep akan terus memburuk dalam tahun-tahun mendatang.

Perusakan demokrasi yang dilakukan pihak tertentu itu bukan atas dasar ketidaktahuan, melainkan karena kesengajaan. Hal itu harusnya mendapat hukuman yang setimpal. Bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat.

Melalui tulisan sederhana ini, masyarakat tidak tinggal diam dan masa bodoh terhadap polemik yang terjadi di KPU. Sejak Pemilu 2024 kemarin yang digelar 14 Februari, ada banyak fakta mengejutkan dari Penyelenggara yang mengaku melakukan kecurangan akibat intruksi dari atasannya.

_Sekian terimakasih, tulisan ini murni atas dasar kegelisahan demokrasi yang terjadi di Sumenep dan Bobroknya sistem pemilu dan Perdagangan Jabatan di KPU Sumenep_ Ach Toifur Ali Wafa (Penulis)

Loading

Penulis : Toifur Ali Wafa

Berita Terkait

CV Sumber Barokah Sidoarjo Jadi Sorotan, Aktivis Desak Bea Cukai Audit Produk Slava Bold
Fauzi As : Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?
Fauzi As : Tanah, Batalyon, dan Aroma Politik Parpol
Buntut Intimidasi Arisan GET di Sumenep, Pelapor Mengaku Diperas 120 Juta Hingga Lapor Polisi
PN Sumenep Angkat Bicara Soal Tudingan Suap di Kasus Sengketa Lahan
Madura Tidak Boleh Tertinggal, KEK Adalah Harapan Baru
Kasus Asusila Anak di Sumenep Terungkap, Pelaku Diamankan di Jawa Barat
Episode I Kabar Baru: Rampok Bernama Edi Junaidi

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:03 WIB

CV Sumber Barokah Sidoarjo Jadi Sorotan, Aktivis Desak Bea Cukai Audit Produk Slava Bold

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:26 WIB

Fauzi As : Wakil Bupati atau Pajangan Serambi?

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:58 WIB

Fauzi As : Tanah, Batalyon, dan Aroma Politik Parpol

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:59 WIB

Buntut Intimidasi Arisan GET di Sumenep, Pelapor Mengaku Diperas 120 Juta Hingga Lapor Polisi

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:00 WIB

PN Sumenep Angkat Bicara Soal Tudingan Suap di Kasus Sengketa Lahan

Selasa, 12 Mei 2026 - 00:58 WIB

Madura Tidak Boleh Tertinggal, KEK Adalah Harapan Baru

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:34 WIB

Kasus Asusila Anak di Sumenep Terungkap, Pelaku Diamankan di Jawa Barat

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:33 WIB

Episode I Kabar Baru: Rampok Bernama Edi Junaidi

Berita Terbaru