SUMENEP, nusainsider.com — Masyarakat Pulau Gili Iyang, Kecamatan Dungkek, mendesak pihak PLTD Gili Iyang segera mengatasi persoalan pemadaman listrik bergilir yang terus terjadi. Kondisi ini dianggap mengganggu aktivitas harian warga, terutama di siang hari ketika kebutuhan listrik cukup tinggi.
Audiensi antara warga yang tergabung dalam Forum Transvaluasi Warga Gili Iyang (FOTING) dengan pihak PLTD berlangsung di kantor PLTD Gili Iyang, Rabu (13/11/2025).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan PLN ULP Sumenep, yakni Bapak Fangky dan Bapak Achmad Aji selaku manajer PLNB PLTD.
Dalam pertemuan itu, FOTING menyampaikan empat poin tuntutan utama kepada pihak PLTD sebagai langkah penyelesaian jangka pendek dan jangka panjang atas krisis kelistrikan yang mereka alami.
Tuntutan tersebut mencakup perbaikan mesin, pembentukan jalur komunikasi cepat, pengurangan kebisingan, serta penambahan kapasitas daya listrik.
Perbaikan Mesin dan Target Normalisasi Listrik
Pihak PLTD Gili Iyang mengakui adanya kendala teknis pada mesin pembangkit yang menjadi penyebab utama pemadaman bergilir. Mereka berkomitmen untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh agar pasokan listrik kembali stabil.
Dalam kesepakatan bersama, PLN menargetkan normalisasi penuh jaringan listrik di Gili Iyang dapat tercapai paling lambat pada 20 Desember 2025. Dengan demikian, warga diharapkan tidak lagi mengalami pemadaman bergilir pada siang hari setelah tanggal tersebut.
Pembentukan Grup Komunikasi Cepat
Untuk memperbaiki layanan dan mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat, disepakati pembentukan grup komunikasi berbasis WhatsApp bernama “Sahabat PLTD Gili Iyang.”
Grup ini akan menjadi kanal komunikasi dua arah antara pengelola PLTD dan warga, sehingga setiap gangguan, perbaikan, atau informasi teknis lainnya dapat tersampaikan dengan cepat dan transparan.
Perwakilan FOTING menilai langkah ini sangat penting untuk membangun kepercayaan dan menghindari kesalahpahaman antara masyarakat dengan pihak pengelola PLTD.
Pengurangan Kebisingan di Sekitar PLTD
Selain pemadaman listrik, warga juga mengeluhkan tingkat kebisingan tinggi yang bersumber dari mesin pembangkit PLTD. Suara bising dianggap mengganggu kenyamanan lingkungan, terutama bagi warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi pembangkit.
Menanggapi hal itu, pihak PLTD berjanji akan melakukan perbaikan teknis pada sistem peredam suara di unit pembangkit. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kebisingan tanpa mengganggu performa mesin.
Rencana Penambahan Kapasitas Daya Listrik
Sebagai solusi jangka panjang, PLN juga menyampaikan rencana relokasi satu unit mesin pembangkit dari PLTD Bawean atau PLTD Sapudi ke Gili Iyang. Langkah ini dilakukan untuk menambah kapasitas daya listrik yang tersedia di pulau tersebut.
Relokasi unit pembangkit itu akan dilakukan setelah terealisasinya sewa daya sebesar 2 megawatt (MW) yang kini masih dalam proses. Estimasi pelaksanaan relokasi dijadwalkan pada semester pertama tahun 2026.
Harapan Warga dan Komitmen PLN
Perwakilan Forum Transvaluasi Warga Gili Iyang menyampaikan apresiasi atas keterbukaan manajemen PLN ULP Sumenep yang telah merespons langsung keluhan mereka. Warga berharap komitmen perbaikan dapat direalisasikan sesuai jadwal yang telah disepakati.
“Kami berharap PLN benar-benar menepati komitmen ini, terutama terkait target normalisasi pada 20 Desember. Listrik di siang hari adalah kebutuhan vital bagi masyarakat,” ujar salah satu perwakilan warga.
Warga juga meminta agar setiap progres perbaikan disampaikan secara terbuka melalui grup komunikasi yang telah disepakati, agar masyarakat dapat memantau langsung perkembangan penanganan.
PLN Tegaskan Keseriusan Perbaikan Layanan
Sementara itu, perwakilan PLN ULP Sumenep, Bapak Fangky dan Bapak Achmad Aji, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh menindaklanjuti hasil audiensi bersama masyarakat Gili Iyang.
“Kami sangat memahami keresahan warga. PLN berkomitmen memperbaiki mesin pembangkit secepatnya dan memastikan pasokan listrik kembali normal pada 20 Desember 2025,” tegas Fangky.
Achmad Aji menambahkan, langkah-langkah teknis perbaikan telah disiapkan dan akan diawasi langsung oleh tim PLN dari ULP Sumenep. Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama masyarakat untuk menjaga keberlangsungan sistem kelistrikan agar tetap stabil.
Listrik Stabil, Kualitas Hidup Meningkat
Warga Gili Iyang menilai bahwa listrik bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi penopang utama aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Pemadaman bergilir di siang hari dianggap sangat merugikan masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan lembaga pendidikan.
Dengan adanya komitmen dari PLN untuk memperbaiki sistem kelistrikan dan target normalisasi akhir tahun ini, warga berharap kehidupan di Gili Iyang bisa kembali berjalan normal.
“Listrik yang stabil adalah tanda kemajuan. Kami ingin Gili Iyang tidak hanya dikenal karena udaranya yang sehat, tapi juga karena kualitas hidup warganya yang meningkat,” pungkas salah satu tokoh masyarakat setempat.
![]()
Penulis : Wafa

















